InspirasiLiterasi

Permudah Memahami Sastra Jawa, Nuhantra Production Terbitkan Buku Antologi Guritan Dua Bahasa Berjudul TITIR & THATHIT

144
×

Permudah Memahami Sastra Jawa, Nuhantra Production Terbitkan Buku Antologi Guritan Dua Bahasa Berjudul TITIR & THATHIT

Sebarkan artikel ini
Foto bersama dalam acara peluncuran buku Antologi Guritan Dua Bahasa berjudul TITIR & THATHIT, di Aula Perpusatakaan Daerah Kabupaten Purworejo yang berlokasi di Kutoarjo, pada Sabtu (21/9/2024).
Foto bersama dalam acara peluncuran buku Antologi Guritan Dua Bahasa berjudul TITIR & THATHIT, di Aula Perpusatakaan Daerah Kabupaten Purworejo yang berlokasi di Kutoarjo, pada Sabtu (21/9/2024).

KUTOARJO, purworejo24.com – Peluncuran buku Antologi Guritan Dua Bahasa berjudul TITIR & THATHIT Karya Soekoso DM ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono S.Sos, di Aula Perpusatakaan Daerah Kabupaten Purworejo yang berlokasi di Kutoarjo, pada Sabtu (21/9/2024).

Peluncuran buku ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wasit Diono, dan penyerahan buku kepada sejumlah tokoh, guru dan pelaku seni di Kabupaten Purworejo. Buku Antologi Guritan Dua Bahasa berjudul TITIR & THATHIT itu merupakan karya juru gurit Purworejo, Soekoso DM, dan diterbitkan oleh Nuhantra Production Purworejo.

Peluncuran buku menjadi semarak dengan sajian baca geguritan (cukilan dari TITIR & THATHIT) oleh beberapa pemaos guritan, Musikalisasi/Dramatisasi Puisi Geguritan oleh Danadi bersama Wahidin dari Grup Musik Serambi bagelen, dan dialog sastra/ bedah buku Antologi Guritan Dua Bahasa berjudul TITIR & THATHIT oleh Pengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Muhammadiyah Purworejo, Dr. Herlina Setyowati, M.MPd, serta moderator Dr Junaedi Setiyono, M.Pd.

Selain Kepala Dindikbud Purworejo, acara itu juga dihadiri sejumlah guru, peminat sastra, pelajar dan mahasiswa.

Peluncuran ini dilaksanakan atas kerjasama KOPISISA Purworejo, Nuhantra Production serta Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo,” kata Soekoso DM.

Buku itu merupakan hasil menghimpun dari 9 kumpulan puisi tunggal dan lebih dari 50 buku antologi puisi campursari bersama penulis lain yang berserak diberbagai media dan rak- rak buku di rumah Soekoso DM.

Sebanyak 80 guritan (puisi berbahasa Jawa) beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia termuat di dalam buku tersebut, yang merupakan pilihan karya yang ditulis sejak tahun 1970an hingga 2020-an.

Beragam tema kehidupan diangkat menjadi guritannya, diantaranya sejak cinta dan suka-duka manusia, angkara-murka dan kekalahan, semangat dan kesia-siaan, masalah sosial dan politik, religi dan kebudayaan, cinta tanah air dan nasionalisme, fenomena lingkungan dan kebencanaan, bahkan ada yang bernuansa legenda dan kesejarahan,” jelasnya.

Ciri-ciri sastra Jawa juga diangkatnya dengan garapan ‘unik’, seperti pada guritan Gurit Pitutur (seperti macapat Dandanggula) dan guritan Wangsalan Ngawur Abad 21 (seperti bentuk wangsalan / tebakan) dalam tembang khas Jawa.

Sengaja oleh penulis, guritan karyanya diberi terjemahan dalam Bahasa Indonesia, yang dimaksudkan agar dapat juga dipahami oleh masyarakat pembaca yang kurang atau tak paham Bahasa Jawa. Tak terkecuali bahkan ada sinyalemennya bahwa anak-cucu etnis Jawa yang dari generasi milenial kini pun bahkan banyak yang ‘nyaris’ tak kenal lagi dengan bahasa kakek-neneknya.

Kendati demikian, diakuinya proses alih-bahasa itu tak gampang, sebab ada ungkapan atau kosa-kata Jawa yang sulit diterjemahkan secara utuh dengan bahasa Indonesia, belum lagi kalau harus menyerasikan dengan persajakan atau kesamaan bunyinya.

Motivasi menulis guritan/puisi ini adalah sebagai ‘isen-isen urip’, atau memberi makna bagi kehidupan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Soekoso merasa sangat bersyukur bila kandungan renungan dan nilai-nilai positif yang nampak samar atau pun lugas dalam guritan-guritannya juga menggugah pembaca untuk mengapresiasi karya-sastra sebagai embun bening yang mencerahkan jiwa dalam pengembaraan manusia di arcapada, yang hanya ibarat ‘mampir ngombe’ ini.

Sementara itu Hantoro Wibowo dari CV Nuhantra Production selaku penerbit buku ini menyampaikan kebanggaan bisa membantu mewujudkan penerbitan buku antologi ini.

Sejak tahun 2018, awal mula menerbitkan buku, buku ini merupakan buku ke 19 yang kami terbitkan dan didaftarkan ke Perpusnas sehingga mendapatkan ISBN. Kalau keseluruhan sudah ada puluhan judul buku yang kami terbitkan, tetapi tidak semuanya kami daftarkan ke ISBN, karena beberapa pertimbangan, misal untuk kebutuhan internal, peredaran terbatas ataupun hal lain,” ungkap Hantoro.

Hantoro berharap buku ini bisa menambah bahan pustaka dan memperkaya literasi masyarakat utamanya sastra Jawa. Hantoro mengakui saat ini penulis yang masih menekuni sastra jawa sangat terbatas dan kecenderungan semakin berkurang.

Buku ini tidak hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sudah pandai berbahasa jawa, tetapi karena ditulis dua bahasa, yaitu bahasa Jawa dan terjemahan berupa Bahasa Indonesia, mudah dipahami oleh mereka yang baru belajar Bahasa Jawa sekalipun,” pungkas Hantoro. (P24/wid) 


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.