Lingkungan Hidup

DLHP Purworejo Tuntaskan Program 2025, Fokus Penguatan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan

37
×

DLHP Purworejo Tuntaskan Program 2025, Fokus Penguatan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T,
Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T,

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025.

Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T, menyampaikan bahwa seluruh program fisik berhasil diselesaikan secara maksimal, meskipun realisasi keuangan belum sepenuhnya mencapai target.

Untuk realisasi fisik alhamdulillah sudah 100 persen terselesaikan. Sementara realisasi keuangan berada di angka 94,53 persen karena adanya sisa tender dan beberapa faktor lainnya,” ujar Wiyoto.

Selama tahun 2025, DLHP Purworejo melaksanakan berbagai kegiatan strategis, di antaranya melakukan review Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang Badan Otorita Borobudur (DTROB) yang divalidasi di tingkat provinsi.

Selain itu, DLHP juga mengoperasionalkan Laboratorium Lingkungan sebagai bagian dari persiapan menuju akreditasi.

Kami sedang dalam proses pengajuan akreditasi ke Komisi Akreditasi Nasional. Tahun ini kami fokus menyiapkan seluruh persyaratan, termasuk peningkatan kapasitas personel laboratorium melalui kerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII),” jelasnya.

DLHP juga melakukan pengujian kualitas air di tiga daerah aliran sungai (DAS) pada 26 titik pemantauan, serta melakukan pengawasan terhadap 40 pelaku usaha yang telah memiliki persetujuan lingkungan guna memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai izin yang diterbitkan.

Di bidang pendidikan lingkungan, DLHP aktif melakukan pendampingan Gerakan Peduli Lingkungan Hidup, yang mencakup program Sekolah Adiwiyata dan Kampung Iklim.

Hingga 2025, tercatat sebanyak 52 sekolah meraih Adiwiyata tingkat kabupaten, 24 sekolah tingkat provinsi, dan 8 sekolah tingkat nasional. Selain itu, terdapat satu sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Mandiri.

Tahun ini ada tambahan empat sekolah yang baru menerima penghargaan Adiwiyata. Secara keseluruhan, total sudah ada 85 sekolah atau madrasah yang terlibat dalam program ini,” ungkap Wiyoto.

Untuk operasional persampahan, DLHP memastikan pengelolaan sampah selama 2025 berjalan tanpa kendala berarti. Selain itu, DLHP menyalurkan hibah kepada 12 kelompok bank sampah berupa kendaraan roda tiga, gerobak sampah, timbangan digital, gerobak sorong, serta tempat sampah terpilah.

Sementara di sektor perikanan, DLHP memberikan pembinaan dan bantuan kepada 24 kelompok pembudidaya ikan, berupa benih lele, gurami, dan nila.

Pembinaan juga diberikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, yang mayoritas melibatkan ibu-ibu, untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan ikan. Hasil olahan tersebut bahkan disalurkan kepada anak-anak yang berpotensi mengalami stunting.

Khusus penanganan sampah, Wiyoto mengakui bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Purworejo secara umur teknis sebenarnya telah terlampaui. TPA terakhir direhabilitasi pada 2013 dengan umur teknis hingga 2023, namun hingga kini masih dapat beroperasi berkat upaya pengurangan dan pengolahan sampah di lokasi.

Rata-rata sampah yang masuk ke TPA saat ini sekitar 70 hingga 80 ton per hari. Target nasional pengelolaan sampah adalah 51 persen, sementara Purworejo saat ini masih di kisaran 46 persen. Namun trennya terus meningkat,” katanya.

Dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa, potensi sampah di Kabupaten Purworejo diperkirakan mencapai 400 ton per hari. Untuk menjawab tantangan tersebut, DLHP telah menyiapkan langkah masa transisi, termasuk appraisal lahan pada 2025 dan rencana perluasan TPA pada 2026, serta pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Kutoarjo.

Pada tahun 2026 mendatang, DLHP akan mengoptimalkan armada yang ada, memperkuat peran bank sampah unit, serta mengembangkan TPS3R guna mengurangi sampah dari sumbernya.

Prinsipnya, kami m. endorong pengelolaan sampah dari hulu melalui penguatan bank sampah dan zonasi pengolahan, agar tidak terpusat hanya di TPA,” pungkas Wiyoto. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.