PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kelurahan Pangenrejo, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar pagelaran wayang kulit dan campursari semalam suntuk. Wayang kulit digelar sebagai puncak acara dari rangkaian kegiatan merti desa atau merti bumi tahun 2023 Kelurahan Pangenrejo.
Meski sempat diguyur hujan dan gerimis, kegiatan merti bumi itu tidak menyurutkan semangat warga masyarakat Kelurahan Pangenrejo, mereka antusias datang guna menghadiri dan menonton pagelaran wayang kulit yang digelar semalam suntuk di lapangan Ciluek Kelurahan setempat, pada Sabtu 18 Februari 2023 tersebut.
Tampak hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Stepanus Aan Isa Nugraha, budayawan Purworejo, Soekoso DM, Muspika Purworejo, tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Pangenrejo. Kegiatan merti bumi juga membawa berkah bagi warga sekitar dengan menggelar lapak atau berjualan di lokasi merti bumi.
Lurah Pangenrejo, Lepot Agusmanto, saat ditemui di sela kegiatan Merti Bumi Pangenrejo mengatakan, rangkaian kegiatan merti desa atau merti bumi Kelurahan Pangenrejo tahun 2023, telah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu, yaitu dengan melaksanakan kerja bakti dan pemasangan umbul-umbul di lapangan Ciluek pada Minggu, 12 Februari 2023, lalu ziarah makam ke makam Sitaru dan Semawung, makam Kebondalem dan Kusumoyudo serta makam Sasono loyo pada Kamis 16 Februari 2023.
Dilanjutkan bersih beji di RT 1 RW 6 pada Jumat 17 Februari 2023, kirab budaya dan kenduri agung di lapangan Ciluek serta pada Sabtu 18 Februari 2023 siang, dan sebagai puncak acara kegiatan merti desa atau merti bumi yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Sunarpo Guno Prayitno dari Desa Dudukulon Kecamatan Grabag dengan lakon Semar Bangun Kayangan yang dilaksanakan di lapangan Ciluek pada Sabtu 18 Februari 2023 malam.
“Kegiatan ini dilaksanakan dikandung maksud adalah merupakan rasa syukur kehadirat Allah SWT, di mana masyarakat telah diberikan keselamatan, keberkahan dan ketenreman dan juga mohon kepada Yang Maha Kuasa dalam olah pertanian dan berbagai macam bidang pekerjaan selalu mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT,” kata Lepot.
Merti desa atau merti bumi, jelas Lepot, merupakan kegiatan rutin yang dillksanakan warga di Kelurahan Pangenrejo, namun untuk pagelaran wayang kulit tidak digelar setiap tahun, melainkan dilaksanakan pada setiap tahun ganjil.
“Semenjak yang saya ketahui yaitu sejak tahun 2013 untuk acara merti dusun atau merti bumi ini memang dilaksanakan setiap tahunnya yaitu pada bulan rajab, namun kalau pelaksanaan wayang kulit tidak dilaksanakan setiap tahun, tetapi bergantian dengan kegiatan lain yakni pengajian akbar.
Jjika tahun ganjil itu digelar wayang kulit jika tahun genap digelar pengajian akbar, dan kebetulan di tahun 2023 ini merupakan tahun ganjil, maka digelar pagelaran wayang kulit. Hal itu sudah ditetapkan oleh para tokoh dan sesepuh, karena kaitannya dengan efisiensi biaya maka dilakukan pergantian,” jelasnya.
Lepot berharap, untuk tahun yang akan datang merti desa atau merti bumi Pangemrejo akan dikemas lebih gayeng lagi, tentunya dengan doa dan dukungan dari masyarakat.
“Harapan ke depan kami memohon doa dan dukungan semoga kegiatan merti bumi tetap eksis dan semakin ada antusias dari warga masyarakat untuk menambah semaraknya acara kegiatan dalam rangka merti dusun atau merti bumi Kelurahan Pangenrejo ini,” harapnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







