HukumOlah RagaOlahragaPemerintahanPendidikanPolitik

Public Hearing, Pansus 53 DPRD Purworejo Bahas Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan

613
×

Public Hearing, Pansus 53 DPRD Purworejo Bahas Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan

Sebarkan artikel ini
Suasana pelaksanaan public hearing oleh Pansus 53 DPRD Purworejo, diruang paripurna DPRD, pada Selasa (14/11/2023)

PURWOREJO, purworejo24.com – Panitia Khusus (Pansus) 53 DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, melaksanakan Public Hearing atau dengar pendapat umum terkait pembahasan Raperda Kabupaten Purworejo tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, diruang paripurna gedung DPRD Purworejo, pada Selasa (14/12/2023).

Hadir dalam kegiatan Public Hearing itu para guru olah raga SD dan SMP, pengurus KONI, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

Ketua Pansus 53, yang juga sebagai wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, mengatakan, Pansus 53 yang sedang membahas Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan melaksanakan public hearing dengan tujuan untuk meminta masukan dari para pegiat olahraga, untuk membahas tentang Penyelenggaraan Keolahragaan di Purworejo.

“Kita mengundang guru olahraga SD dan SMP, pertama guru olahraga itu kan bisa mengamati siswa- siswanya mana yang hobi olahraga, bakat olahraga, agar diarahkan, karena tidak cukup mereka hanya dilatih, dididik disekolah, karena di sekolah itu hanya pelajaran secara umum, maka ketika ada siswa- siswa yang memang memiliki bakat olahraga itu akan disalurkan kepada club- club biar dibina secara maksimal,” ungkap M Abdullah, saat dikonfirmasi pada Selasa (14/11/2023) sore.

Dalam public hearing itu, Pansus juga meminta masukan selama ini atas kendala- kendala yang dihadapi oleh para guru olahraga, ketika memiliki siswa yang memiliki potensi dibidang olahraga.

“Dan disampaikan muncul perlu didirikan kelas khusus olahraga, bukan sekolah khusus olah laga tapi kelas khusus olahraga,” katanya.

Dengan kemunculan gagasan kelas khusus olahraga itu, para guru olahraga juga berharap kelas khusus olahraga untuk tingkat SD bisa diadakan disetiap kecamatan, dan untuk tingkat SMP, setidak- tidaknya ada di Kutoarjo dan Purworejo.

“Dan kelas khusus olahraga harapannya justru ada disekolah- sekolah favorit, sehingga siswa lebih tertarik, kemudian orang tua juga lebih tertarik dan punya gengsi, kemudian mereka berlomba- lomba masuk ke sekolah favorit yang ada kelas khusus olahraganya dengan persyaratan- persyaratan prestasi tertentu. Dan mereka nantinya punya keleluasaan berlatih olahraga, tanpa harus ada kekhawatiran dalam belajar mengajarnya di sekolah,” ujarnya.

Dari pelaksaan publik hearing itu muncul kesimpulan yang bisa diambil oleh Pansus, diantaranya membentuk kelas khusus olahraga, kemudian pemerintah daerah membuat kurikulum tentang kelas khusus olahraga tersebut, lalu mengatur pendanaan untuk membiayai kelas khusus olahraga, dan membangun fasilitas olahraga di sekolah- sekolah SD dan SMP sesuai dengan olahraga unggulan daerah.

“Nah, untuk unggulan olahraga daerah ini sekarang sedang dikaji, kira – kira olahraga apa yang pantas diunggulkan, karena pemerintah daerah sesuai dengan undang- undang nomor 11 tahun 2022 tentang penyelenggaraan olahraga itu berkewajiban setidak- tidaknya membina dua cabang olahraga unggulan,” jelasnya

Menanggapi hal itu, Pansus masih akan melihat terlebih dahulu fasilitas yang ada, kemudian ketersediaan sumber daya manusianya, baik itu atlitnya maupun pelatihnya yang memiliki skill atau sertifikat kepelatihan, mana yang paling potensial, untuk dijadikan unggulan di Kabupaten Purworejo.

“Di Raperda hanya memerintahkan saja bahwa kemudian perlu dibentuk kurikulum pada kelas khusus olahraga yang selanjutnya diatur oleh Peraturan Bupati. Perintahnya masuk di Perda tetapi penjabaran teknisnya nanti di Perbup,” terangnya.

Setelah melaksanakan publik hearing, Pansus akan menindaklanjuti dengan membahas finalisasi Raperda tersebut nanti pada tanggal 20- 22 November 2023.

“Setelah selesai pembahasan tentu kita mintakan fasilitasi ke pemerintah propinsi Jawa Tengah untuk dikoreksi kembali, kemudian ketika sudah clear kita tetapkan menjadi Perda Penyelenggaraan Keolahragaan,” pungkasnya. (P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.