Bantu Renovasi Masjid dan Mushola, Ribuan Offroader Jateng dan DIY Gelar Baksos Jelajah Bumi Ngadirejo

oleh -
Baksos Jelajah Bukit Bumi Ngadirejo Patco Feat Kopdar STN #10
Baksos Jelajah Bukit Bumi Ngadirejo Patco Feat Kopdar STN #10

KALIGESING, purworejo24.com – Ribuan offroader trail asal Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur mengikuti kegiatan bakti sosial di Desa Ngadirejo Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu 19 Juni 2022.

Event yang dikemas dengan nama Baksos Jelajah Bukit Bumi Ngadirejo Patco Feat Kopdar STN #10 itu digelar untuk membantu renovasi fasilitas tempat ibadah baik masjid dan mushola yang ada di Desa Ngadirejo.

Kegiatan itu dilaksanakan juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bayangkara ke-76 Polres Purworejo dan silaturahim antar pegiat offroad, juga mengembangkan potensi desa wisata Ngadirejo.

Kades Ngadirejo, Agus Muzamil, mengatakan, terdapat ribuan offroader baik yang tergabung dalam Purworejo Adventure Traill Community (PATCO) dan STN dari Jawa Tengah, DIY dan beberapa dari Jawa Timur, hadir dan mendukung kegiatan baksos itu.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan Baksos trabas bukit di Desa Ngadirejo dalam rangka renovasi masjid dan mushola se-Desa Ngadirejo bareng dengan PATCO dan STN, yang Insya Allah datang semua baik dari Kedu atau Jateng dan DIY, ada juga yang dari Jawa Timur, karena STN ini kan nasional, dan selama ini kegiatan lokal sudah ada PATCO dan kita tambah lagi STN biar bisa lebih luas lagi, ada 1.000-an lebih peserta yang ikut Baksos ini,” kata Agus Muzamil, saat ditemui di sela kegiatan.

Dikatakan, dalam kegiatan itu ada dua track yang dilalui oleh offroader, yaitu jalur ada tanjakan. Yang jalur merupakan track untuk yang fun dan yang tanjakan disediakan untuk penghobi.

“Ini dalam rangka bakti sosial masjid dan mushola dan HUT Bayangkara juga silaturahim antara pegiat Offroad, dengan slogan kami yaitu hobi kita offroad jiwa kita sosial. Selain itu ini juga dalam rangka mengembangkan potensi Desa Ngadirejo salah satunya adalah destinasi wisata, dimana ke depan kita ingin Desa Ngadirejo ini bisa menjadi desa wisata offroad baik untuk 4×4  yang fun maupun yang ekstrim kemudian ada offroad 2 x 1 yaitu motor trail baik yang fun maupun yang ekstrim,” lanjutnya.

Kegiatan itu berdampak bagi warga masyatakat Desa Ngadirejo, yang sudah bekerja bakti, bersusah payah dalam rangka menyiapkan jalur yang sebelumnya belum ada sama sekali, namun berkat gotong royong warga berhasil membuat jalur track sejauh 25 KM.

“Dan dampaknya lagi banyak kita temukan para pedagang baik dari Desa Ngadirejo maupun dari desa lain yang punya warung tumpah kejalan untuk menerima tamu, dengan menyediakan aneka jajanan kuliner dan usaha UMKM-nya,” ujarnya.

Track yang dibuat warga, jelasnya, merupakan track dengan melewati lahan milik warga sebanyak 30 persen dan 70 persen milik Perhutani. Untuk 70 persen lahan milik Perhutani ada lahan seluas 43 hektar, dan track itu ke depan masih akan dikembangkan dan ditata secara baik lagi.

“Untuk lahan milik Perhutani kita melewati bukit Jos atau Joho sampai Suwaru. Joho sendiri ada tanjakan dan Suwaru yang menjadi tempat finish-nya. Ngadirejo Insya Allah akan kembangkan lahan yang ada di lahan Perhutani untuk menjadi track atau wisata offroad dengan dua bukit yang kita rintis yaitu Joho dan Suwaru yang kita berinama dengan wisata Joho Adventure,” jelasnya.

Dari hasil sementara, dalam Baksos itu telah terkumpul dana sebanyak 111.500.000, dan rencananya dana itu akan dialokasikan untuk membantu renovasi 5 tempat ibadah baik 3 masjid dan 2 mushola yang ada di Desa Ngadirejo.

Offroader wanita yang masih pelajar di SMA N 7 Purworejo, Sevia AP, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan Baksos itu. Dirinya mengaku senang dan memiliki hobi trail sejak kecil.

“Asyik aja bisa ikut baksos ini, dan tanjakanya seru, saya suka trail karena hobi sejak kecil,” katanya.(P24/wid)

One thought on “Bantu Renovasi Masjid dan Mushola, Ribuan Offroader Jateng dan DIY Gelar Baksos Jelajah Bumi Ngadirejo

Tinggalkan Balasan