Ramadhan

Fran Suharmaji Ajak Pemkab dan Masyarakat Selesaikan Kompleksitas Masalah di Purworejo Secara Gotong Royong dan Guyub Rukun

148
×

Fran Suharmaji Ajak Pemkab dan Masyarakat Selesaikan Kompleksitas Masalah di Purworejo Secara Gotong Royong dan Guyub Rukun

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan buka bersama dengan kepala desa se Kecamatan Bagelen di restoran Pringsewu Purworejo, pada Sabtu (1//3/2025) sore
Suasana kegiatan buka bersama dengan kepala desa se Kecamatan Bagelen di restoran Pringsewu Purworejo, pada Sabtu (1//3/2025) sore

PURWOREJO, purworejo24.com – Ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo, H. Fran Suharmaji, menekankan pentingnya koordinasi dan kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan- permasalahan yang ada di Kabupaten Purworejo.

Dengan kompleksitas masalah yang ada di Kabupaten Purworejo, harus bersama- sama bersinergi antara eksekutif dan legislatif dalam penyelesaian setiap masalah yang ada agar keinginan untuk memajukan, mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Purworejo bisa tercapai,

Tentunya harus ada koordinasi bersama – sama baik dengan eksekutif, dengan bupati, dengan wakil bupati, dengan semua OPD dan juga semua struktural, semua masyarakat, karena saya yakin tanpa koordinasi, tanpa kerja bareng baik lintas partai ataupun dengan eksekutif maupun legislatif pasti akan kacau, maka kita harapkan nanti kita tetap bersama- sama, melihat pernasalahan- permasalahan yang ada baik yang menyangkut hukum, perencanaan, kehidupan masyarakat dan sebagainya itu bisa teratasi dengan cara kita bersama- sama, duduk bareng bersama, kita pecahkan bersama,” kata Fran Suharmaji, saat ditemui disela acara buka bersama dengan kepala desa se Kecamatan Bagelen, di Restoran Pringsewu Purworejo, pada Sabtu (15/3/2025) sore.

Fran Sujarmaji yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Purworejo menyatakan komunikasi dengan eksekutif maupun legislatif terjalin dengan baik, terlebih saat ini banyak program kedepan yang masih menjadi PR bersama.

Banyak sekali PR yang harus kita kerjakan kedepan, apalagi ini menghadapi masalah Inpres 1 dan 2, itu harus kita sikapi bersama walaupun itu tidak ada masalah, tapi permasalahan- permasalahan lain juga banyak, misalnya perkiraan silva kita di APBD 2024, yang ternyata juga harus kita pecahkan secara bersama- sama, karena itu menyangkut kinerja eksekutif dan kita harus sama- sama untuk selesaikan, sehingga bagaimana kita nanti mensiasati bareng- bareng dengan kondisi silva yang ada atau selisih silva yang ada ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Fran Suharmaji juga mengajak seluruh kepala desa khususnya di Kecamatan Bagelen untuk bersama- sama guyub rukun dalan menghadapi segala persoalan, dimana kepala desa menjadi ujung tombak dalam pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Banyak hal khususnya dimusim hujan seperti saat ini, masalah bencana nanti untuk lebih waspada, baik longsor maupun banjir dan lain sebagainya, kita bareng- bareng lah karena kalau dikelola bareng- bareng nanti bisa lebih baik lagi. Jadi nanti saya harapkan kepala desa bisa lebih berkoordinasi dengan tim- tim sukarelawan maupun struktural di desa, ada RT, RW sehingga bila terjadi sesuatu bisa cepat tertangani dan saya berharap nanti kalau ada apa- apa saya dikasih tau terlebih dahulu sehingga nanti kami bisa mengkoordinasikan ditingkat kabupaten,” jelasnya.

Fran Suharmaji saat bersama sejumlah kepala desa
Fran Suharmaji saat bersama sejumlah kepala desa

Mewakili PKB, Fran Suharmaji juga mengajak masyarakat dibulan puasa ini untuk dijadikan sarana instropeksi diri, mengkoreksi diri terkait hal -hal apa yang masih perlu dilakukan dan hal- hal apa yang tidak perlu/ tidak baik untuk dihilangkan karena pekerjaan kedepan masih sangat banyak dan membutuhkan perhatian bersana.

Kalau di Kecamatan Bagelen saya memang lebih fokus untuk masalah kebencanaan, itu tolong nanti juga diperhatikan karena jika kemarau itu selalu kekeringan, hujan sedikit kelongsoran dan kebanjiran, dan itu yang menjadi prioritas utama. Lalu bagaimana kita menindaklanjuti Perda kita tentang RTRW untuk membentuk suatu kota perbatasan atau Border City, apa yang nanti akan kita perbuat, aksi kita apa, jangan sampai disitu sudah ada RTRW tapi ternyata nanti dibelakang tidak ada tindak lanjutnya,” terangnya.

Menurutnya, untuk mewjudkan hal itu, banyak hal yang harus diperhatikan, baik menyangkut infrastruktur maupun yang lainya, karena banyaknya pertanyaan dari masyarakat terhadap Pemkab Purworejo, apa yang bisa dimanfaatkan dan apa yang bisa diperoleh dengan adanya Bandara YIA yang berada dekat dengan Purworejo.

Maka kita otomatis sebagai pemerintah daerah secara bersama- sama nanti kita mensikapi itu, peluang itu bisa kita tangkap bersama, karena kita lihat dari Wates sampai Banjaran, Kulon Progo, sekarang itu kanan kiri jalan sudah penuh dengan perkantoran, sementara di kita masih kita pikirkan, nah ini yang perlu kita tindak lanjuti bersama,” tandasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.