PURWOREJO, purworejo24.com – Nurani, seorang penulis, pencipta lagu, dan guru salah satu SMP di Kabupaten Purworejo, berhasil membuat sebuah buku berjudul “Barisan Aksara Anak ESEMPE”.
Buku itu berhasil dibuat dari berbagai tulisan yang dikumpulkan dari hasil kreatifitas dan imajinasi dari anak- anak SMP yang diajarnya. Dengan membuat buku itu, diharapkan anak – anak bisa meningkatkan skill kreatifitas mereka dan menyukai literasi sehingga bisa menulis untuk dibuat menjadi sebuah buku,
“Menggiring anak- anak generasi Z untuk mau menulis adalah sebuah perjuangan yang membuat adrenalin naik turun, eksotis melebihi menaiki roolercoaster. Kenapa demikian? Ya karena mereka telah tercandui oleh gadget yang membuat daya imajinasi mereka menjadi pasif,” kata Nurani, kepada purworejo24.com, pada Rabu (12/6/2024)
Perkembangan teknologi yang kian pesat dengan berbagai macam kemudahan akses juga banyaknya fitur- fitur yang menarik membuat Gen Z termanjakan olehnya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Gen Z tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi yang kian hari kian canggih. Informasi apapun dapat mereka akses dengan mudah hanya dengan sekali sentuhan, dan ini menjadikan Gen Z bersikap malas dan tidak mau berfikir secara imajinasif.
“Mereka sering lupa bahwa belajar dan membaca adalah sebuah rutinitas hariannya untuk menambah ilmu pengetahuan mereka. Keadaan ini yang membuat mereka selalu menggunakan jurus copy paste untuk mencari sebuah jawaban pada suatu soal yang tidak mereka tahu, bahkan tanpa mereka baca dan cermati terlebih dahulu,” lanjut Nurani
Menurutnya, membaca bagi mereka hanya sebuah rekreasi karena adanya tuntutan dari sebuah tugas, bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan yang membuat mereka ketergantungan.
Mereka lebih menyukai dengan hal-hal yang dibungkus secara menarik (eye catching) sekaligus instan sehingga mereka tidak menyukai sesuatu yang berbau ribet dan berproses panjang.
“Buku adalah Jendela Dunia, istilah para pendahulu yang kian lama kian terkikis karena rendahnya keinginan untuk berliterasi ini menjadi sebuah PR besar kita untuk bagaimana cara menyelamatkan sebuah habbit indah agar tidak punah. Maka dari itu saya (Nurani yang pernah menjadi finalis Duta Baca Kabupaten Purworejo) berusaha untuk mengembalikan habbit indah itu dengan mengedukasi para siswa- siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler KIR dan Mading di SMP Muhammadiyah Purworejo untuk mencintai dunia literasi dengan mengajak anak- anak untuk menulis cerita pendek bertemakan petualangan,” jelasnya.
Setelah mereka bounding dengan bermain kata- kata, mereka menjadi nampak asyik merangkai ceritanya dan lahirlah karya berbentuk antologi cerpen berjudul “Barisan Aksara Anak Esempe”.
“Harapannya ketika mereka sudah cinta dengan dunia Literasi mereka akan memiliki skill yang kreatif dan imajinatif juga multi talent dalam menghadapi globalisasi yang semakin pesat ini,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








