NGOMBOL, purworejo24.com – Peran Tokoh Agama dalam membangun sinergisitas, menjadi tema utama dalam kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama dengan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo, di balai pertemuan Desa Joso, Kecamatan Ngombol, pada Jumat (28/6/2024).
Dialog yang dihadiri oleh tokoh agama se- Kecamatan Ngombol itu menghadirkan tiga nara sumber, diantaranya Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, Tokoh Agama Kabupaten Purworejo, Gus Emha Saiful Mujab dan Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH Habib Sholeh.
Dialog Kerukunan Umat Beragama dengan Masyarakat diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan akan nilai-nilai moderasi beragama dan kerukunan antar umat se agama dan antar umat bergama.
“Kegiatan ini kita inisiasi berkat kerjasama dengan FKUB sehingga kita berharap ditiap kecamatan ada dialog- dialog seperti ini yaitu dialog antar kerukunan umat beragama, agar bisa kita memetakan permasalahan dan menyelesaikan masalah kedepanya,” kata Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, saat ditemui purworejo24.com, usai kegiatan.
Agus berharap dengan kegiatan itu masyarakat Purworejo bisa menjaga toleransi, menghargai perbedaan pendapat, baik perbedaan politik dan lain sebagainya.
“Tidak memecah belah, itu harapan kami, para masyarakat dibawah atau di grassroot juga tidak terpancing, sehingga kedepanya apapun program pemerintah tetep kita dukung dengan nuansa, dengan perbedaan,” jelasnya.
Dialog itu, lanjutnya, sudah yang ke empat kalinya digelar ditingkat kecamatan ditahun 2024 ini. Kedepan kegiatan itu akan lebih diintesifkan ditiap kecamatan agar pihaknya bisa memetakan persoalan yang ada dimasyarakat.
“Intinya menjaga kerukunan umat beragama,” tegas Agus.
Dalam dialog itu Gus Emha Saeful Mujab, menyampaikan bagaimana perbedaan itu dikemas kedepanya sehingga bisa menjaga perbedaan dan tidak terpancing dengan hal- hal yang merugikan masyarakat.
“Semua agama yang menjadi sandaran sudah menganjurkan untuk hidup rukun. Dalam Al Qur’an ada di Surat Ali Imran ayat 103, dalam Injil ada di Yohanes 17, dalam Weda X ada di 191. Begitupun dalam Pancasila ada di Sila ke 3 dan Filosofi Bhineka Tunggal Ika yang didengungkan sejak zaman Majapahit. Karenanya kerukunan itu menjadi hal mutlak untuk menggapai kesejahteraan dan kemakmuran,” kata Gus Emha Saiful Mujab yang akrab disapa Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH Habib Sholeh, juga menyampaikan hal yang sama sama tentang kerukunan umat beragama, bahkan Habib Sholeh lebih luas memberikan materi tentang tempat pendirian rumah ibadah yang memang dibeberapa tempat masih menjadi suatu kerawanan yang memprihatinkan, kecuali di Kabupaten Purworejo yang masih aman saat ini.
“Yang pertana diucapkan terima kasih, kegiatan ini memang disponsori oleh Kesbangpol Purworejo, ini tahun kedua, setiap kecamatan ada dialog antar umat beragama. Yang kedua tugas pokok FKUB itu melakukan dialog seperti ini, yaitu menampung aspirasi, kemudian memberikan rekomendasi, contoh bilamana ada permasalahan, pendapat FKUB itu seperti apa, itu memberikan rekomendasi,” kata KH Habib Sholeh
Terkait rekomendasi, yaitu tentang memberikan rekomendasi tempat ibadah adalah sesuatu hal yang paling pokok di FKUB.
“Tapi alhandulillah secara unum di Kabupaten Purworejo kami tetep mengacu kalau belum 90 pengguna dan sebelum 60 pendukung maka belum pernah kami itu menandatangani dan itu dirapatkan dirapat pleno. Kalau administrasi itu memang sudah clear semua, kami FKUB hanya cukup dalam seminggu rekomendasi akan keluar. Yang paling pokok adalah guyub, podo ketemu, guyub rukun itu sudah biasa. Perbedaan beragama sudah biasa, apalagi perbedaan politik, alhamdulillah di Purworejo sudah dewasa. Paling pokok adalah menjaga kerukunan baik antar umat seagama maupun antar umat beragama, lebih- lebih nanti pada Pilkada, kadang- kadang ada gesekan – gesekan kecil tapi insyaallah dengan kerjasama yang kompak antara pemerintah, tokoh agama, semua akan terkendali. Untuk Purworejo kondusif, insyaallah,” jelasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








