Kesehatan

Ribuan Masyarakat Purworejo Manfaatkan Speling, Progam Unggulan Gubernur Jateng

80
×

Ribuan Masyarakat Purworejo Manfaatkan Speling, Progam Unggulan Gubernur Jateng

Sebarkan artikel ini
Speling di Purworejo
Speling di Purworejo

PURWOREJO, Purworejo24.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melalui program “Speling” yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah, berupaya mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Ribuan masyarakat Purworejo sudah memanfaatkan layanan ini.

Nines Dwi Rahmani dari Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo mengatakan, program yang mengacu pada Surat Edaran Gubernur Nomor 4007 Tahun 2025 ini telah menetapkan 39 lokasi di Kabupaten Purworejo sebagai fokus kegiatan.

Tujuan utamanya adalah mendekatkan layanan kesehatan untuk masyarakat,” kata Nines pada Selasa (12/8/2025).

Di Kabupaten Purworejo, Pelaksanaan Speling dibagi dalam dua tahun, yaitu 2025 dan 2026. Pada tahun 2025, terdapat 18 desa yang menjadi sasaran, dengan delapan desa telah berhasil melaksanakan kegiatan hingga saat ini.

Desa-desa yang telah melaksanakan Spelling meliputi Kedungsari, Semono, Kertosono, Kalijambe, Nggowong, Lubangsampang, Rendeng, dan yang terakhir Rowodadi di Kecamatan Grabag pada 5 Agustus lalu. Tahun 2026, program ini akan menyasar 21 desa lainnya, dengan target penyelesaian pada November 2026.

Nines mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap program ini sangat besar.

Antusias warga sangat besar, bahkan kita kadang menentukan target itu, yang hadir selalu di atas target yang kita tentukan,” ujarnya.

Setiap kegiatan Spelling menargetkan minimal 100 sasaran atau pasien, namun sebagian besar desa berhasil melampaui target tersebut. Di Lubang Sampang, misalnya, tercatat 210 sasaran, sementara di Rowodadi mencapai 200 sasaran.

Layanan spesialis yang diberikan mencakup penyakit dalam, paru, obgyn, anak, serta spesialis lain yang disesuaikan dengan unggulan rumah sakit pelaksana, seperti pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis.

Kita mengundang, karena sasaran kan sudah dipetakan, ya, dari Puskesmas yang punya wilayah, ya. Itu pasti nanti akan berdatangan di luar yang sudah dipetakan,” jelas Nines.

Pihaknya tetap memberikan layanan kepada masyarakat yang hadir di luar sasaran yang telah dipetakan.

Adapun penyakit yang paling banyak ditemukan dalam program ini adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu, ditemukan pula kasus stunting dan TBC. Untuk kasus TBC, dilakukan screening dan pengambilan sampel dahak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Yang lebih banyak, ya, paling banyak itu tadi, hipertensi, DM itu paling banyak,” jelas Nines. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.