PURWOREJO, purworejo24.com – Sekolah Perempuan Cerdas Masa Kini (Serat Kartini) Kabupaten Purworejo, Memayu Hayuning Bawono, kembali menyelenggarakan Sekolah Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) dengan fokus pada edukasi kesehatan gigi dan mulut.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo, pada Minggu (7/12/2025).
Ketua Serat Kartini Kabupaten Purworejo, Titik Mintarsih, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Purworejo, sesuai arah kebijakan dan program DPPPAPMD.
“Serat Kartini berupaya menghadirkan kegiatan peningkatan kualitas hidup perempuan setiap bulan dengan berbagai topik. Kali ini kami mengangkat tema kesehatan gigi karena masih banyak masyarakat, terutama perempuan, yang meremehkan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Padahal keduanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.
Titik menjelaskan, kegiatan ini melibatkan sembilan organisasi perempuan di Purworejo. Dari total rencana 55 peserta, sebanyak 47 peserta hadir.
Organisasi yang berpartisipasi antara lain Serat Kartini, TP PKK Kabupaten, GOW, PUSPA, Kerta PWRI, HWK, KPPI, Aisyiyah, dan Fatayat.
Pada kesempatan tersebut, Serat Kartini menggandeng narasumber utama drg. Gilang Haryo Kusumo, dokter gigi yang berpraktik di Klinik Medika Kusumo Grabag dan Cangkrep.
Selain memberikan materi, dr. Gilang juga membawa enam anggota tim untuk membuka layanan konsultasi gigi gratis bagi seluruh peserta.
Bahkan, peserta juga mendapatkan voucher pemeriksaan lanjutan secara cuma-cuma.
“Kami sangat senang karena dr. Gilang dan tim berkenan memberikan edukasi sekaligus layanan gratis. Harapannya, perempuan di Purworejo semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan gigi sebagai bagian dari kualitas hidup yang cerdas dan paripurna,” tutur Titik.
dr. Gilang Haryo Kusumo menilai kegiatan ini sangat penting karena masih banyak ibu-ibu yang belum memahami cara menjaga kesehatan gigi keluarga, terutama anak-anak.
“Banyak ibu belum tahu cara merawat gigi anak di rumah, termasuk menangani gigi yang bengkak atau gigi tanggal. Padahal anak masih memiliki masa tumbuh panjang sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intens,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kesehatan gigi ibu hamil, mengingat tidak semua obat dapat dikonsumsi selama kehamilan.
“Ketika sudah hamil, tindakan perawatan gigi menjadi terbatas. Karena itu, sangat penting melakukan pemeriksaan gigi terlebih dahulu bagi teman-teman yang sedang merencanakan kehamilan,” imbuhnya.
Untuk penanganan pertama saat sakit gigi di kondisi darurat, seperti ketika fasilitas kesehatan jauh atau terjadi pada malam hari, dr. Gilang menyarankan cara sederhana.
“Bisa kumur air garam atau air rebusan sirih. Itu cukup membantu sebagai pertolongan awal,” katanya.
Ia juga menyampaikan berbagai tips, mulai dari teknik menyikat gigi agar gusi tidak turun (mlorot), alasan gigi bengkak tidak boleh dicabut, pilihan gigi palsu yang aman, hingga penanganan gigi goyang.
Serat Kartini Purworejo berkomitmen menggelar Sekolah Perempuan secara rutin setiap bulan.
Program ini fokus pada peningkatan kualitas perempuan di berbagai bidang, khususnya kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan.
“Kami ingin perempuan Purworejo menjadi perempuan yang cerdas, sehat, dan berkualitas. Karena itu kegiatan sekolah perempuan ini akan terus berjalan setiap bulan dengan tema yang berbeda,” tegas Titik Mintarsih.
Dengan adanya kegiatan edukatif seperti ini, Serat Kartini berharap semakin banyak perempuan Purworejo yang memahami pentingnya merawat diri dan keluarganya, terutama dalam aspek kesehatan gigi yang kerap dianggap sepele namun memiliki dampak besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







