KALIGESING, purworejo24.com– Suasana religius yang menenangkan berpadu harmonis dengan kesejukan alam terasa kuat di kawasan Demaji Ecopark, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Di bawah rindangnya pohon-pohon durian, ratusan jemaah dari berbagai daerah tampak khusyuk mengikuti Pengajian Sordu (Ngisor Duren) yang digelar di Masjid At-Taqwa.
Pengajian rutin bulanan ini dilaksanakan setiap minggu kedua tiap bulan dan menjadi ruang dakwah yang unik. Tak sekadar menyuguhkan tausiyah keagamaan, kegiatan ini menghadirkan pengalaman spiritual yang menyatu dengan alam, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Pemilik Demaji Ecopark sekaligus Ketua Panitia Pengajian, Dwi Wahyu Atmaji, menuturkan bahwa kegiatan tersebut berawal dari keinginannya memakmurkan Masjid At-Taqwa yang berada di kawasan wisata miliknya.
“Masjid ini berdiri di tengah kawasan wisata, tepat di bawah pohon-pohon durian. Ketika Pak Kiai Abdul Haq berkunjung ke sini, beliau terpanggil untuk memakmurkan masjid ini. Saya tentu sangat bersyukur karena beliau sosok kiai muda yang sejuk, moderat, dan bisa diterima semua kalangan,” ungkapnya, saat ditemui disela pengajian.
Nama Pengajian Ngisor Duren dipilih bukan tanpa makna. Selain menggambarkan lokasi pengajian, nama ini sekaligus menjadi identitas Desa Kaligono sebagai salah satu sentra durian unggulan di Kabupaten Purworejo. Dengan demikian, pengajian ini juga berperan sebagai sarana promosi wisata alam dan kuliner khas Kaligesing.
“Masjid ini unik. Ibadah sambil ngadem, menikmati pemandangan alam dan udara sejuk. Sesekali masyarakat memang membutuhkan suasana seperti ini agar hati lebih tenang,” kata Atmaji.
Ia menambahkan, kawasan Demaji Ecopark tidak hanya terbuka bagi wisatawan, tetapi juga masyarakat sekitar dan jemaah dari luar kota.
Ke depan, selain pengajian rutin bersama KH Muhammad Abdul Haq, panitia juga membuka peluang menghadirkan kiai lain sebagai variasi materi dakwah.
“Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita butuh figur pemersatu yang mampu menenangkan dan menyejukkan. Pak Kiai Abdul Haq sangat cocok untuk itu,” imbuhnya.
Tak berhenti di situ, Atmaji juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan religius di Demaji Ecopark, termasuk pembangunan pondok pesantren. Bahkan, direncanakan pula pondok pesantren lansia sebagai wadah bagi masyarakat lanjut usia yang ingin lebih mendalami ilmu agama.
“Mudah-mudahan ikhtiar kecil ini bisa menjadi jalan menuju husnul khatimah,” tuturnya penuh harap.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo, KH Muhammad Abdul Haq, menyatakan bahwa pengajian ini bertujuan menjaga keseimbangan hidup antara urusan dunia dan akhirat.
“Sejak awal, Pak Atmaji berkomitmen bahwa rezeki dari usaha tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk perjuangan di jalan Allah. Salah satunya melalui pengajian rutin yang mengajak masyarakat Kaligesing dan jemaah luar daerah untuk terus ngaji,” jelasnya.
Pada pengajian ke tiga ini, tema yang diangkat adalah fadhilah dan keberkahan berbakti kepada kedua orang tua. Tema tersebut dinilai sangat relevan, khususnya bagi generasi muda agar tidak kehilangan arah dan nilai-nilai kehidupan.
“Harapan kami, generasi milenial tidak kehilangan obor, tidak kehilangan motivasi, dan tetap mendapatkan keberkahan dari doa serta jasa orang tua. Ketika kita dewasa, sudah menjadi kewajiban membalas budi orang tua, baik saat mereka masih hidup maupun setelah wafat dengan doa,” tuturnya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pengajian juga diisi dengan tausiyah persiapan ibadah, terutama tentang keutamaan puasa di bulan Sya’ban serta peningkatan iman dan ketakwaan.
Antusiasme jemaah tampak begitu besar. Namun demi menjaga kenyamanan dan keterbatasan lokasi, panitia sengaja membatasi jumlah peserta.
“Kalau tidak dibatasi, tempatnya tidak mencukupi. Ke depan, setelah berjalan sekitar satu tahun, semoga bisa siapkan lokasi yang lebih luas,” harapnya.
Pengajian Ngisor Duren pun menjadi bukti bahwa dakwah dapat hadir secara sejuk, membumi, dan relevan, sekaligus menghidupkan masjid, alam, serta ekonomi lokal dalam satu harmoni. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







