NGOMBOL, purworejo24.com – Menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah, keluarga besar SMK Negeri 4 Purworejo menggelar Salat Istisqa di Lapangan Utama sekolah, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus momentum memperkuat keimanan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Salat Istisqa mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit melalui Salat Istisqa: Meningkatkan Keimanan, Memperkuat Muhasabah, dan Memohon Rahmat Allah Swt. berupa Hujan demi Keberkahan Kehidupan.”
Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti Kepala SMKN 4 Purworejo Dra. Indriati Agung Rahayu, M.Pd., beserta guru, karyawan, taruna-taruni, jajaran komite sekolah, pengawas sekolah, kepala desa dan perangkatnya, serta tokoh masyarakat setempat.
Salat dipimpin oleh Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I., guru Pendidikan Agama Islam SMKN 4 Purworejo, yang sekaligus menyampaikan khutbah.
Kepala SMKN 4 Purworejo, Indriati Agung Rahayu, mengatakan, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah Swt. di tengah kondisi kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air dan aktivitas masyarakat.
Ia mengajak seluruh warga sekolah menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., melakukan introspeksi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Semoga melalui ikhtiar dan doa bersama ini, Allah Swt. segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi semua. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan,” ujarnya.
Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA, SMK, dan SLB Kabupaten Purworejo, Faizal, S.Ag., M.Pd.I., turut mengapresiasi inisiatif SMKN 4 Purworejo dalam menyelenggarakan Salat Istisqa sebagai bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut mengingatkan manusia akan keterbatasannya dan pentingnya memohon pertolongan Allah Swt., terlebih ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan berbagai bencana.
“Atas nama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, di mana baru pertama kalinya dilaksanakan Salat Istisqa pada jenjang SMK dan SMA di Kabupaten Purworejo. Tentunya kegiatan ini menjadi satu bentuk ikhtiar kita, melihat saudara-saudara kita yang terkena bencana kekeringan, termasuk juga kebakaran di berbagai wilayah Indonesia,” tandasnya.
Dalam khutbahnya, Muhammad Ridho Muttaqin menjelaskan bahwa Salat Istisqa merupakan ibadah yang disyariatkan untuk memohon kepada Allah Swt. agar menurunkan hujan ketika manusia menghadapi kekeringan dan membutuhkan air.
Ia mengingatkan bahwa air merupakan nikmat besar yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan. Karena itu, kemarau panjang hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan alam, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
Ridho mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istigfar, bertobat dengan sungguh-sungguh, memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan amal saleh, menunaikan hak sesama, serta memperkuat persaudaraan.
Ia juga mengingatkan jamaah pada pesan Al-Qur’an dalam Surah Nuh ayat 10–12 tentang ajakan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya untuk memohon ampunan kepada Allah Swt. dan janji berbagai karunia-Nya, termasuk turunnya hujan.
Menurutnya, doa dan tawakal perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata dalam menghadapi dampak kemarau. Seluruh warga sekolah dan masyarakat diajak menjaga sumber air, menghemat penggunaan air bersih, memelihara pepohonan, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Keadaan ini hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan meningkatkan kepedulian. Doa dan tawakal harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata,” pesannya.
Menutup khutbah, ia mengajak seluruh jamaah menundukkan hati, memohon ampunan, dan berdoa agar Allah Swt. segera menurunkan hujan yang membawa manfaat, bukan bencana. Jamaah juga memohon kecukupan air, perlindungan dari kekeringan berkepanjangan, serta kehidupan yang aman, sehat, dan penuh keberkahan.
Melalui kegiatan tersebut, SMKN 4 Purworejo berharap nilai-nilai spiritual tidak hanya tumbuh dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, terutama melalui kepedulian terhadap sesama, penghematan air, dan pelestarian lingkungan.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









