KUTOARJO, purworejo24.com – Di saat sebagian besar pelajar memanfaatkan libur sekolah dengan berwisata, Falsa Syabana Khoiri Putri, siswi kelas X SMA Negeri 2 Purworejo, justru memilih jalur yang lebih bermakna.
Ia mengisi masa liburan dengan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat inklusi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Buleleng dan Karangasem, Bali.
Falsa terpilih sebagai peserta Program Tour de Bali 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas STEKOM.
Program yang mengusung konsep wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi ini berlangsung selama 11 hari 8 malam, mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya diajak mengenal budaya dan wisata edukasi Bali, tetapi juga terjun langsung dalam kegiatan sosial bersama siswa berkebutuhan khusus.
Kegiatan pengabdian di SLB Buleleng dan SLB Karangasem menjadi agenda utama untuk menumbuhkan nilai empati, kepedulian sosial, serta pemahaman akan pentingnya pendidikan inklusi.
Selama kegiatan berlangsung, Falsa aktif terlibat dalam berbagai aktivitas pendampingan dan interaksi edukatif bersama siswa SLB.
Di tengah libur sekolah, ia juga tetap produktif dengan mendokumentasikan perjalanan dan kegiatan sosial melalui konten kreatif di media digital.
Hal tersebut menjadikan liburannya tidak hanya sebagai sarana rekreasi, tetapi juga ruang belajar, refleksi diri, serta pengembangan kemampuan di bidang media dan komunikasi.
“Liburan kali ini benar-benar berbeda. Bukan hanya soal jalan-jalan, tetapi juga belajar berbagi, peduli, dan memahami arti inklusi,” ungkap Falsa.
Apresiasi atas kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Purworejo, Drs. Sukisno, M.M.Pd. Ia menilai apa yang dilakukan Falsa sebagai contoh pemanfaatan libur sekolah secara positif dan inspiratif.
“Selama liburan sekolah, saya sangat mengapresiasi murid-murid yang memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
Terkhusus kepada anak kami, Falsa Syabana Khoiri Putri, yang telah menginspirasi generasi sebayanya melalui kegiatan luar biasa dengan bergabung dalam komunitas yang peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Menurutnya, liburan bukan hanya waktu untuk beristirahat, tetapi juga momentum untuk mengembangkan diri dan meningkatkan prestasi.
Ia juga menegaskan bahwa masih banyak siswa SMAN 2 Purworejo yang memanfaatkan liburan secara produktif, seperti membantu orang tua, berkegiatan di bidang pertanian dan perdagangan, hingga berprestasi di bidang olahraga dan kompetisi lainnya.
“Kami berharap para murid dapat terus memanfaatkan liburan untuk belajar hal baru, mengembangkan bakat, dan meningkatkan keterampilan yang berguna bagi masa depan,” tambahnya.
Sukisno menegaskan komitmen sekolah dalam membentuk generasi berkarakter dan berdaya saing.
“Dengan komitmen dan disiplin yang kuat, kami yakin murid-murid dapat meraih prestasi yang lebih tinggi dan menjadi generasi sukses. Mari bersama-sama mewujudkan visi SMA Negeri 2 Purworejo, yakni terwujudnya insan yang berkarakter mulia, berprestasi, berbudaya lingkungan, dan berdaya saing global,” harapnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M.
Ia menilai kegiatan tersebut sebagai contoh nyata pembelajaran di luar ruang kelas.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan ananda Falsa Syabana Khoiri Putri yang memanfaatkan libur sekolah untuk kegiatan pengabdian dan pembelajaran inklusi. Ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup yang menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan karakter,” ujarnya.
Sementara itu, dari pihak penyelenggara, Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menilai Falsa sebagai representasi pelajar kreatif yang mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.
“Kekreatifan Falsa layak diacungi jempol, terutama dalam menyajikan konten positif dan edukatif yang berdampak luas, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.
Keikutsertaan Falsa dalam Program Tour de Bali 2025 menjadi bukti bahwa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara produktif dan berdampak sosial, bahkan sejak bangku SMA. Program yang digagas Universitas STEKOM ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pelajar muda untuk berani keluar dari zona nyaman, berkarya, dan berkontribusi langsung bagi masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







