InspirasiSeni Budaya

Ada yang Kenal Sosok Pujangga yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Ternyata Pahlawan Nasional Indonesia

75
×

Ada yang Kenal Sosok Pujangga yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Ternyata Pahlawan Nasional Indonesia

Sebarkan artikel ini
Google Doodle 5 Nopember 2022, menampilkan Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, pahlawan nasional Indonesia
Google Doodle 5 Nopember 2022, menampilkan Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, pahlawan nasional Indonesia

PURWOREJO, purworejo24.com – Ada yang beda hari ini saat membuka google. Google Doodle menampilkan sosok pria berkaca mata dan berpeci dibalut dengan gambar buku dan pena bulu. Siapakah sosok tersebut? Beliau adalah Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, pahlawan nasional Indonesia.

Melansir dari Wikipedia Indonesia Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad adalah seorang  ulamasejarawan, dan pujangga pada abad 19.  Raja Ali Haji lahir di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1808 atau 1809, keturunan Bugis dan Melayu, putra dari Raja Ahmad yang bergelar Engku Haji Tua sesudah pergi ke Mekkah untuk ziarah, cucu dari Raja Haji Fisabilillah. Fisabilillah adalah keturunan keluarga kerajaan Riau, yang merupakan keturunan prajurit Bugis yang datang ke daerah Riau pada abad ke-18. Ibunya bernama Encik Hamidah binti Malik, adalah wanita keturunan Bugis yang juga saudara sepupu dari ayahnya.

Raji Ali Haji tumbuh besar dan menjalani sebagian besar kehidupannya, termasuk juga pendidikannya di Pulau PenyengatKesultanan Lingga. Daerah tersebut kini adalah bagian dari Provinsi Kepulauan Riau.

Raja Ali Haji terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu, melalui buku Pedoman Bahasa.  Buku tersebutlah yang menjadi standar bahasa Melayu atau bahasa Melayu baku, yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia.

Beliau memiliki karya besar yang sangat masyhur yakni Gurindam Dua Belas yang ditulis pada tahun 1847. Karyanya tersebut menjadi pembaru karya-karya sastra pada masanya. Selain itu beliau juga menulis Kamus Bahasa Melayu Riau-Lingga penggal pertama yang berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa. Buku ini merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.

Selain itu beliau juga menulis Syair Siti ShianahSyair Suluh PegawaiSyair Hukum Nikah, dan Syair Sultan Abdul Muluk, juga “Bingkisan Berharga” tentang sejarah Melayu yang berjudul Tuhfat al-Nafis (1860). Meski demikian ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa Tuhfat tersebut ditulis lebih dulu oleh ayahnya yang juga sastrawan, Raja Ahmad, dan Raji Ali Haji hanya meneruskan saja.

Karya-karya Raja Ali Haji yang lain diantaranya Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik), Silsilah Melayu dan Bugis (1865), Bustan Al-Khatibin (1857), Kitab Pengetahuan Bahasa -tidak selesai- (1850), Intizam Waza’if al-Malik (1857), dan Thamarat Al-Mahamah (1857).

Karena jasa-jasanya, Raja Ali Haji akhirnya pada 5 November 2004 ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Republik Indonesia. (*Sas)

 


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.