PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Festival Literasi 2025 sebagai langkah strategis mendorong gerakan bersama peningkatan budaya membaca.
Acara ini berlangsung selama 11 hari, mulai 8 hingga 18 Agustus 2025, diikuti dengan peluncuran branding baru Perpustakaan Umum Daerah Purworejo sebagai sumber literasi, edukasi, dan inklusi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Purworejo 2025–2030, yakni Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif), di mana salah satu program unggulannya adalah Pinter Bocahe.
Festival Literasi 2025 ini lahir dari semangat untuk mewujudkan visi misi daerah, khususnya meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan dan budaya literasi masyarakat.
“Apalagi, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Purworejo saat ini masih berada di angka 78,32, kategori sedang, dan masih tertinggal dari beberapa daerah lain seperti Kabupaten Magelang yang sudah di atas 80,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Aan mengungkapkan, salah satu variabel yang memengaruhi rendahnya IPLM Purworejo adalah kecukupan koleksi buku di perpustakaan daerah yang baru mencapai 46% dari standar nasional. Berdasarkan perhitungan, Purworejo masih kekurangan sekitar 841 ribu judul buku untuk memenuhi rasio ideal.
“Ini pekerjaan besar lima tahun ke depan. Karena itu, kami membuka ruang gerakan baru melalui branding perpustakaan sebagai sumber literasi, edukasi, dan inklusi. Harapannya, branding ini memicu semangat masyarakat untuk gemar membaca, didukung koleksi buku-buku baru, termasuk best seller dan mega best seller yang diminati pembaca,” jelasnya.
Aan menambahkan, Festival Literasi 2025 mengangkat tema “Purworejo Berseri Pinter Bocahe”, merujuk pada program unggulan visi misi bupati dan wakil bupati. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Festival ini diisi lomba video konten, resensi buku, bertutur, pameran buku yang menghadirkan sejumlah penerbit dari Gramedia dan Paguyuban Penerbit Yogyakarta, pameran seni rupa, bedah buku, workshop, talk show, nonton film bareng, pentas seni, hingga pameran UMKM. Komunitas-komunitas lokal seperti Forum OSIS, seniman Purworejo, cosplay, hingga komunitas literasi juga terlibat,” paparnya.
Pada pembukaan hari ini, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., juga mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan serta melaunching logo branding baru Perpustakaan Umum Daerah.
Selain itu, akan dilakukan penandatanganan MoU Gerakan Membaca Sebulan Satu Buku (Gema Buku) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan SD Mutiara Ibu sebagai pilot project.
“Kami berharap momentum ini menjadi awal kebangkitan literasi Purworejo. Dengan sinergi pemerintah, DPRD, komunitas, dan masyarakat, target peningkatan indeks literasi dapat tercapai, dan Purworejo benar-benar menjadi kabupaten yang gemar membaca,” pungkas Aan. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







