Scroll untuk baca artikel
Wisata

Tour De Bagelen, Perpaduan Wisata Religi dengan Wisata Alam, Wisata Kerajinan dan Budaya

1081
×

Tour De Bagelen, Perpaduan Wisata Religi dengan Wisata Alam, Wisata Kerajinan dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Bagus Roro Purworejo saat uji paket wisata dilokasi D'Bagelen Hills, Desa Bagelen, pada Rabu (12/6/2024)
Bagus Roro Purworejo saat uji paket wisata dilokasi D'Bagelen Hills, Desa Bagelen, pada Rabu (12/6/2024)

BAGELEN, purworejo.com – Desa Bagelen saat ini menjadi salah satu Desa Wisata rintisan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen banyak memiliki potensi wisata dengan menawarkan paket wisata religi yang dipadukan dengan wisata alam, wisata kerajinan dan budaya.

Paket wisata itu dikemas dengan nama Tour De Bagelen. Selain memiliki wisata religi, Desa Bagelen memiliki wisata alam yang dapat menjadi daya tarik dengan nama D’Bagelen Hills Watu Tumpang.

Hal itu diungkapkan oleh Pokdarwis Paduga Desa Bagelen saat menerima tim uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, di Desa tersebut.

Kedatangan tim uji paket wisata yang terdiri dari pelaku wisata, praktisi, Genpi, Bagus Roro, Pewarta dan Forum Desa Wisata itu disambut dengan meriah oleh Pokdarwis Paduga dengan welcome dance, welcome drink, dan welcome snack. Di saat makan siang tim uji paket wisata juga disuguhkan dengan nasi berkat khas Desa Bagelen.

Ada sejumlah lokasi yang dikunjungi dalam uji paket wisata itu, diantaranya tempat kerajinan bambu dengan membuat miniatur kapal layar dan kerajinan bonsai mati, kemudian edukasi pembuatan gula jawa, lalu petilasan Sunan Geseng dan D’Bagelen Hill Watu Tumpang.

Dalam perjalanan menuju Perilasan Sunan Geseng, tim uji paket wisata juga berkesempatan melaksanakan penanaman pohon. Ada 4 jenis pohon yang ditanam di lahan dekat jalan menuju petilasan itu.

Ketua Pokdarwis Paduga Desa Bagelen, Triyono, mengatakan, paket wisata ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang diberinama Pokdarwis Paduga.

Nama Paduga sendiri berasal dari nama tiga dusun yang ada di Desa Bagelen yaitu Dusun Pakuran, Dukuh dan Gatep.

Pokdarwis Paduga Berdiri sekitar tahun 2021 lalu, awalnya kita disini ada petilasan Sunan Geseng, dari situ kita kembangkan karena kita melihat dari pengunjung itu untuk wisata ke Sunan Geseng kok lumayan banyak, akhirnya kita kembangkan dengan membuka wisata alam, dan alhamdulillah disini ada Watu Tumpang, ada Watu Gubuk dan kedepanya kita akan membuka camping ground disini,” ungkap Triyono, saat ditemui disela kegiatan uji paket wisata di Desa Bagelen, pada Rabu (12/6/2024).

Disebutkan, untuk wisata religi, Desa Bagelen banyak memiliki potensi diantaranya petilasan Sunan Geseng, Makam Nyai Bagelen, Masjid Santren Kyai Badlowi, dan Masjid Sunan Geseng.

Selain itu Desa Bagelen juga memiliki potensi wisata edukasi kategori kerajinan, yaitu kerajinan dari bambu, kerajinan bikin bonsai mati dan edukasi gula jawa serta wisata edukasi kategori budaya, yaitu jaran kepang dan sholawat jowo

Jadi akan kita kembangkan pelan- pelan, step demi step, insyaallah bisa berkembang kedepanya,” ujarnya.

Pemandu wisata Desa Bagelen yang juga pengurus Pokdarwis Paduga, Dian Pravitasari, menambahkan, lokasi wisata alam di Desa Bagelen di berinama D’Bagelen Hills yang terdiri atas Watu Tumpang dan Watu Gubuk. Watu Tumpang karena batu yang ada dilokasi itu saling tumpang atau bertumpang- tumpang tapi adapun Watu Gubuk adalah batu yang besar sehingga dibawahnya bisa untuk berteduh atau ngiyup.

Nah itu yang jadi keunikan di D’Bagelen Hills Watu Tumpang, kalau secara sejarah memang tidak ada, hanya letak watu yang bertumpang- tumpang,” katanya.

D’Bagelen Hills telah dibuka menjadi lokasi wisata sejak sekitar 6 bulan lalu. Walaupun masih baru dan belum 100 persen menjual tetapi Pokdarwis Paduga memiliki progres kedepanya yaitu akan menjadikan camping ground di lokasi itu.

Nanti wisatawan bisa datang ke Watu Tumpang, dipagi hari wisatawan bisa menikmati sunrise dan sore hari nanti bila cuaca mendukung kita bisa melihat sunset disitu. Pemandangan yang disuguhkan di Watu Tumpang itu sungguh luar biasa. Kita sudah membuat paket wisata dan besok akan coba kita pasarkan, nanti biar ada wisatawan yang datang,” jelasnya.

Dian berharap dengan keberadaan Pokdarwis Paduga bisa memajukan Bagelen dari segi wisata dan bisa memajukan ekonomi masyarakat sekitar.

Serta bisa ikut andil dalam memajukan Purworejo ,” ujarnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.