LOANO, purworejo24.com – Mengawali Tahun 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Loano kembali menorehkan langkah besar penuh makna.
Setelah sebelumnya menggelar longmarch dari Loano menuju Ngadiwongso, Salaman, pada Oktober 2025 lalu, kali ini MWC NU Loano mengadakan kegiatan Ziarah Wali dan Muasis Nahdlatul Ulama ke Jawa Timur hingga Batuampar, Sumenep, Madura.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka tasyakuran atas lunasnya pembelian tanah serta selesainya pembangunan Gedung MWC NU Loano. Lebih dari itu, ziarah ini juga dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk menyongsong 100 Tahun Nahdlatul Ulama sekaligus memasuki abad kedua perjalanan jam’iyyah NU.
Rombongan ziarah menempuh rute panjang penuh nilai sejarah dan spiritual, yakni Maron, Solotiyang, Ngadiwongso, Bangkalan, Batuampar, Ampel, Mojoagung, hingga Tebuireng. Puncak kegiatan dipusatkan di Batuampar, Sumenep, dengan agenda utama Khataman Al-Qur’an 30 juz sebanyak 21 kali.
Kegiatan khataman ini menjadi catatan istimewa dan rekor tersendiri dalam sejarah MWC NU Loano. Sebanyak 21 kali khataman Al-Qur’an dipanjatkan sebagai bentuk doa dan tawassul agar Gedung MWC NU Loano yang telah dibangun benar-benar membawa keberkahan, kemanfaatan, serta menjadi pusat khidmah umat yang diridai Allah SWT, dengan spirit perjuangan para Muasis Nahdlatul Ulama.
Ziarah akbar ini diikuti sekitar 20 pengurus MWC NU Loano serta kurang lebih 230 peserta yang terdiri dari pengurus NU ranting, badan otonom NU, dan warga masyarakat Kecamatan Loano. Bahkan, dukungan dan partisipasi juga datang dari warga NU Kecamatan Kaligesing, Bener, Gebang, hingga Kecamatan Purworejo.
Rois Syuriah MWC NU Loano, KH. Muhammad Sholeh Charis atau yang akrab disapa Gus Sholeh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas dua agenda besar yang telah terwujud, yakni rampungnya pembangunan gedung dan lunasnya pembelian tanah.
“Ini adalah bentuk syukur sekaligus pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjuangan tidak pernah lepas dari doa, tawassul, dan keberkahan para Muasis Nahdlatul Ulama. Tanpa semangat ruhani dan dorongan religius yang kuat, semua ini tidak akan pernah terwujud,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Muh. Heriyanto, berharap semangat perjuangan dan kebersamaan warga NU Loano tidak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan bahwa ikhtiar ini harus terus dijaga dan disemarakkan sebagai agenda rutin ke depan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga NU yang telah berjuang dengan harta, tenaga, dan doa. Semoga ke depan NU Loano semakin solid, maju, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Segenap jajaran Pengurus MWC NU Loano turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berkorban demi terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Semangat kebersamaan dan keikhlasan tersebut menjadi bukti bahwa NU terus hidup dan tumbuh dari kekuatan jamaah serta nilai-nilai keagamaan yang kokoh. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








