Scroll untuk baca artikel
PemerintahanSeni BudayaWisata

Kenduri Adat Tradisi Nyadran, Warga Dusun Durenombo Potong 11 Kambing untuk Selamatan

16
×

Kenduri Adat Tradisi Nyadran, Warga Dusun Durenombo Potong 11 Kambing untuk Selamatan

Sebarkan artikel ini
Kenduri Adat Tradisi Nyadran, Warga Dusun Durenombo Potong 11 Kambing untuk Selamatan
Kenduri Adat Tradisi Nyadran, Warga Dusun Durenombo Potong 11 Kambing untuk Selamatan

BAGELEN, purworejo24.com – Nyadran merupakan serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat di Jawa, khususnya Jawa Tengah yang merupakan tradisi untuk membersihkan makam leluhur, tabur bunga dan puncaknya berupa kenduri atau selamatan di makam leluhur.

Tradisi nyadran biasanya dilakukan oleh masyarakat di daerah pedesaaan saat akan menjelang bulan Ramadhan. Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh masyarakat di Dusun Durenombo 1 dan Durenombo 2, Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, masyarakat melaksanakan tradisi nyadran di bulan Safar.

Kegiatan yang dikemas dengan acara Kenduri Adat tradisi nyadran tahun 2023 itu dilaksanakan di Petilasan atau Punden Eyang Dewi Sikembaran (Nyi Sekartaman dan Nyi Dewi Sinto) yang berada di Dusun Durenombo, Desa Durensari, pada Jumat (1/9/2023) sore.

Tampak hadir dalam acara itu, Direktur PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo S.T., M.Si., anggota DPRD Kabupaten Purworejo Dapil 2, Subeno, Sigit Apriyanto, Sutardi S, dan putra dari Kelik Sumrohadi (alm), Mas Roni, Kepala Desa Surensari, Keman Siswanto bersama perangkat desa dan ratusan warga dari Dusun Durenombo 1, 2 serta warga lain sebagai undangan yang hadir memadati acara nyadran itu.

Ada yang berbeda di kegiatan itu, warga sejak pagi hari melakukan gotong royong membersihkan lokasi kegiatan serta melakukan penyembelihan 11 kambing yang kemudian dimasak bersama- sama oleh para bapak-bapak Dusun Durenombo, didapur punden yang telah dibangun secara permanen.

Acara kenduri adat tradisi nyadran itu dilaksanakan sama seperti acara nyadran pada umumnya, yakni dilakukan acara ceremoni sambutan-sambutan dan pembacaan tahlil serta doa lalu ditutup dengan pembagian walimah serta daging kambing yang telah matang dimasak oleh warga.

Kepala Desa Durensari, Keman Siswanto mengatakan, kegiatan nyadran sudah dilakukan oleh masyarakat Dusun Durenombo sejak dari nenek moyang secara turun temurun sampai sekarang. Kegiatan itu dilaksanakan satu tahun sekali ditahun Jawa dibulan safar dihari Jumat Kliwon.

“Nyadran ini dilaksanakan oleh masyarakat Durenombo 1 dan Durenombo 2, dua kadus), sudah menjadi kebiasaan bahwa kegiatan nyadran ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat, keyakinan masyarakat, siapa yang punya niat, maksud tujuan baik dengan memohon di tempat Nyi Kembaran ini InsyaAllah akan terkabul dan diridhoi oleh Allah SWT, dengan perantara Nyai Sekartaman Durenombo ini,” ungkap Keman Siswanto, saat ditemui usai kegiatan.

Nyadran di Dusun Durenombo dilaksanakan pada hari Jumat Kliwon, menurut kesepakatan masyarakat dari pendahulu, hari Jumat Kliwon merupakan hari yang besar, hari yang dianggap sakral.

“Maka hari Jumat Kliwon itulah yang dipilih sebagai pelaksanaan untuk melaksanakan kegiatan selamatan Nyadran ditempat Nyi Sekartaman di Durenombo ini,” ujarnya.

Kegiatan itu, lanjutnya, dilaksanakan sebagai kegiatan kearifan lokal, sebagai pemersatu masyarakat, dalam satu tempat yang saling bahu membahu gotong royong untuk mbangun kebersamaan, dan melestarikan kebudayaan yang ada di Durensari pada khususnya dan budaya di Jawa pada umumnya.

“Untuk kedepan sudah kami rencanakan dari sekarang, fasilitas tempat sudah kami rintis, kami bangun, nanti akan kami edukasi menjadi tambahan wisata religi. Selain potensi wisata religi ini juga ada tempat wisata alam Gunung Ijo, yang juga sedang kami rintis bersama Pokdawis di desa Durensari ini dan bekerjasama dengan pihak pemerintah desa,” jelasnya.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari, sekaligus pemerhati budaya, dan pemerhati wisata, Hermawan Wahyu Utomo ST MS, menyampaikan apresiasi dengan kegiatan nyadran itu.

“Jadi Dusun Durenombo ini punya potensi yang luar biasa, mungkin warga masyarakat Purworejo belum tau semua, apalagi diluar Purworejo. Di sini jelas salah satu situs ini, mungkin masyarakat Purworejo juga belum tahu kalau disini banyak situs- situs zaman Majapahit, termasuk adanya lingga yoni dan situs yang lain, situs Gajahmada juga ada, termasuk di sini ada situs makam eyang Nyai Sekartaman, ini suatu anugrah luar biasa untuk Desa Durensari,” katanya.

Menurutnya, secara geowisata, di wilayah Bagelen ada tiga gunung purba, salah satunya Gunung Ijo di Desa Durensari, kemudian Gunung Gajah di Desa Pandanrejo dan gunung menoreh.

“Disini ada sejarah geologi, yang mungkin tidak semua orang tahu. Patut dikembangkan supaya masyarakat tahu jika disini punya potensi yang luar biasa. Dan saya harapkan dari pemerintah kabupaten Purworejo, stakeholder, lalu ada legislatif, juga dari warga Durensari diharapkan menjadikan ini sebagai momentum untuk kedepanya, karena nantinya ini punya potensi untuk berkembang. Dengan acara- acara seperti ini akan menambah kasanah budaya. Saya harapkan semua stekholder bisa mendukung acara acara budaya seperti ini,” harapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Fraksi PDIP, Subeno, juga menyampaikan apresiasi dan menyambut positif dengan kegiatan itu.

“Wakil rakyat dari dapil 2, dimana didapil 2 ini ada 6 wakil di DPRD, yang masing- masing sudah dibagi menurut komisinya dan kami kebetulan ada di komisi 3 yang membidangi masalah wisata dengan adanya acara budaya seperti ini tanggapanya sangat positif, kami antusias menyambut dengan baik bahkan kami berharap adanya kerjasama antara pemerintah desa dengan kami.

Apalagi tadi pak kades sudah matur bahwa ini sudah masuk dalam wisata religi, mari kita bersama-sama kita dukung perkembanganya apalagi sudah di kaitkan dengan wisata Gunung Ijo sebenarnya kami sudah bekerjasama sejak dulu adanya kawasan wisata tersebut, alhamdulillah sampai detik ini sudah ada sedikit perkembangan hanya perlu tindak, sikap lebih lanjut agar lebih maju, kemudian adanya budaya yang seperti ini perlu kita pertahankan, kita kembangkan untuk menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.