InspirasiKesehatan

PMI Purworejo Jamin Donor Tidak Berisiko Tertular Covid-19

157
×

PMI Purworejo Jamin Donor Tidak Berisiko Tertular Covid-19

Sebarkan artikel ini
Seorang pendonor diperiksa kesehatannya sebelum mendonorkan darahnya di PMI Kabupaten Purworejo.
Seorang pendonor diperiksa kesehatannya sebelum mendonorkan darahnya di PMI Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejak Virus Corona merebak, Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo kian menipis. Menyikapi kondisi ini, PMI mengajak kepada masyarakat, khususnya pendonor aktif, untuk dapat mendonorkan darahnya.

Riyadi, staf pelayanan donor darah PMI Kabupaten Purworejo, saat dikonfirmasi purworejo24.com menyebut ada 2 sumber utama pasokan darah di PMI, yakni pendonor yang aktif mendatangi PMI dan mobile unit atau pendonor serta kelompok-kelompok yang didatangi PMI. Secara persentase, jumlah pendonor aktif sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhan.

“Persentase yang lebih besar itu dari kelompok donor yang kita datangi, seperti dengan menggelar donor darah massal. Nah, dengan adanya wabah Virus Corona saat ini, sesuai anjuran pemerintah semua kegiatan donor massal kita cancel sehingga stok darah memang menipis,” katanya pada Minggu (29/03/2020).

Ia mengatakan sedangkan kebutuhan darah masih tetap sama seperti hari-hari biasanya. Dari data yang dimiliki per Sabtu (28/03/2020), minimnya stok cukup terlihat. Ketersedian darah golongan A sebanyak 28 kantong, golongan B sebanyak 38 kantong, golongan AB sebanyak 16 kantong, dan golongan O hanya 6 kantong.

“Golongan O ini yang biasanya banyak, sekarang mengkhawatirkan. Untuk hari ini mungkin masih aman, tapi kita khawatir untuk jangka waktu ke depan karena tanggap darurat Corona ini kan masih sekitar 2 bulan lagi,” katanya.

Menurut Riyadi, kebutuhan darah rata-rata pada kondisi normal sekitar 700-800 kantong per bulan. Jumlah itu untuk menyuplai permintaan bank darah yang ada di RSUD Dr Tjitrowardojo, RS Palang Biru, dan sejumlah rumah sakit yang ada di Purworejo.

“Perkiraan kita, kebutuhan darah ke depan masih tetap sama, bahkan mungkin malah bisa naik ya,” lanjutnya.

Guna menyikapi kondisi ini, PMI merencanakan untuk mengaktifkan broadcast atau pesan ajakan berdonor melalui Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah (Simudda) bagi pendonor terdata. Sementara untuk masyarakat umum yang ingin berdonor tetapi tidak memungkinkan datang ke PMI, ada layanan jemput bola. Selain mendapat souvenir menarik, pendonor juga akan mendapat tambahan hand sanitizer.

“Kita memahami kondisi ini ya karena kan memang ada himbauan pemerintah untuk tinggal di rumah. Jadi sebisa mungkin kita akan aktif jemput bola, tapi bagi yang masih memungkinkan kesini itu sangat membantu kami,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa selama masa tanggap darurat Corona, PMI menerapkan prosedur khusus dalam pelaksanaan donor darah. Pemeriksaan awal lebih selektif, antara lain dengan adanya deteksi awal Corona. PMI juga menggencarkan sosialisasi bahwa donor tidak berisiko tertular Covid-19. Pasalnya, ada protocol khusus yang diterapkan, seperti pembersihan rutin ruangan donor menggunakan disinfektan serta adanya APD khusus petugas.

“Kita sediakan dua formulir sebelum berdonor. Yang satu formulir biasa, satunya deteksi awal corona, seperti ada tidaknya batuk, demam, dan sebagainya. Jadi jangan khawatir, berdonor tetap aman,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.