Unik, Sekolah Lansia Pertama Kali Dibangun di Purworejo

oleh -
Peresmian Sekolah Lansia “Qoryah Thoyyibah di Desa Panggeldlangu Kecamatan Butuh
Peresmian Sekolah Lansia “Qoryah Thoyyibah di Desa Panggeldlangu Kecamatan Butuh

PURWOREJO, purworejo24.com – Sekolah merupakan tempat di mana para siswanya belajar dan kebanyakan para siswa-siswi ini berumur di bawah 20 tahun. Namun di Purworejo terdapat sekolah lansia pertama yang semua muridnya merupakan lansia.

Sekolah lansia pertama ini adalah hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sekolah Lansia ini diresmikan Pemkab Purworejo bersamaan dengan Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-29 tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2022 pada Rabu 20 Juli 2022 di Desa Panggeldlangu Kecamatan Butuh.

Peresmian Sekolah Lansia tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinsossaldukkb, Kepala Disdukcapil, Kepala Dinperkimtan, perwakilan Anggota DPRD Komisi IV, Forkopimcam serta unsur terkait lainya.

Wabup Yuli Hastuti mengapresiasi kerja sama dengan BKKBN atas kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi para lansia, supaya mereka tetap produktif, dan tidak menjadi sasaran bagi pelaku cyber crime, termasuk hoaks, penipuan, dan ujaran kebencian.

“Sekolah lansia merupakan lembaga pendidikan non formal program dari BKKBN dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL). Tujuan dibentuknya sekolah lansia antara lain guna mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat,” ungkapnya.

Ia menyebut Sekolah Lansia di Desa Panggeldlangu Kecamatan Butuh yang diberi nama “Qoryah Thoyyibah” ini merupakan sekolah lansia yang pertama didirikan di Kabupaten Purworejo. Ia berharap sekolah ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa yang lainnya.

“Saya berharap Sekolah Lansia Qoryah Thoyyibah ini bisa menjadi rujukan dan percontohan dari desa-desa lain di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Dikatakan Wabup Yuli Hastuti bahwa Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang diperingati setiap tahun, merupakan momentum untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya keluarga. Sehingga masyarakat menyadari bahwa keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam upaya memperkuat ketahanan nasional.

Ia mengatakan, Peringatan Harganas ke 29 tahun 2022 mengangkat tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting” merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat untuk memahami pentingnya Gizi pada anak dan lansia.

“Saya mengajak kita semua untuk semakin memperhatikan kualitas keluarga dan generasi kita selanjutnya, antara lain melalui pemberian nutrisi dan asupan terbaik untuk anggota keluarga, utamanya sejak seribu hari pertama kehidupan,” katanya.

Sementara itu Ahmat Jainudin, Kepala Dinsosdaldukkb menjelaskan bahwa tujuan dibangunnya sekolah lansia ini diantaranya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lansia.

Dirinya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat fungsi keluarga yaitu fungsi agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial budaya, dan fungsi lingkungan kepada lansia.

“Sesuai arahan Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, perayaan peluncuran sekolah lansia ini tidak kita laksanakan di pusat Purworejo, namun berada di pedesaan, dengan harapan ke depan segala bentuk pelayanan terkhusus pelayanan kepada masyarakat betul-betul dapat di akses dengan mudah dan terjangkau,” ungkapnya.(P24/Bayu)