PendidikanReligi

Syiar Qur’an dari Awu-Awu, Anak hingga Lansia Khatam Bersama

83
×

Syiar Qur’an dari Awu-Awu, Anak hingga Lansia Khatam Bersama

Sebarkan artikel ini
Serah terima Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Agama, sebagai pengakuan legal formal keberadaan madrasah
Serah terima Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Agama, sebagai pengakuan legal formal keberadaan madrasah

 

NGOMBOL, purworejo24.com – Suasana religius dan penuh kebahagiaan menyelimuti Desa Awu-Awu, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (8/2/2026).

Majelis Ta’lim Al Muttaqin bersama Madrasah Diniyah Nuril Aflah menggelar Haflah At-Tasyakur ‘Ala Ikhtitamil Qur’an Waddurus sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini menjadi momentum syiar Islam yang menyatukan lintas generasi, dari anak-anak hingga lansia.

Sejak pagi hari, gema syukur telah terasa melalui pawai ta’aruf yang diikuti para santri dan jamaah.

Arak-arakan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, menyusuri rute sepanjang 3–4 kilometer melintasi Desa Awu-Awu hingga desa tetangga.

Pawai semakin semarak dengan kehadiran 12 peserta yang menunggang kuda serta iring-iringan kendaraan hias, menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat.

Pengasuh Majelis Ta’lim Al Muttaqin dan Madrasah Diniyah Nuril Aflah, Muh. Syamsul Ma’arif, menuturkan bahwa pawai ta’aruf merupakan bentuk syiar kepada masyarakat atas capaian para santri dan jamaah yang telah menuntaskan pembelajaran Al-Qur’an serta kitab-kitab keislaman lainnya.

Ini adalah wujud rasa syukur kami. Anak-anak santri dan para jamaah, termasuk simbah-simbah, telah berproses hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan bertahun-tahun, hingga akhirnya khatam Al-Qur’an. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ungkapnya, saat ditemui disela kegiatan khataman.

Setelah pawai ta’aruf yang berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian akbar di kompleks Madrasah Diniyah Nuril Aflah.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Awu-Awu, para wali santri, masyarakat setempat, serta jamaah dari desa sekitar seperti Malang, Harjobinangun, dan Kumpulsari.

Antusiasme masyarakat tampak luar biasa. Jumlah jamaah yang hadir bahkan melampaui perkiraan panitia. Jika semula diperkirakan sekitar 900 orang, kenyataannya jumlah hadirin mencapai lebih dari 1.000 jamaah.

Turut hadir pula tamu undangan dari Kementerian Agama, unsur Forkopimcam, serta berbagai elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Madrasah Diniyah Nuril Aflah juga menandai momen penting dengan diterimanya Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Agama, sebagai pengakuan legal formal keberadaan madrasah secara negara.

Ini menjadi berkah tersendiri. Madrasah kini telah diakui secara sah. Semoga ke depan semakin maju dan memberi manfaat luas,” tambah Syamsul Ma’arif.

Dalam kegiatan khataman kali ini, tercatat 75 peserta yang mengikuti Khotmil Qur’an. Sebanyak 16 peserta merupakan santri Madrasah Diniyah Nuril Aflah, sementara sekitar 60 peserta lainnya berasal dari Majelis Ta’lim, yang didominasi jamaah dewasa dan lansia.

Menariknya, terdapat keluarga yang mengikuti khataman secara lengkap, mulai dari anak, orang tua, hingga kakek-nenek.

Ketua Panitia Khataman, Muklas Apriyanto, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.

Alhamdulillah, warga sangat antusias. Harapannya, melalui khataman ini, masyarakat Desa Awu-Awu semakin gemar membaca Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup,” ujarnya.

Pengajian akbar diisi oleh KHR. Dawud Masykuri, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ma’unah Plaosan, Baledono, Purworejo.

Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan, petunjuk hidup, dan penguat iman, terlebih menjelang Ramadhan.

Peserta khotmil qur'an
Peserta khotmil qur’an

Salah satu peserta khataman lansia, Marjono (58), warga RT 2 RW 2 Desa Awu-Awu, mengaku merasakan perubahan besar setelah belajar mengaji secara rutin.

Awalnya terasa sulit, tapi lama-lama jadi enak. Alhamdulillah sekarang sudah khatam. Hati rasanya lebih adem dan lega. Ini bekal untuk akhirat,” tuturnya dengan mata berbinar.

Sejak berdiri sekitar tahun 2021, Majelis Ta’lim Al Muttaqin terus berkembang. Bermula dari kajian ibu-ibu dan lansia, kegiatan keagamaan ini kemudian merambah kalangan bapak-bapak hingga melahirkan Madrasah Diniyah Nuril Aflah.

Saat ini, madrasah tersebut memiliki hampir 70 santri putra-putri, dengan empat guru pengajar dan sistem pembelajaran berbasis kelas.

Ke depan, pengelola berencana mendirikan gedung madrasah permanen dan merintis pondok pesantren, sejalan dengan sejarah Desa Awu-Awu yang dikenal sebagai salah satu pusat awal penyebaran Islam di wilayah Ngombol, dengan jejak tokoh-tokoh ulama terdahulu, seperti Makam Syeh Abdul Jalal.

Kegiatan Haflah At-Tasyakur ini tidak hanya menjadi perayaan khataman, tetapi juga simbol kebangkitan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat.

Dari desa kecil bernama Awu-Awu, syiar Al-Qur’an terus bergema, meneguhkan harapan lahirnya generasi berakhlak, berilmu, dan istiqamah. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.