Dilewati Ribuan Pengunjung Keraton Agung Sejagat, Kondisi Jembatan Gantung Semakin Memprihatinkan

oleh -
Besi jembatan yang sudah berkarat sejak di bangun tahun 1993 belum pernah diganti
Besi jembatan yang sudah berkarat sejak di bangun tahun 1993 belum pernah diganti

BAYAN, purworejo24.com – Ramainya pemberitaan tentang kemunculan Keraton Agung Sejagat membuat ribuan orang berbondong-bondong ke lokasi keraton di Desa Pogungjurutengah, Purworejo Jawa Tengah. Salah satu akses yang bisa dilewati untuk menuju ke lokasi adalan melewati Jembatan gantung yang menjadi akses termudah menuju lokasi tersebut. Sayangnya jembatan gantung yang sejak dibangun tahun 1993 kondisinya memprihatinkan.

Kepala Desa Pogungjurutengah, Slamet Purwadi menjelaskan bangunan jembatan tersebut memang sudah beberapa kali diperbaiki tapi hanya sebagian saja khususnya di bagian bawah jembatan. Jembatan tersebut juga pernah mengalami kerusakan yang cukup parah 14 tahun silam. Terlihat besi pada jembatan tersebut sudah berkarat dan tak pernah diganti sejak dibangun hampir 30 tahun yang lalu.

“Pembangunan tanun 1993 direhap sering paling bawahannya aja, Kayu untuk alasnya mas,” katanya saat dikonfirmasi purworejo24.com.

Petugas mengatur muatan di jembatan gantung menuju keraton agung sejagat.
Petugas mengatur muatan di jembatan gantung menuju keraton agung sejagat.

Kodisi jembatan semakin memburuk setelah ribuan orang melewati jembatan tersebut untuk melihat Keraton Agung Sejagat. Kondisi jembatan yang dilandasi dengan papan sebagian hanya di tali dengan kawat seadanya.

“Terakhir dipugar 2016 dan tapi untuk seling sama besi Drunung dari pembuatan sampai sekarang belum pernah diganti mas,” ungkap Slamet

Tulisan pemberitahuan di Jembatan Gantung Pogungjurutengah
Tulisan pemberitahuan di Jembatan Gantung Pogungjurutengah

Sementara itu untuk mengantisipasi agar tidak melebihi kapasitas di jembatan tersebut dijaga oleh petugas khusus yang diinisiasi oleh warga. Teguh satunya, berbekal 1 sempritan ia bertugas mengatur muatan yang ada di jembatan yersebut agar tidak membahayakan.

“Muatan antara maksimal 10 orang mas, tidak boleh lebih agar aman. Karena melihat kondisi jembatan seperti ini,” katanya. (P24-Bayu)