EkonomiInspirasiKesehatanKulinerLingkungan HiduppeternakanPolitikSosialTeknologi

Tingkatkan Produktifitas, Istri Nelayan dan PKK di Pesisir Pantai Purworejo Diajari Cara Mengolah Ikan Jadi Abon dan Empek- empek

721
×

Tingkatkan Produktifitas, Istri Nelayan dan PKK di Pesisir Pantai Purworejo Diajari Cara Mengolah Ikan Jadi Abon dan Empek- empek

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Vita Ervina SE MBA menemui para peserta Bintek Pengembangan dan Disertifikasi Usaha Nelayan yang dilaksanakan di Balai Desa Nambangan, Kecamatan Grabag, pada Selasa (24/10/2023)
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Vita Ervina SE MBA menemui para peserta Bintek Pengembangan dan Disertifikasi Usaha Nelayan yang dilaksanakan di Balai Desa Nambangan, Kecamatan Grabag, pada Selasa (24/10/2023)

GRABAG, purworejo24.com – Sebanyak 100 peserta terdiri dari ibu- ibu perwakilan istri nelayan dan perwakilan PKK dari 24 desa di Kecamatan Grabag, Butuh dan Kutoarjo, serta staff dan penyuluh perikanan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan pelatihan pengolahan ikan, di Balai Desa Nambangan, Kecamatan Grabag, pada Selasa (24/10/2023).

Kegiatan yang dikemas dengan kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan dan Disertifikasi Usaha Nelayan – DJPT KKP RI, dengan mengambil tema Terwujudnya Masyarakat Perikanan Yang Sejahtera dan Berkelanjutan itu diselenggarakan oleh anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Vita Ervina SE, MBA bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo.

Dengan menghadirkan dua Pemateri binaan Dinas LH dan Perikanan Kabupaten Purworejo, yakni Munawaroh dari Poklahsar Mina Tiga Sekawan Desa Patutrejo Kecamatan Grabag, dan Choirunnisyak dari Poklahsar Anggrek Asri, Boro Kulon Kecamatan Banyuurip, peserta diajari cara membuat olahan menu makanan berbahan dasar ikan, yakni membuat abon ikan Jahan/ Manyung dan empek- empek sutra dari ikan Salem.

Hadir dalam kegiatan itu, Perwakilan dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI, Teguh Suprayogi, Kabid Perikanan pada Dinas LH dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, Kepala Desa Nambangan, Pamuji, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Erwin Sulistiyani, Penyuluh Perikanan Kabupaten Purworejo, ibu-Ibu perwakilan PKK dan Masyarakat pesisir dari Kecamatan Grabag, Kutoarjo, dan Butuh, pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Grabag dan Ranting PDI Perjuangan Desa Nambangan; serta sejumlah tamu undangan.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Vita Ervina, menyempatkan diri hadir dan meninjau pelaksanaan pelatihan pengolahan ikan menjadi empek-empek dan abon. Dirinya juga berkesempatan dialog dengan peserta dan mencicipi hasil olahan yang sudah jadi.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang menjalin komunikasi, koordinasi dan tentunya pengetahuan dalam proses pembuatan pakan ikan secara mandiri, sehingga harapannya masyarakat pelaku perikanan mampu meningkatkan produktivitasnya dan secara ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan,” kata Vita Ervina, saat ditemui disela kegiatan.

Disampaikan, kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan itu merupakan sinergitas dirinya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung dan Wonosobo) bersama dengan mitra, yakni Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kami bersinergi dan berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku perikanan,” lanjutnya.

Menurutnya, kegiatan Bimbingan Teknis itu menjadi salah satu strategi program aksi dukungan Pemerintah bersama Komisi IV kepada masyarakat di sektor Perikanan dalam upaya mewujudkan masyarakat perikanan yang sejahtera dan berkelanjutan. Pemerintah juga terus menerus memberikan dukungan program bantuan yang langsung menyentuh dan berpihak kepada masyarakat, mulai dari sisi hulu, seperti penyediaan benih dan indukan ikan, program bioflok, sarana dan prasarana perikanan, alat pembuat pakan ikan, pelatihan dan bimbingan teknis bagi masyarakat, sampai dengan perumusan kebijakan di sector hilirnya.

“Semua program ini diberikan sebagai modal awal dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di negeri kita,” ujarnya.

Kabupaten Purworejo adalah Kabupaten yang terletak di wilayah selatan Pulau Jawa, yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Wilayah Purworejo memiliki garis pantai sepanjang 21,5 KM, yang memiliki potensi sangat besar di sektor Perikanan Tangkap (Laut). Potensi Perikanan Tangkap dan Budidaya Air Tawar di wilayah pesisir selatan yaitu Kecamatan Grabag, Butuh, dan Kutoarjo. Untuk beberapa jenis Perikanan Tangkap yang memilili nilai ekonomis tinggi adalah bawal putih, lobster, layur, tengiri, jahan, manyung, dan pari.

“Besarnya potensi perikanan khususnya perikanan tangkap tentunya menjadi anugerah bagi masyarakat nelayan di wilayah pesisir. Bagi masyarakat pelaku perikanan tangkap tentunya jangan hanya terbiasa dengan menjual ikan segar saja akan tetapi menjual olahan ikan yang tentunya secara harga akan lebih baik. Sehingga pada kegiatan hari ini selain diberikan materi secara teori tentang diversifikasi, Masyarakat juga akan dibekali ilmu bagaimana cara mengolah ikan yang baik menjadi aneka olahan olan seperti abon ikan dan pempek ikan,” jelasnya.

Bimbingan Teknis itu, tambahnya, difokuskan pada pengembangan ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap khususnya nelayan dan pembudidaya ikan. Menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk terus membina, mengembangkan, serta mencerdaskan para pelaku usaha khususnya di sektor perikanan.

“Melalui kegiatan ini, harapannya para peserta pelatihan memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjadi pengolah ikan yang profesional,” harapnya.

Kabid Perikanan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, berharap dengan kegiatan itu, para ibu- ibu istri nelayan mampu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Dari hasil tangkapan nelayan itu, ikan tidak serta merta dijual semua dalam kondisi segar atau mentah, namun juga diolah menjadi olahan lain.

“Karena untuk ikan jenis tertentu dengan harga ekonomis yang menengah ke bawah, tentunya harus ditingkatkan nilai tambahnya dengan cara pengolahan, yang dalam hal ini bisa diolah menjadi empek-empek dan abon,” ujarnya.

Secara umum hasil tangkapan nelayan bisa diolah dan ditingkatkan nilai tambahnya oleh kelompok usaha pengolahan yang ada di Purworejo, karena ikan yang dihasilkan para nelayan itu semua memiliki kategori bernilai ekonomis tinggi, seperti bawal putih, kakap merah, kerapu, layur, ataupun jahar.

Salah satu peserta dari Desa Rejosari Kecamatan Grabag, Dewi, mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan itu. Menurutnya, kegiatan itu sangat bermanfaat baginya karena merupakan sesuatu yang baru.

“Saya belum pernah membuat abon dan empek – empek ini, dan baru pertama kali ini membuat disini. Insyaallah pengetahuan ini akan kita tularkan kepada ibu-ibu PKK di lingkungan desa kami,” kata Dewi. (P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.