Inspirasi

Iseng Bikin Akun TikTok, Pemuda Purworejo Ini Raup Cuan dari Jasa “Kongkon” Apa Saja

54
×

Iseng Bikin Akun TikTok, Pemuda Purworejo Ini Raup Cuan dari Jasa “Kongkon” Apa Saja

Sebarkan artikel ini
Jasa kongkon
Jasa kongkon

PURWOREJO, purworejo24.com – Berawal dari rasa gabut sepulang kerja dari Purwakarta, Lutfi Adzkiya tak pernah menyangka bahwa unggahan iseng di akun TikTok @jasakongkonpwr pada 18 September lalu akan membuka jalan rezeki baru.

Pemuda tersebut kini dikenal sebagai penyedia “Jasa Kongkon”, sebuah layanan unik di mana ia bersedia disuruh melakukan apa saja sesuai kebutuhan pelanggan mulai antar barang, belanja, hingga pekerjaan nonumum seperti transfer uang.

Awalnya cuma iseng karena pulang kampung enggak ada kegiatan setelah resign dari Purwakarta. Pas upload di TikTok, tiga hari kemudian langsung ada orderan pertama,” ujar Lutfi pada Rabu (19/11/2025).

Layanan itu ia unggah melalui akun kedua TikTok miliknya. Ia mengaku tak menargetkan viral, hanya ingin mengisi waktu sambil mencari pemasukan tambahan. Kondisi keuangan saat itu juga menjadi salah satu pemicu.

Jujur, duit tinggal Rp300 ribu. Sudah kerja masa mau minta ke orang tua, malu kan,” katanya.

Unggahannya kemudian masuk For Your Page (FYP), terutama karena menampilkan lokasi-lokasi di Purworejo. Sejak saat itu, orderan datang setiap hari.

Alhamdulillah tiap hari ada terus,” ujarnya.

Tarif Mulai Rp12 Ribu, Sehari Bisa 10–15 Alamat

Jasa Kongkon beroperasi seperti layanan personal assistant. Pelanggan bebas menyuruh apa saja selama masih dalam batas wajar. Tarif termurah dimulai dari Rp12.000 untuk jarak 0–5 kilometer. Jika lebih jauh, tarif disesuaikan per perjalanan, bukan per kilometer.

Dalam sehari, Lutfi rata-rata bisa menangani 10 alamat, bahkan pernah mencapai 15 alamat seorang diri. Saat masih bekerja berdua, ia pernah mendapat 18 alamat dalam sehari.

Saya bukan jasa ojek atau ekspedisi, lebih ke apa aja yang diminta orang. Intinya bantu,” kata pemuda yang kini mengoperasikan layanan ini sendiri.

Ia juga melayani permintaan lain lebih personal, seperti menuliskan pesan ke seseorang yang sedang bermasalah dengan pasangannya. Ia diminta datang ke alamat target dan menyampaikan pesan tertentu.

Ya apa saja kita lakukan asal bisa dapat uang, disamping itu kita juga ada niat untuk membantu,” kata Lutfi.

Dua Kali Jadi Korban Penipuan

Di balik berbagai pengalaman menarik, ada pula sisi kelam dari pekerjaannya. Lutfi pernah dua kali tertipu saat menjalankan order.

Kasus pertama terjadi saat ada pihak yang meminta bantuan transfer uang Rp350 ribu dan mengaku bekerja di usaha buket bunga. Setelah dana dikirim, orang tersebut menghilang.

Namun setelah videonya viral di TikTok, pelaku menghubungi dan mengembalikan uang, meski memotong sebagian.

Kasus kedua lebih serius. Ia diminta berbelanja kebutuhan rumah tangga dan token listrik dengan total kerugian sekitar Rp400 ribu. Setelah belanja, ia diblokir.

Setelah saya cek ke kepala tokonya, kode token-nya valid, tapi itu ternyata langsung top up ke akun sana, bukan token listrik,” tutur Lutfi.

Meski ada risiko, Lutfi mengaku jasa ini justru memperluas jaringan sosialnya. Ia sering mendapat kenalan baru hingga peluang usaha lain, misalnya dari pelanggan di Kecamatan Kemiri yang merupakan produsen bibit tanaman. Ia bahkan pernah mendapat produk gratis dari pemilik usaha yang mengetahui aktivitasnya di TikTok.

Kenalan-kenalan itu justru banyak peluangnya. Kadang dapat produk gratis, kadang dapat bantuan, seperti waktu diminta bantu distribusi sedekah dari Bruno, mobilnya pun dipinjamkan gratis,” ungkapnya.

Kini, setelah dua bulan berjalan, ia mantap melanjutkan jasa Kongkon sebagai profesi utama sembari terus mengembangkan jaringan. Baginya, pekerjaan ini bukan hanya soal cuan, tetapi pengalaman dan relasi.

Menarik sih, Mas, soalnya ada duitnya,” ucapnya sambil tersenyum. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.