PemerintahanPendidikan

Tingkatkan Minat Baca Dimasyarakat, Dinpusip Purworejo Launching Titik Baca Perpustakaan dan Berikan Sertifikat Perpustakaan Sekolah

194
×

Tingkatkan Minat Baca Dimasyarakat, Dinpusip Purworejo Launching Titik Baca Perpustakaan dan Berikan Sertifikat Perpustakaan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Purworejo saat melaunching Titik Baca Perpustakaan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Kutoarjo, pada Selasa (23/4/2024).
Pj Sekda Purworejo saat melaunching Titik Baca Perpustakaan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Kutoarjo, pada Selasa (23/4/2024).

KUTOARJO, purworejo24.com – Sebanyak 14 sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendapat sertifikat Akreditasi Perpustakaan Sekolah yang  dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2023.

Sertifikat akreditasi itu diberikan dalam acara Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Sekolah dan Launching Titik Baca Perpustakaan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Kutoarjo, pada Selasa (23/4/2024).

Berkesempatan hadir dan menyerahkan Sertikat Akreditasi Perpustakaan Sekolah itu, Pj Sekda Purworejo, Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, kepada 14 sekolah yang menerima.

14 sekolah yang telah mendapat Akreditasi Perpustakaan itu diantaranya MAN Purworejo, SMP Negeri 2 Purworejo (re akreditasi), SMP Negeri 7 Purworejo, SMP Negeri 8 Purworejo, SMP Negeri 10 Purworejo, SMP Negeri 27 Purworejo, SMP Negeri 43 Purworejo, SMP Negeri 1 Purworejo, SMP Negeri 40 Purworejo, SMP Negeri 41 Purworejo, SMP Negeri 38 Purworejo, SMP Negeri 29 Purworejo, MA An Nawawi Berjan, dan SMP Negeri 33 Purworejo.

Dalam acara itu, Pj Sekda Purworejo juga melaunching Titik Baca Perpustakaan yang ditandai dengan pemotongan pita dan pemberian sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Sekolah yang sampaikan oleh Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Drs Bambang Agus Pamudji.

Acara itu dihadiri oleh sekitar 100 orang sebagai peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, dan Pengelola Perpustakaan sekolah.

Perpustakaan Sekolah ini bertujuan untuk mensosialisasikan instrument baru dalam penilaian akreditasi perpustakaan, sedangkang penilaian akreditasi perpustakaan sendiri bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan. Sedangkan Lounching titik baca ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses buku bacaan yang lebih beragam, lebih dekat, lebih cepat kepada masyarakat Kabupaten Purworejo,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Dra. Eni Sudiyati, MM.

Eni berharap dengan kegiatan itu peserta bisa mendapatkan informasi tentang perangkat akreditasi, dan persiapan-persiapan untuk visitasi penilaian.

Kabid Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Aspiyatun, menambahkan, Akreditasi Perpustakaan adalah rangkaian kegiatan proses pengakuan formal yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional untuk menetapkan bahwa suatu Perpustakaan telah memenuhi standar nasional perpustakaan (Peraturan Perpusnas Ri Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Pedoman Akreditasi Perpustakaan)

Pada tahun 2017, Dinpusip Kabupaten Purworejo memulai langkah penting dalam membina perpustakaan sekolah, meskipun kegiatan tersebut belum tercakup dalam sub kegiatan yang dianggarkan.

Setelah masa berlaku tersebut habis, lembaga perpustakaan harus mengikuti kembali proses akreditasi atau re-akreditasi perpustakaan untuk memastikan standar kualitas yang terjaga

Disimpulkan bahwa jumlah total perpustakaan di Indonesia adalah 164.610. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil, yaitu 10.368 perpustakaan (sekitar 6,2%), telah terakreditasi (A, B, atau C) dari total 13.983 perpustakaan yang dinilai. Sisanya, sekitar 154.301 perpustakaan (atau sekitar 93,8% dari total), belum terakreditasi.

Data yang kami miliki di Kabupaten Purworejo ada sekitar 788 perpustakaan, terdiri atas SD/MI ada 535, SMP/MTS ada 110, SMA/SMK/MA ada 74, PERPUSDES ada 51, dan Perpustakaan Khusus dan PT ada 18. Dari sekian lembaga sekolah dan perpusdes serta khusus dan perguruan tinggi baru ada 47 yang terakreditasi,” sebutnya.

Akreditasi Perpustakaan, lanjutnya, selain bertujuan untuk memenuhi standar ada tujuan yang lebih penting yakni untuk meningkatkan kepercayaan pemustakan terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan.

Rencana titik baca akan kami letakkan di lokasi setrategis yaitu Pasiban sebelah timur alun- alun Kabupaten Purworejo,” katanya.

Aspiyatun berharap dengan kegiatan itu bisa meningkatkan minat baca di Purworejo, karena perpustakaan pada prinsipnya sebagai pendukung pendidikan, artinya semua pelajar, mahasiswa, dan seluruh masyarakat di Kabupaten Purworejo tanpa terkecuali bisa tercerdaskan melalui perpustakaan.

Sementara itu, Pj Sekda Purworejo, Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, mengatakan, perpustakaan merupakan jantung dari sebuah lembaga pendidikan. Perpusatakaan merupakan tempat dimana ilmu pengetahuan bersarang, dimana mimpi-mimpi digerakkan, dan dimana generasi penerus kita dibimbing untuk menjadi manusia yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Perpustakaan sebagai pendukung pendidikan sangat berperan dalam ikut mendukung keberhasilan proses belajar mengajar untuk mencerdaskan siswa siswi sekolah.

Oleh karena itu, perpustakaan harus terus ditingkatkan kualitasnya, antara lain melalui proses akreditasi,” katanya.

Menurutnya, Akreditasi perpustakaan mencerminkan komitmen untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas kepada generasi bangsa. Melalui proses akreditasi, dapat menjamin bahwa fasilitas pendidikan memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga para siswa mendapatkan akses yang setara terhadap sumber daya pendidikan yang berkualitas.

Adapun terkait dengan titik baca yang merupakan layanan perpustakaan berbasis digital, lanjutnya, bertujuan untuk memudahkan semua masyarakat untuk mengakses buku bacaan. Karena hanya dengan mengakses barcode, maka akan dapat langsung terkoneksi dengan koleksi buku-buku digital yang disediakan. Dengan adanya titik baca ini, diharapkan semakin meningkatkan minat baca masyarakat dan juga menambah wawasan masyarakat dalam memperoleh berbagai ilmu pengetahuan.

Bekerjasama dengan KUBUKU, peluncuran Titik Baca eBook di Alun-Alun Purworejo merupakan langkah progresif dalam menyambut era digitalisasi. Dunia semakin terhubung melalui teknologi, sehingga Pemerintah harus memastikan bahwa setiap warga memiliki akses yang setara terhadap informasi dan pengetahuan,” ujarnya (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.