ReligiWisata

Wisata Religi Makam Syech Abdul Jalal Kian Ramai, Jadi Berkah bagi Desa Awu Awu

40
×

Wisata Religi Makam Syech Abdul Jalal Kian Ramai, Jadi Berkah bagi Desa Awu Awu

Sebarkan artikel ini
Makam Syech Abdul Jalal
Makam Syech Abdul Jalal

NGOMBOL, purworejo24.com – Makam Syech Abdul Jalal yang berada di Desa Awu Awu, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, kian ramai dikunjungi peziarah.

Tak hanya berasal dari wilayah Purworejo, para peziarah juga datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jawa Barat.

Syech Abdul Jalal dikenal sebagai salah satu tokoh penyiar agama Islam yang konon diutus oleh Kesultanan Cirebon untuk berdakwah di wilayah Ngombol dan pesisir Purworejo.

Sebelum menyebarkan Islam di kawasan tersebut, beliau disebut sempat menimba ilmu ke Kudus dan Demak, yang kala itu menjadi pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Syech Abdul Jalal wafat dan dimakamkan di area belakang Masjid Tiban, tepatnya di kompleks Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Desa Awu Awu.

Keberadaan makam ini kini menjadi salah satu tujuan utama wisata religi di Kabupaten Purworejo.

Kepala Desa Awu Awu, Winarto, mengatakan bahwa makam Syech Abdul Jalal merupakan salah satu makam tua di wilayah pesisir selatan, mulai dari Purworejo hingga Parangtritis, Yogyakarta.

Menurutnya, kunjungan peziarah mulai meningkat sejak awal tahun 2000-an.

Dahulu pengunjung masih sepi. Sekitar tahun 2000 mulai ramai, dan hingga sekarang terus mengalami peningkatan,” ujar Winarto saat ditemui di area makam, pada Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, pada bulan-bulan tertentu seperti Maulud, Sya’ban (Ruwah), Ramadhan, Syawal, dan Muharam, jumlah peziarah meningkat signifikan.

Puncak kunjungan biasanya terjadi pada bulan Sya’ban, di mana jumlah peziarah bisa mencapai 500 hingga 1.000 orang per hari.

Budaya masyarakat kita menjelang bulan puasa biasanya nyadran atau ziarah ke makam leluhur. Keberadaan makam Syech Abdul Jalal ini menjadi berkah tersendiri bagi Desa Awu Awu,” imbuhnya.

Winarto meyakini bahwa wisata religi tersebut tidak hanya membawa keberkahan secara spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian desa. Wisata religi di Awu Awu turut menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) dan menggerakkan aktivitas ekonomi warga.

Pemerintah desa bersama masyarakat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata religi. Selain Makam Syech Abdul Jalal, Desa Awu Awu juga memiliki sejumlah situs bersejarah lain, seperti Tumenggungan Awu Awu Langit dan Kedaton, yang merupakan kompleks makam raja-raja Jawa. Situs-situs tersebut hingga kini masih rutin dikunjungi keluarga Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Beberapa tahun terakhir, secara statistik jumlah pengunjung terus menunjukkan tren peningkatan. Harapannya, pengelolaan wisata religi ini bisa semakin baik dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Winarto.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Abadi Jaya Desa Awu Awu, Tri Sutarti. Ia menyebut desa memiliki potensi wisata yang cukup besar, meski saat ini pengembangan masih difokuskan pada wisata religi.

Antusias pengunjung masih terpusat di Makam Syech Abdul Jalal. Pada bulan Ruwah, jumlah kunjungan paling tinggi. Dalam kondisi normal, pengunjung sekitar 13 ribu orang per bulan, namun pada dua pekan terakhir bulan Ruwah ini sudah mencapai lebih dari 16 ribu pengunjung,” ungkapnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Tri Sutarti, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Meski demikian, ia mengakui kontribusi wisata religi terhadap PADes masih perlu ditingkatkan melalui pengelolaan yang lebih maksimal.

Selain berziarah ke makam Syech Abdul Jalal, pengunjung yang datang ke Desa Awu Awu juga dapat melaksanakan ibadah di Masjid Tiban, masjid bersejarah yang menjadi saksi awal penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Di desa ini juga terdapat Petilasan Raden Joko Awu Awu Langit, makam Mas Agung Wijoyo—murid Sunan Giri—serta Petilasan Nyai Ageng Serang.

Tak hanya itu, Desa Awu Awu juga memiliki Kedaton, yakni kompleks makam para raja Jawa terdahulu, serta sejumlah makam pejuang penyebar agama Islam yang menambah kekayaan nilai sejarah dan religius desa tersebut.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Awu Awu, Hery Surana, menjelaskan bahwa Makam Syech Abdul Jalal dikelola oleh Pokdarwis di bawah naungan BUMDes sejak tiga tahun terakhir.

Pengelolaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan para peziarah.

Selama ini BUMDes terus mendukung dari sisi anggaran. Harapannya, wisata religi ini bisa berkontribusi nyata bagi pendapatan BUMDes, PADes, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat jumlah pengunjung meningkat, pelaku UMKM di sekitar lokasi makam turut merasakan dampak positif. Ke depan, pihaknya berharap pengembangan situs-situs lain di Desa Awu Awu dapat terus dilakukan guna menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat desa sebagai destinasi wisata religi unggulan di Purworejo. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.