Wisata

Dinporapar Purworejo Luncurkan #Doldeswita, Konsep Monev Desa Wisata yang Lebih Santai dan Membumi

42
×

Dinporapar Purworejo Luncurkan #Doldeswita, Konsep Monev Desa Wisata yang Lebih Santai dan Membumi

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo menghadirkan terobosan baru dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) desa wisata melalui program bertajuk #Doldeswita (Dolan/Dodolan Desa Wisata).

Program ini dirancang sebagai pendekatan monev yang lebih santai, interaktif, dan berorientasi pada penguatan potensi lokal desa wisata.

Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menjelaskan bahwa secara substansi, #Doldeswita tetap menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi sebagaimana mestinya.

Namun, pelaksanaannya dikemas dengan suasana yang lebih cair dan partisipatif agar selaras dengan dinamika pengelolaan desa wisata.

Monitoring dan evaluasi kami kemas dengan cara yang lebih menyenangkan dan membumi. Harapannya, ke depan ada warna baru dalam pengembangan pariwisata, khususnya desa wisata di Kabupaten Purworejo,” ujar Erlangga, pada Rabu (4/2/2026).

Pelaksanaan perdana #Doldeswita digelar pada Sabtu (31/1/2026) dengan menyasar dua desa wisata di Kecamatan Kaligesing, yakni Desa Wisata Pandanrejo dan Desa Wisata Tlogoguwo.

Dalam kegiatan tersebut, Bangun Erlangga didampingi Kepala Bidang Destinasi Neira Anjar Pujisusilo serta Sekretaris Camat Kaligesing Sigit Purwanto.

Di Desa Wisata Pandanrejo, tim #Doldeswita menyoroti pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang mulai terbagi ke berbagai aktivitas. Kendati demikian, desa ini dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena konsisten mengusung konsep konservasi hutan serta pelestarian burung langka yang dilindungi.

Pendekatan wisata berbasis lingkungan tersebut menjadi nilai jual yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, di Desa Wisata Tlogoguwo, tim mencermati sejumlah destinasi unggulan seperti kawasan Pinus Kalilo, fasilitas glamping, café, serta Embung Tlogoguwo.

Secara umum, perkembangan sektor pariwisata di desa ini dinilai cukup baik, khususnya pada pengelolaan glamping dan café. Namun, Embung Tlogoguwo masih memerlukan perawatan dan pengelolaan berkala agar potensi wisatanya dapat dioptimalkan.

Secara infrastruktur dan daya tarik, Embung Tlogoguwo masih sangat layak jual. Tinggal bagaimana pengelolaannya bisa lebih ditingkatkan agar memberi dampak maksimal,” jelas Erlangga.

Rangkaian kegiatan #Doldeswita tahap awal ini ditutup di Desa Wisata Tlogoguwo.

Dari hasil kunjungan tersebut, Dinporapar mencatat bahwa kedua desa wisata pada dasarnya memiliki potensi yang kuat. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah berkurangnya SDM pengelola, sehingga berdampak pada aktivitas promosi dan penjualan paket wisata.

Melalui program #Doldeswita, Dinporapar Kabupaten Purworejo berharap desa wisata tidak hanya terpantau secara administratif, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan daerah berbasis potensi lokal dan keberlanjutan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.