Dipindah Puluhan Kilometer, Batu Besar dari Bruno akan Dibuat Prasasti World Empire

oleh -8 views
Batu besar yang dipindah dari Desa Plipiran.

BAYAN, purworejo24.com – Teka-teki keberadaan dan kegunaan batu besar dengan diameter sekitar 1,6 meter yang dipindah dari Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Purworejo Jawa Tengah dan sempat viral di media sosial ini akhirnya terjawab. Saat ini batu tersebut berada di Desa Pogungjurutengah Kecamatan Bayan dan menjadi bagian dari pembangunan World Empire atau Keraton Agung Sejagat.

Menurut Jayaningrat, salah satu sesepuh komunitas World Empire, keberadaan batu yang diperoleh dari Desa Plipiran tersebut nantinya akan dibuat prasasti oleh komunitas tersebut sebagai penanda perubahan zaman.

“Ya ini terkait dengan batu kami dari World Empire memang akan kita buat untuk Prasasti Perubahan dari Zaman Kolobendu ke Zaman Kolosebo, jadi intinya dari kanjeng sinuwun (Toto Santoso Hadiningrat) menerangkan bahwa intinya untuk penanda perubahan,” ucapnya kepada purworejo24.com saat ditemui di Ndalem Pentagung, Desa Pogungjurutengah, Purworejo.

Pembangunan World Empire di Desa Pogungrejo, Kecamatan Bayan.
Pembangunan sendang sebagi bagian dari World Empire di Desa Pogungrejo, Kecamatan Bayan.

Pemindahan batu ini sendiri sempat viral di media sosial. Upaya pemindahan batu dari pinggir jalan di Desa Plipiran, Bruno ini sempat diwarnai dengan kejadian kesurupan dan rusaknya alat berat yang digunakan. Batu besar ini berhasil dipindah setelah diadakan ritual khusus.

Namun hal mistis terkait batu ini ditepis oleh Jayaningrat. Menurutnya bahwa batu yang sekarang berada di halaman belakang rumahnya itu tidak ada unsur mistisnya sama sekali hanya batu biasa yang akan dijadikan prasasti.

Lebih lanjut ia menerangkan batu tersebut baru akan dibuat prasasti yang akan dikerjakan oleh seorang empu yang mampu membuat dan mengukir prasasti. Nantinya prasasti akan dibuat dengan menggunakan aksara jawa.

“Empu Wijoyoguno dari Wonosobo yang nantinya akan mengukir prasasti ini dengan menggunakan aksara Jawa, meskipun saya juga tidak bisa bahasa Jawa,” ucapnya sambil berkelakar.

World Empire atau Keraton Agung Sejagad akan dilengkapi dengan sendang dan pendopo.
World Empire atau Keraton Agung Sejagad akan dilengkapi dengan sendang dan pendopo.

Jayaningrat menambahkan World Empire ini sudah ada sejak Deklarasi Perdamaian di Borobudur pada tahun 2018. Meskipun baru resmi pada tahun 2018 namun embrio dari World Empire ini sudah ada sejak 4 tahun yang lalu. Menurutnya sejak diresmikannya sudah ada beberapa Ndalem yang terbentuk.

“Kalau kami menyebutnya bukan korwil ya, kita menyebutnya Ndalem-ndalem, ada ndalem disini (Pogungrejo) kebetulan kami menyebutnya Ndalem Pentagung yang berdomisili di Pugungjurutengah, Ndalem Keramen Juga ada, Ndalem Pakem Juga ada, Ndalem Prambanan juga ada,” lanjutnya.

World Empire atau Keraton Agung Sejagad ini nantinya bertujuan akan mengembalikan kejayaan nusantara yang pada masa lampau pernah berjaya.

“Ini kita bersinergi semua dalam arti untuk mengembalikan kejayaan Nusantara, lha ini kami dari World Empire akan mengembalikan Nusantara seperti itu,” tandasnya.

Selain membuat prasasti dari batu yang datang pada Sabtu (28/9/2019) pagi tersebut Jayaningrat juga membuat pendopo dan sendang untuk komunitasnya yang saat ini lagi dalam proses pembuatan. (P24-Byu)

Tinggalkan Balasan