PURWOREJO, purworejo24.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo terus berinovasi dalam meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan masyarakat. Pada 2026, Kesbangpol mengembangkan dua inovasi, yakni Sekolah Politik bagi pelajar SMA/SMK dan Sinau Kebangsaan berbasis digital.
Kedua inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dan masyarakat mengenai demokrasi, nilai-nilai Pancasila, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Lepot Agus Manto, S.IP, menjelaskan, Sekolah Politik merupakan inovasi pendidikan politik yang dikemas dengan metode dan pendekatan yang lebih menarik serta sesuai dengan karakter generasi muda.
Program tersebut bertujuan mengubah persepsi bahwa politik merupakan sesuatu yang kaku dan kurang menarik menjadi instrumen demokrasi yang inklusif, menyenangkan, dan relevan bagi generasi muda.
“Tujuannya adalah mengubah persepsi bahwa politik itu kaku atau kotor menjadi instrumen demokrasi yang inklusif, menyenangkan, dan relevan bagi generasi muda,” ungkap Lepot, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Politik mulai direncanakan pada 2025 dan dilaksanakan pada 2026. Tahun ini, Kesbangpol menargetkan 16 kali kegiatan yang menyasar pelajar SMA dan SMK di berbagai kecamatan di Kabupaten Purworejo.
Hingga akhir September 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di 10 kecamatan. Sementara itu, kegiatan di enam kecamatan lainnya direncanakan berlangsung pada Oktober hingga November mendatang.
Setiap kegiatan diikuti sekitar 80–90 siswa. Untuk memperkaya wawasan peserta,
Kesbangpol menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari anggota DPRD, organisasi kemasyarakatan, LSM, hingga penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu.
Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Purworejo juga direncanakan turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menurut Lepot, pemilihan pelajar SMA dan SMK sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Para siswa yang akan segera menyelesaikan pendidikan menengah umumnya memasuki usia 17 tahun dan mulai memiliki hak pilih dalam pemilu.
Melalui Sekolah Politik, mereka diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
“Materinya terkait demokrasi dan politik. Kami ingin para peserta memahami bahwa dalam menentukan pilihan, mereka harus menggunakan hati nurani, tanpa intervensi dari partai politik maupun pihak lain,” jelasnya.
Antusiasme peserta menjadi salah satu hasil positif yang dirasakan selama pelaksanaan program. Interaksi melalui diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan siswa menunjukkan tingginya ketertarikan generasi muda terhadap persoalan politik.
“Berdasarkan kegiatan yang sudah dilaksanakan, peserta sangat antusias menerima materi. Ada interaksi dan tanya jawab antara pemateri dengan peserta. Bahkan, para pemateri menilai generasi muda saat ini sudah bisa dikategorikan melek politik,” ujarnya.
Kesbangpol berkomitmen melanjutkan Sekolah Politik pada tahun-tahun berikutnya. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak SMA dan SMK yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan politik.
Selain Sekolah Politik, Kesbangpol Purworejo juga mengembangkan inovasi Sinau Kebangsaan yang digagas melalui Bidang Kesatuan Bangsa dan Wawasan Kebangsaan.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Purworejo, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., mengatakan, inovasi tersebut merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan wawasan kebangsaan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, pendidikan wawasan kebangsaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Seiring perkembangan teknologi informasi, penyampaian materi kebangsaan perlu dilakukan melalui metode yang lebih mudah, cepat, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan.
“Melalui inovasi Sinau Kebangsaan, kami menyediakan media pembelajaran kebangsaan berbasis digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui website serta media sosial resmi,” terang Nanang.
Inovasi yang mulai dirintis pada 2025 dan dilaksanakan pada 2026 tersebut dirancang sebagai layanan pembelajaran digital yang dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, ASN, hingga masyarakat umum.
Materi yang disediakan mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, pendidikan politik, bela negara, pencegahan radikalisme, moderasi beragama, dan ketahanan nasional. Ke depan, materi mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba juga akan dikembangkan.
Untuk merealisasikannya, Kesbangpol akan menyediakan ruang khusus pada website resmi sebagai pusat pembelajaran digital. Pengembangan tersebut akan dikoordinasikan dengan pranata komputer agar materi dapat diakses secara lebih mudah.
Tidak hanya menyediakan materi secara daring, Sinau Kebangsaan juga akan dilengkapi kegiatan tatap muka dan pelatihan digital. Masyarakat nantinya dapat berinteraksi serta memberikan umpan balik terhadap materi yang disampaikan.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan inovasi ini dengan baik. Kami juga akan menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi kejuangan DHC 45, Legiun Veteran, Pepabri, serta organisasi kemasyarakatan lainnya yang berperan aktif dalam ketahanan nasional,” jelasnya.
Melalui Sinau Kebangsaan, Kesbangpol menargetkan peningkatan akses dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.
Kehadiran Sekolah Politik dan Sinau Kebangsaan menjadi bagian dari upaya Kesbangpol Purworejo dalam menghadirkan pendidikan politik dan kebangsaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sekolah Politik memberikan ruang pembelajaran dan dialog secara langsung bagi generasi muda, sedangkan Sinau Kebangsaan memperluas jangkauan edukasi melalui media digital.
Melalui kedua inovasi tersebut, Kesbangpol berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, memiliki kesadaran demokrasi, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









