Prihatin Dengan Pencemaran Udara Akibat Penggunaan BBM, SMK Institut Indonesia Kutoarjo Ciptakan Mobil Listrik

oleh -
SMK Institut Indonesia Kutoarjo membuat mobil listrik yang bisa menempuh jarak hingga 60 kilometer.
SMK Institut Indonesia Kutoarjo membuat mobil listrik yang bisa menempuh jarak hingga 60 kilometer.

PURWOREJO, purworejo24.com – Berawal dari keprihatinan sekolah terhadap pencemaran udara yang mengakibatkan perubahan iklim, SMK Institut Indonesia Kutoarjo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah menciptakan mobil listrik yang ramah lingkungan.

Mobil listrik buatan sekolah ini dapat melaju dengan kecepatan 80 kilo meter per jam, dan bisa menempuh jarak hingga 60 kilometer,

Shinta Kusumastuti, Kepala Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang juga sebagai guru pembimbing pembuatan mobil listrik ini mengaku pembuatan mobil dilakukan oleh siswa-siswi dari 6 jurusan yang ada di SMK Institut Indonesia Kutoarjo.

“Mobil ini kita ciptakan karena pertimbangan ke masa depan seperti kelangkaan BBM kedepannya, mobil ini kita ciptakan juga salah satu solusi atas pencemaran udara dan rusaknya iklim akibat emisi karbon,” katanya.

Mobil listrik buatan siswa ini berbentuk jip dan memiliki kapasitas dua orang penumpang di depan. Sedangkan bagian belakang merupakan bak terbuka.

Body mobil atau bumper menggunakan besi. Sedangkan bagian depan mobil menggunakan kaca. Mobil listrik itu menggunakan baterai yang akan penuh jika diisiulang selama 3 jam.

Shinta mengatakan mobil listrik itu pertama kalinya dibuat oleh sekolah ini. Dia mengaku mobil listrik tersebut dicita-citakan sejak tahun beberapa tahun yang lalu. Meski sudah dapat berjalan dengan lancar mobil tersebut terus dilakukan pembenahan dan penyempurnaan.

“Masih ada beberapa evaluasi dan kita akan menambah solar cell (alat untuk mengubah tenaga matahari menjadi listrik, selain dengan listrik kita mau pasang juga alat tenaga surya,” ucapnya.

Dia mengatakan untuk merangkai mobil listrik itu dibutuhkan beberapa komponen. Mulai dari baterai, mesin, hingga body mobil listrik tersebut. Untuk spare part ia mengaku masih mendatangkan dari Jogjakarta.

“Biayanya sekitar 90 juta-an, Harapannya ke depan SMK Institut Indonesia Kutoarjo dapat menambahkan teknologi solar cell dan mobilnya segera bisa dipakai masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Bagus Adiroso, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng mengapresiasi pencapaian SMK Institut Indonesia Kutoarjo yang dapat menciptakan mobil listrik. Ia berharap mobil ini bisa dikembangkan dan dapat segera digunakan oleh masyarakat.

“Saya harapkan pengembangannya tidak hanya sampai disini saja namun mobil ini kita harapkan dapat membantu masyarakat di pedesaan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan,” katanya. (P24-bayu)