Pemerintahan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, LSM SMS Purworejo Dorong Kemandirian Keuangan Daerah

51
×

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, LSM SMS Purworejo Dorong Kemandirian Keuangan Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketua LSM Surya Mentari Semesta (SMS) Purworejo, Arbaah Mintaraga
Ketua LSM Surya Mentari Semesta (SMS) Purworejo, Arbaah Mintaraga

PURWOREJO, purworejo24.com – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan Wakil Bupati Dion Agasi Setyabudi yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo, berbagai harapan terhadap kemajuan daerah kembali menguat.

Ketua LSM Surya Mentari Semesta (SMS) Purworejo, Arbaah Mintaraga, menyampaikan refleksi sekaligus sejumlah masukan strategis untuk mendorong kemandirian dan kemajuan daerah.

Menurut Arbaah, satu tahun kepemimpinan menjadi momen penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat langkah ke depan.

Ia menilai, kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini masih terkonsentrasi pada ketergantungan terhadap Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) relatif masih kecil.

Di usia ke-195 Kabupaten Purworejo, tentu masyarakat menaruh harapan besar agar daerah ini bisa lebih baik dalam segala hal. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan kemandirian keuangan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti program unggulan kepala daerah, yakni Pitulungan. Masyarakat, kata dia, berharap program tersebut tidak berhenti pada slogan, melainkan benar-benar terealisasi dalam bentuk kebijakan dan program yang menyentuh kebutuhan riil warga.

Enam Langkah Strategis

LSM SMS memaparkan sejumlah langkah solutif yang dinilai dapat ditempuh Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk meningkatkan kemandirian daerah.

Pertama, meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, termasuk optimalisasi pengelolaan aset daerah.

Arbaah menekankan pentingnya pengelolaan aset tanah dan bangunan milik pemerintah agar produktif dan menghasilkan pendapatan.

Ia mendorong adanya terobosan nyata dalam menarik investor, bukan sekadar penandatanganan Letter of Intent (LoI) atau Memorandum of Understanding (MoU) tanpa realisasi konkret.

Bangunan gedung di wilayah selatan, termasuk kawasan Daendels, serta gedung lima lantai di tengah kota, menurutnya, perlu dikelola secara optimal. Terlebih menjelang Lebaran, tingkat okupansi penginapan biasanya meningkat, sehingga aset tersebut berpotensi menjadi alternatif akomodasi.

Kedua, peningkatan pendapatan dan penguatan BUMD. Optimalisasi retribusi daerah seperti papan reklame dan penyelenggaraan event dinilai perlu ditingkatkan.

Selain itu, BUMD seperti PDAU dan Apotek Daerah diharapkan dikelola secara profesional dengan diversifikasi usaha yang tepat. Evaluasi kinerja dewan pengawas juga perlu dilakukan agar tata kelola berjalan efektif dan akuntabel.

Ketiga, pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan. Potensi wilayah utara dan selatan Purworejo dinilai masih bisa dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Keempat, pengembangan kerja sama antar daerah. Arbaah menyinggung penetapan calon kawasan industri baru oleh Pemerintah Provinsi di wilayah tetangga sebagai peluang yang perlu ditangkap Purworejo untuk memperkuat iklim investasi dan konektivitas ekonomi regional.

Kelima, pengembangan UMKM. Ia menilai UMKM Purworejo perlu mendapat ruang lebih luas untuk berkembang. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah memfasilitasi produk olahan UMKM agar dapat masuk ke kamar-kamar hotel di sekitar kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), sehingga tamu hotel dapat langsung menikmati produk lokal, bukan hanya melihatnya dipajang di lobi.

Keenam, perencanaan program yang matang. Proyek-proyek yang telah menghabiskan anggaran besar namun mangkrak perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut penting agar menjadi pijakan dalam menyusun perencanaan yang lebih terukur, transparan, dan bebas dari kepentingan tertentu.

Harapan Empat Tahun ke Depan

Arbaah menegaskan, refleksi satu tahun kepemimpinan seharusnya menjadi momentum konsolidasi untuk empat tahun masa jabatan yang tersisa.

Kepala daerah diharapkan mampu mengorganisir perangkat daerah teknis secara solid guna mewujudkan program-program prioritas secara nyata.

Masyarakat berharap program Pitulungan tidak hanya disampaikan dalam paparan data, tetapi benar-benar terlihat dalam fakta dan realita di lapangan,” tegasnya.

Dengan semangat Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo, berbagai elemen masyarakat berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil dapat semakin diperkuat demi terwujudnya Purworejo yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.