PURWOREJO, purworejo24.com – Pameran Virtual Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 resmi digelar mulai 9 hingga 19 September 2025.
Kegiatan ini menghadirkan peserta dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) serta 35 lembaga kearsipan kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Pameran diselenggarakan secara daring melalui laman resmi arpusda.jatengprov.go.id, sehingga masyarakat dapat mengakses koleksi dan stan masing-masing daerah secara praktis dari rumah.
Dalam kesempatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo turut ambil bagian dengan menampilkan program unggulan bertajuk MAS JARWO (Masyarakat Gratis Akses Sejarah Purworejo).
Pameran Purworejo hadir dengan tema “Selisik Waktu dalam Rajutan Ingatan”, yang menyuguhkan beragam koleksi berharga. Mulai dari arsip sejarah, budaya, hingga pembangunan daerah; koleksi foto, video, serta dokumen digital; arsip tokoh dan peristiwa penting; inovasi dan layanan kearsipan; hingga pameran naskah kuno.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, menjelaskan bahwa arsip adalah saksi perjalanan sejarah yang memiliki nilai tak ternilai.
“Waktu adalah sesuatu yang tidak akan kembali seiring guratan perjalanan kehidupan. Romantika sang kala itulah yang mendewasakan setiap insan, suku, bangsa, dan negara untuk belajar dan menghargai rentetan kisah dari masa ke masa. MAS JARWO hadir dengan semangat membawa kembali serpihan-serpihan khasanah kearsipan sebagai upaya merawat ingatan akan kekayaan peradaban daerah,” ujarnya, pada Senin (8/9/2025)
Aan menambahkan, Purworejo memiliki posisi penting dalam lintasan sejarah bangsa. Selain sebagai tanah kelahiran tokoh-tokoh besar, daerah ini juga menjadi saksi perjuangan, pusat kebudayaan, sekaligus tempat yang sarat dengan nilai historis.
Melalui pameran virtual ini, masyarakat diharapkan dapat mengakses memori kolektif daerah dan menjadikannya bahan pembelajaran untuk memperkuat literasi.
“Pameran virtual Purworejo: Selisik Waktu dalam Rajutan Ingatan kami hadirkan sebagai wahana edukasi untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan masyarakat. Sekaligus menjadi penyambung simpul-simpul ingatan yang menjaga warisan dalam setiap singkapan waktu. Semua yang kami sajikan merupakan gambaran jati diri Purworejo yang terekam dalam sejarah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya generasi sekarang untuk menjaga dan meneruskan tongkat estafet sejarah.
“Sekarang giliran kita untuk menjaga catatan sejarah sekaligus mencatat sejarah baru dalam membangun negeri. Mari kita wujudkan budaya tertib arsip dalam mengarungi saujana peradaban ke depan. Salam Arsip, Salam Literasi,” jelasnya.
Masyarakat yang ingin menikmati pameran ini dapat langsung mengunjungi stan virtual Purworejo melalui tautan resmi yang tersedia pada laman pameran.
Dengan kemasan digital, pameran kearsipan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, memperkuat literasi sejarah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







