Scroll untuk baca artikel
Politik

Demokrat, Gerindra, PPP dan PAN di Purworejo Disinyalir Akan Bentuk Koalisi Besar Hadapi Pilkada 2024

279
×

Demokrat, Gerindra, PPP dan PAN di Purworejo Disinyalir Akan Bentuk Koalisi Besar Hadapi Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini
Yophi Prabowo
Yophi Prabowo

PURWOREJO, purworejo24.com – Dilatarbelakangi dengan memiliki visi dan misi serta komitmen yang sama, empat Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yaitu Demokrat, Gerindra, PPP dan PAN, disinyalir akan membentuk koalisi besar untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dihelat pada bulan November 2024 mendatang.

Saat ini keempat Parpol tersebut masih melakukan komunikasi politik secara intens guna mencapai mufakat untuk menentukan calon wakil yang akan mendampingi Ketua DPC Demokrat Purworejo, Yophi Prabowo untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo ditahun 2024 ini.

Kalau empat partai ini nanti bisa bergabung, bisa menjadi koalisi besar dengan jumlah kursi 17,” kata Ketua DPC Demokrat Kabupaten Purworejo, Yophi Prabowo, saat ditemui pada Minggu (16/6/2024) malam.

Komunikasi, lanjutnya, masih dilakukan secara intens antara  Demokrat, Gerindra, PPP dan PAN. Mereka juga sudah komitmen bahwasanya nanti dari Gerindra, PPP dan PAN memiliki hak yang sama untuk mengajukan calon wakil.

Dan kita juga harus berkoordinasi supaya kita sama- sama punya semangat untuk musyawarah yang mufakat, kita pingin calon wakil yang muncul adalah dari calon yang betul- betul bisa diterima oleh masyarakat, supaya juga bisa mendongkrak suara elektabilitas dan intinya kita juga ingin maju sebagai bupati dan wakil bupati yang betul- betul bisa diterima oleh semua kalangan,” ujar Yophi.

Yophi melihat kondisi Purworejo saat ini cukup memprihatinkan, yaitu dengan masih tingginya angka tingkat kemiskinan. Kabupaten Purworejo saat ini masih berada di urutan ketiga dari bawah dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah, dengan angka kemiskinan sebesar 11,3 persen. Angka itu lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional yang berada diangka 8 persen dan angka kemiskinan propinsi yang berada diangka 9 persen. Kemiskinan itu tersebar secara merata di 16 kecamatan.

Jadi saya pingin punya wakil yang sama- sama punya niatan baik untuk berjuang, untuk merubah kondisi ekonomi yang baik di Kabupaten Purworejo,” tegas Yophi.

Yophi juga meminta doa kepada seluruh masyarakat Purworejo supaya nantinya bisa berjuang dan selalu diberikan semangat serta kesehatan, sehingga bisa melakukan kegiatan politik sampai diakhir pemilu ini.

Dan kami bisa sukses, bisa memenangkan Pilkada ditahun 2024 ini,” harapnya.

Untuk figur calon wakil yang akan mendampinginya, dari masing -masing partai saat ini sedang dilakukan koordinasi. Yophi mengaku tidak ingin gegabah untuk memutuskan siapa wakil yang akan mendampinginya.

Kita harus banyak melakukan evaluasi dan pertimbangan supaya nantinya betul- betul muncul figur yang betul- betul bisa diterima oleh kalangan masyarakat Purworejo. Dan waktunya juga masih panjang sampai saat pendaftaran yaitu pada tanggal 27 Agustus, jadi dalam waktu dua bulan ini memang kita pilah pilih dan kita juga selalu mohon saran masukan dari para tokoh masyarakat, para ulama, semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Purworejo supaya nantinya betul- betul muncul pendamping yang bisa dicintai oleh masyarakat Purworejo, bisa diterima semua kalangan dan juga betul- betul bisa menjadi pemimpin yang punya semangat tinggi, bisa memberikan perubahan kedepan, supaya Kabupaten Purworejo bisa menjadi kabupaten yang lebih baik dan lebih maju lagi,” ucapnya.

Untuk deklarasi koalisi, lanjutnya, bila sudah terjadi kesepakatan dan mufakat, rencananya akan dilaksanakan saat mendekati pendaftaran bakal calon di KPU Purworejo nanti.

Proses ini masih panjang kami juga harus mengevaluasi betul calon- calon yang muncul, karena kami tidak mau nantinya kami salah pilih. Jadi kami harus betul- betul bisa mendengarkan saran masukan para tokoh yang ada di Purworejo. Komunikasi kita terus ada, nyambung, silaturahmi kita bisa berjalan dengan baik, dan kita dari calon partai koalisi betul- betul punya semangat yang sama untuk memajukan Kabupaten Purworejo, dan tentunya kami juga tidak meninggalkan arahan dari pusat, arahan dari pak SBY, dari pak Prabowo supaya kita bisa sinergi antara pusat, propinsi dan kabupaten. Sehingga nantinya kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan oleh pusat bisa sampai bawah, bisa nyambung, dan semua kebijakan bisa dirasakan oleh masyarakat ditingkat bawah,” jelasnya.

Terkait dengan angka kemiskinan, dan masih banyaknya kawasan merah di Purworejo, diduga karena ada suatu program yang tidak menyentuh akar rumput, yaitu kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Purworejo yang lalu. Selain itu angka kemiskinan juga dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat pengangguran, kurangnya lapangan pekerjaan, yang menjadikan warga Purworejo menjadi miskin.

Makanya kedepan saya dan partai koalisi juga punya konsep paling tidak bisa menciptakan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, supaya ekonomi masyarakat bergeliat, bisa hidup, dikarenakan APBD kita juga pas- pasan, maka ini menjadi tanggung jawab bersama dan kepala daerah harus ada terobosan supaya bisa mengakses bantua- bantuan dari pusat yang bisa dibawa ke daerah, dan kita juga harus pro investasi, dipermudah semua perijinan, selama itu memang masuk diaturan regulasi tidak melanggar aturan, dan komunikasi juga harus selalu dilakukan oleh seorang leader, karena juga banyak orang- orang Purworejo yang sukses diluar kota tapi tidak mau kembali ke Purworejo, makanya bupati juga harus selalu menjalin komunikasi, supaya orang- orang sukses di luar Purworejo itu mau berinvestasi ditanah kelahiran sendiri,” terangnya. (P24/wid)

 


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.