Dapat Pemenuhan Alat Bantu, Ratusan Penyandang Disabilitas dan Lansia di Purworejo Ikut Simulasi Layanan Terpadu

oleh -
oleh
Launching Pelayanan Terintregasi Terpadu Pemenuhan Alat Bantu bagi Disabilitas oleh Plt Bupati Purworejo, yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo, Ahmad Zaenudin, S.IP, di Gedung Bima RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, pada Rabu (29/11/2023).

 

PURWOREJO, purworejo24.com — Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb), Dinas Kesehatan dan DP3APMD bersama RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Organisasi Penyandang Disabilitas dan Organisasi Lansia menggelar Simulasi Layanan Terpadu Pemenuhan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia, di Gedung Bima RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.

Simulasi dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu (29/11/2023) dan Kamis (30/11/2023).

Kegiatan itu melibatkan setidaknya 160 calon penerima manfaat penyandang disabilitas dan lansia di wilayah Kabupaten Purworejo.

Adapun simulasi layanan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia yang diberikan adalah alat bantu pendengaran, alat bantu penglihatan, alat bantu PNO dan mobilitas, alat bantu kursi roda, pelayanan dokter umum, dan pemeriksaan dokter spesialis.

Simulasi dibuka secara resmi dengan Launching Pelayanan Terintregasi Terpadu Pemenuhan Alat Bantu bagi Disabilitas oleh Plt Bupati Purworejo, yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo, Ahmad Zaenudin, S.IP, pada Rabu (29/11/2023).

Hadir dalam seremoni pembukaan Simulasi Layanan Terpadu Pemenuhan Alat Bantu itu, Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Chatarina Sari, S.E, Direktur RSUD dr. Tjitriwardojo, dr, Tolkha Amaruddin, Sp. THT-KL, M.Kes, Ketua Tim Kerja Kesehatan Kelompok Rentan, Dit.UPL Kemenkes RI, dr. Astuti, M.K.K.K, Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr. Sudarmi, MM, Kepala DP3APMD, Laksana Sakti AP MSi, dan segenap tamu undangan.

Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Chatarina Sari, dalam sambutanya, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Purworejo yang berkomitmen tinggi dalam memastikan tidak tertinggalnya penyandang disabilitas dan lansia dalam pembangunan yang ditunjukkan melalui Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Purworejo Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hal-Hak Penyandang Disabilitas dan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia.

“Kebijakan tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dalam memastikan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas dan lansia melalui berbagai program yang dicanangkan dan diimplementasikan di kabupaten Purworejo ini. Kebijakan tersebut juga sangat mendukung upaya pemerintah dalam memastikan program – program tetap berpihak terhadap penyandang disabilitas dan lansia,” kata Chatarina Sari.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Proyek Pemenuhan Layanan Alat Bantu Penyandang Disabilitas dan Lansia yang didukung oleh HelpAge Internasional sudah menginisiasi adanya alur dan mekanisme layanan alat bantu.

Inisiasi ini dilakukan oleh Kelompok Kerja Pemenuhan Alat Bantu yang terdiri dari unsur pemerintah, lembaga sosial, organisasi penyandang disabilitas dan lansia. Kelompok kerja saat ini sudah memiliki rancangan mekanisme layanan alat bantu berdasarkan hasil pembelajaran Jaminan Kesehatan Khusus Terpadu yang dilaksanakan oleh BAPELJAMKESOS DIY.

Sebagai langkah konkret, Kelompok Kerja Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo melaksanakan simulasi layanan alat bantu bagi calon penerima manfaat yang membutuhkan alat bantu. Simulasi alur dan mekanisme layanan yang dikembangkan, disertai juga dengan penyediaan alat bantu sesuai dengan yang dibutuhkan.

Simulasi itu menjadi satu pembelajaran mengenai alur layanan yang sesuai dengan potensi di Purworejo. Selain itu, dengan adanya simulasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi calon penerima manfaat untuk mendapatkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan.

“Terimakasih untuk semua dukungan, kolaborasi dan sinergi dari semua stakeholder yang terbangun dalam simulasi layanan alat bantu ini. Kiranya kerja- kerja kolaboratif ini akan terus berlanjut dan terus berinovasi serta dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap para penyandang disabilitas dan lansia,” lanjutnya.

Dijelaskan, Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat di Yogyakarta di bawah YAKKUM (Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum) yang mempunyai mandat untuk mendukung orang dengan disabilitas untuk memenuhi hak- hak mereka dengan membangun masyarakat yang inklusif melalui layanan yang berkualitas, terjangkau dan terpadu. Selama lebih dari 41 tahun PRY telah memberikan berbagai pelayanan secara holistik bagi lebih dari 17.000 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Direktur RSUD dr. Tjitriwardojo Purworejo, dr, Tolkha Amaruddin, mengatakan, simulasi itu adalah bentuk kolaborasi dari berbagai pihak dan dipelopori oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

“Terima kasih kepada Pusat Rehabilitasi YAKKUM karena kegiatan ini menjadi titik awal agar kita semakin peduli terhadap disabilitas. Harapan kedepan kita, penyandang disabilitas bisa lebih mandiri dan membantu kita bersama dalam pembangunan masyarakat yang berdaya saing,” katanya.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Kelompok Rentan, Dit.UPL Kemenkes RI, dr. Astuti, juga menyampaikan apresiasi atas inisasi dari Pemerintah Daerah Kabupqten Purwerjo yang bekerjasama dengan YAKKUM dalam membentuk kelompok kerja pemenuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

“Semoga dengan dibentuknya Pokja ini akan memudahkan penyandang disabilitas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, mendapatkan diganosis pasti, mendapatkan rekomendasi alat bantu yang adaptif, serta tentunya pada akhirnya mendapat alat bantu yang paling sesuai untuk kebutuhan mereka. Pembelajaran Kabupaten Purworejo besama YAKKUM ini akan kami bawa ketingkat pusat untuk dapat diadvokasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait agar dapat direplikasi dan menjadi standar alur, kerjasama, penyediaan dan pendistribusian alat bantu bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo, Ahmad Zaenudin, mengatakan, simulasi layanan alat bantu bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia adalah inisiasi dan inovasi yang berangkat dari keprihatinan bersama.

“Tidak semua penyandang disabilitas bisa mengakses informasi, alur dan prosedur, anggaran bantuan sosial. Berangkat dari sini, Pemkab Purworejo kembali menekan dan bersama- sama memenuhi hak penyandang disabilitas yang didukung oleh YAKKUM. Hari ini adalah simulasi on practice. Mulai dari input, proses dan outputnya. Hasil akhirnya mereka akan dapat alat bantu,” pungkasnya. (P24/Wid)