MAGELANG, purworejo24.com – Puluhan Pengurus PGRI dari 6 Kabupaten/Kota se Eks Karisedenan Kedu, yaitu dari Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang dan Magelang Kota serta Kabupaten Kebumen, mendatangi SD ITQ As Syafi’iyah, di Dusun Cabean, Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Rabu (14/6/2025).
Kedatangan mereka ke SD itu guna memberikan bantuan tali asih kepada keluarga korban kecelakaan yang terjadi di jalan Magelang- Purworejo, ikut Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Rabu (7/6/2025) lalu.
Kedatangan PGRI disambut hangat oleh keluarga besar SD ITQ As Syafi’iyah, yang kebetulan di hari yang sama sedang akan melaksanakan kegiatan peringatan 7 hari meninggalnya 11 guru dan driver di SD ITQ As Syafi’iyah.
“Kami turut berduka cita, turut prihatin atas musibah yang menimpa guru- guru SD As Syafi’iyah Mendut ini. Dan sebagai bentuk kepedulian serta rasa empati dan rasa duka kami, kami PGRI dari 6 kabupaten/kota di eks karisedenan Kedu, bisa datang ke sekolah SD As Syafi’iyah Mendut ini dalam rangka menyampaikan rasa duka dan rasa prihatin kepada keluarga yang kena musibah, dengan memberikan tali asih, uang duka kepada keluarga yang terkena musibah, yang di berikan langsung oleh PGRI se -Eks Karisedenan Kedu. Selain itu harapanya bisa sedikit bisa meringankan kesedihan, rasa duka yang dialami keluarga termasuk keluarga yang masih penyembuhan karena masih dirawat di rumah sakit,” kata Ketua PGRI Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo, S.Pd., M.Pd, bersama Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan Spd, saat ditemui disela kedatanganya di SD ITQ As Syafi’iyah.
Disampaikan, PGRI mengedepankan solidaritas, sehingga prinsip solidaritas itu bukan hanya diucapkaan dimulut semata tetapi di aplikasikan dalam langkah- langkah nyata keluarga besar PGRI, sehingga jika ada keluarga dari PGRI, jika ada keluarga besar guru dan bahkan termasuk masyarakat pada umumnya yang terkena musibah maka PGRI mempunyai kepedulian, rasa empati untuk menyampaikan rasa duka dan keprihatinan.
“Harapan kedepan pihak sekolah tetap melaksanakan aktifitas sesuai dengan aturan yang berlaku, pelayanan pendidikan tetep berjalan walaupun pada hari merasa kehilangan 10 guru yang mungkin merupakan guru yang luar biasa, namun proses KBM tetep harus bisa berjalan dengan lancar,” harap Ketua PGRI Kabupaten Magelang H. Susno, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, Ketua Yayasan As Syafi’iyah Mendut, DR Habib Syafi’i M, bersama Kepala SD ITQ As Syafi’iyah, Nurul Faizah, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada pada PGRI yang telah hadir di SD ITQ As Syafi’iyah dengan memberikan santunan dan memberikan doa kepada guru- guru SD dan driver yang telah meninggal dunia dalam kecelakaan itu.
“Beliau jauh -jauh dari berbagai daerah hadir ke Mendut Magelang, dengan tujuan mulia hormat ke rekan- rekan guru yang kecelakaan kemarin. Sekali lagi Jazakallah Khairan Katsiran,” katanya.
Disebutkan, dalam kecelakaan maut di Desa Kalijambe, ada 11 orang yang meninggal dunia dari keluarga besar As Syafi’iyah Mendut. Mereka terdiri dari 5 guru tahfidh quran, yang merupakan hafidhoh- hafidhoh di SD ITQ As Syafi’iyah, kemudian 4 guru kelas, 1 tendik administrasi dan 1 orang driver.
“Kalau total guru ada 30 guru di SD dan 10 di TK ITQ As Syafi’iyah,” sebutnya.
Untuk sementara ini kegiatan KBM untuk siswa di liburkan, anak -anak diminta belajar dirumah, kecuali yang sedang mengikuti ujian UNBK.
“Sambil nanti dari Yayasan akan menata kembali. Kalau tentang masalah kecelakaan kita percayakan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengupas tuntas, menyelidiki secara tuntas masalah ini,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







