Kejar Ketertinggalan Belajar, Dindikbud Purworejo Dorong Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka

oleh -
Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Wasit Diono dan Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Sri Anteng
Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Wasit Diono dan Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Sri Anteng

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendukung dan mendorong agar seluruh sekolah mulai dari PAUD/TK, SD dan SMP, bisa menerapkan kurikulum merdeka belajar sesuai dengan aturan Menteri Pendidikan, Kebudaayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Inti dari Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar, yaitu konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.

“Kurikulun merdeka adalah kurikulum baru dari Mendikbud Ristek menggantikan kurikulum 13, disini siswa dalam proses belajar ini banyak perubahan, pengembangan pada  belajar satuan pendidikan secara merdeka. Nanti kalau dilaksanakan penuh itu malah tidak ada ujian nasional, dan nilai dikelola oleh sekolah sendiri,” kata Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Wasit Diono saat ditemui disela rapat dengan DPRD Purworejo, pada Senin 1 Agustus 2022.

Dengan menerapkan kurikulum merdeka, nantinya akan kelihatan bakat dan minat anak itu dimana, anak lebih belajar pada pengembangan bakatnya, dan guru  dituntut aktif, guru harus bisa mengembangkan karakter siswa dan kurikulum itu telah diberlakukan di tahun ajaran baru 2022/2023 ini pada PAUD/TK, SD maupun SMP.

Saat ini juga sudah banyak sekolah yang melaksanakan berbagai pelatihan kepada para guru dalam menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Bahkan sejumlah sekolah mendorong agar mendukung penerapan kurikulum Merdeka Belajar di sekolah.

“Pelaksanaan Kurikulum Merdeka belum berlaku bagi semua kelas. Bagi sekolah yang melaksanakan tahun pertama untuk kelas 1 dan 4 untuk tingkat SD, serta kelas 7 untuk tingkat SM,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan kurikulum itu juga sebagai bentuk untuk mengejar ketertinggalan proses belajar saat masa pandemi covid-19, dimana siswa tidak bisa belajar secara penuh atau secara tatap muka.

“Harapannya ini bisa diterapkan dan hasil pendidikannya bisa berkualitas dan lebih baik. Ini program dari pusat yang mungkin sudah melalui berbagai kajian dan kita hanya sebagai pelaksana,” harapnya.

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar pada Dindikbud Kabupaten Purworejo, Sri Anteng, menambahkan, Kurikulum Merdeka diterapkan sesuai perkembangan zaman dan kondisi saat ini yaitu abad 21.

“Karena sekarang kita hidupnya diabad 21, tidak boleh lepas dari berita juga, nah anak- anak harus bisa menyesuaikan diri tapi untuk karakter siswa tidak boleh ketinggalan, harus menjadi yang nomor satu, jadi kita memang di abad 21 tidak boleh tertinggal dari negara- negara lain. Harapannya nanti waktu mencapai usia Kemerdekaan Indonesia Emas bisa lahir menjadi negara yang bersaing dengan negara-negara lain,” pungkasnya.(P24/Wid)