Bakal Jadi Sekolah Percontohan, MA An Nawawi Akan Dirikan Bank Sampah

oleh -
oleh
Siswa Duta Adiwiyata MA An Nawawi Berjan saat berfoto bersama
Siswa Duta Adiwiyata MA An Nawawi Berjan saat berfoto bersama

PURWOREJO, purworejo24.com – MA An Nawawi Purworejo akan mendirikan bank sampah di sekolahnya. Pendirian bank sampah ini kedepan bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain yang ada di Kabupaten Purworejo.

Kepala MA An Nawawi, Sahlan, melalui ketua tim Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Madrasah (GPBLHM)
Chafidoh mengatakan, sebelum pendirian bank sampah diberikan pelatihan terlebih dahulu kepada siswa.

“Kegiatan hari ini pelatihan pendirian bank sampah, untuk duta adiwiyata MA An Nawawi. Duta adiwiyata itu kelompok siswa yang bergerak bidang lingkungan hidup di madrasah. Jadi ini sebelum pendirian harus diawali pelatihan dahulu, peserta ada 42 siswa, itu yang sudah masuk dalam tim duta adiwiyata,” kata Chafidoh pada sela-sela pelatihan pendirian bank sampah, di komplek MA An Nawawi, Kamis (7/12/2023).

Dikatakan, MA An Nawawi saat ini sudah ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata terbaik kedua se-Jawa Tengah. Bank sampah ini juga didirikan untuk menunjukkan eksistensi MA An Nawawi sebagai sekolah yang peduli dengan lingkungan.

“Total yang masuk duta adiwiyata ada 217 siswa. Duta adiwiyata ini untuk mewujudkan madrasah yang sehat, asri, dan nyaman,” jelasnya.

Bank sampah ini, lanjutnya, nantinya akan mengelolah sampah secara terorganisasi, agar sampah memiliki nilai jual.

“Nanti ada pemilahan sampah, dari sampah yang memiliki nilai ekonomis nanti kita menjual ke tps (tempat pembuangan sampah), jadi belum mengolah sendiri. Kita akan segera membentuk bank sampah itu. Karena sampah di MA An Nawawi belum tertangani secara baik, hanya dikumpulkan dan dibuang ke TPS,” katanya.

Gerakan peduli lingkungan ini, tambahnya, sudah dilakukan pihak sekolah sejak lama.

“Sebelum kita ajukan menjadi sekolah adiwiyata, jadi sudah direncanakan lebih dahulu sebelum sekolah ini mendapat predikat sekolah adiwiyata,” katanya.

Pelatihan pendirian bank sampah ini menghadirkan narasumber dari DLHP Purworejo dan pengelola Bank Sampah Induk (BSI) yang ada di Purworejo.

Heru Kusruwanto, Kepala Bidang Pengelola Persampahan dan Keanekaragaman Hayati (PPKH) Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) mengatakan, sekolah ini sudah mendapat peringkat terbaik 2 sekolah adiwiyata se-Jawa Tengah.

“Jadi harapan kami ketika ini dikembangkan, kalau bank sampah ini bisa berjalan di MA An Nawawi, paling tidak nanti bisa sebagai percontohan, jadi bisa menjadi rujukan sekolah-sekolah lain. Nanti narasumber juga ada dari BSI (Bank Sampah Induk) Trirejo, kita BSI ada 2 di Trirejo dan Jatimalang,” terangnya.

Pendirian bank sampah ini, kata Heru, sesuai dengan program yang dijalankan oleh DLHP.

“Kita ada SE Bupati nomor 660 tahun 2019, memang sejak itu kita sudah mengadakan perubahan pola pelayanan, yang mulanya mengumpulkan sampah-sampah, mengangkut dan membuang ke TPA (tempat pembuangan akhir), kita sudah berubah, nanti basisnya pengolahan dari masyarakat yang mengelola, dengan cara memilah, baru yang benar-benar residu diangkut ke TPA, itu yang kita galakkan, kita mengapresiasi yang dilakukan MA An Nawawi,” jelasnya.

Heru menambahkan, jika sampah itu tidak dipilah di tingkat bawah dan langsung diangkut, maka otomatis akan sangat membenani TPA. “Kalau sampah itu tidak dipilah, dan diangkut langsung ke TPA, bebannya luar biasa, karena dari tahun 2022, yang masuk sudah 65 ton per hari, tahun 2023 kita hitung-hitung sudah naik menjadi sekitar 75 ton per hari,” pungkasnya. (P24-bayu)