IklimLingkungan Hidup

Ikan Hiu Tutul Terdampar dan Mati di Pantai Roro Inten Purworejo

1315
×

Ikan Hiu Tutul Terdampar dan Mati di Pantai Roro Inten Purworejo

Sebarkan artikel ini
Ikan HiuPaus terdampar di Pantai Roro Inten, Desa Pagak Kec. Ngombol Purworejo
Ikan HiuPaus terdampar di Pantai Roro Inten, Desa Pagak Kec. Ngombol Purworejo

NGOMBOL, purworejo24.com – Seekor ikan hiu tutul atau yang juga disebut sebagai hiu paus, ditemukan warga terdampar di tepi pantai Desa Pagak, Kecamatan Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (7/9/2023) sore.

Kabar ditemukannya ikan hiu yang terdampar di pantai itu pun menyebar, sehingga ratusan warga secara silih berganti berdatangan untuk melihat langsung ikan hiu itu.

Untuk ikan hiu tutul itu, pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat saat pulang dari menjala ikan.

“Kami melihat ikan hiu ini di pinggiran pantai. Kondisinya masih hidup, tapi sudah lemas. Kami coba dorong-dorong, tapi ikannya tidak mau kembali ke laut, akhirnya ikan itu tetap terdampar dan mati,” kata Supanut, pada Jumat (8/9/2023).

Kabid Perikanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, mengatakan penemuan hiu tutul atau hiu paus itu merupakan penemuan yang kedua terjadi di tepi pantai wilayah Purworejo dam sepekan. Yang pertama di pantai Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag pada tanggal 3 September 2023 dan yang kedua ini berada di pantai Roro Inten di wilayah administrasi Desa Pagak Kecamatan Ngombol.

“Ukuran paus, setelah diidentifikasi dengan panjang total sekitar 6,96 meter dengan lebar kepala atau lebar mulut yakni 145 cm, lebar dada insan ada 180 cm. Adapun jenis kelamin berdasarkan identifikasi awal dari bentuk alat kelaminya, setelah diidentifikasi adalah jantan,” ungkapnya.

Menurutnya, karena ikan itu termasuk hiu paus atau hiu tutul yang dilindungi, jadi pihaknya melarang kepada warga untuk tidak ada pemanfaatan dalam bentuk apapun, terhadap ikan yang terdampar itu. Ikan itupun akhirnya dikuburkan di lokasi sekitar tempat ikan ditemukan terdampar.

“Karena selain pemakan plankton, hiu ini diduga merupakan pemakan sampah plastik, jadi tidak aman dikonsumsi dan kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Purworejo, kita kuburkan supaya tidak dimanfaatkan, juga demi keamanan supaya tidak jadi pembusukan, sehingga nanti banyak lalat juga menimbilkan bau yang tidak sedap yang bisa mengganggu aktifitas masyarakat, karena disekitar sini banyak aktifitas masyarakat seperti di TPI dan di tambak tambak udang,” jelasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.