Ditarget Naik Kelas, Puluhan UMKM Difasilitasi Pembuatan Izin Berusaha

oleh -
Sebanyak 72 UMKM di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo difasilitasi pembuatan Nomor Induk berusaha
Sebanyak 72 UMKM di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo difasilitasi pembuatan Nomor Induk berusaha

BUTUH, purworejo24.com – Sebanyak 72 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo difasilitasi pembuatan Nomor Induk berusaha (NIB).

Pemerintah Kecamatan Butuh bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DINPM PTSP) menggelar Fasilitasi ini dalam kegiatan yang bertajuk “Gebyar Pelayanan Perijinan Bagi UMKM” yang digelar di Pendopo Kecamatan Butuh pada Kamis (28/7/2022) siang.

Kepala DINPM PTSP Agung Wibowo menjelaskan, para pelaku UMKM diberikan fasilitas pengurusan NIB yang menjadi titik awal UMKM untuk naik kelas. NIB ini penting agar UMKM tercatat di sistem pemerintahan dan memudahkan bagi pemerintah untuk memberikan fasilitas yang lainnya.

Ia menambahkan NIB atau Nomor Induk berusaha adalah identitas pelaku usaha yang diterbitkan oleh lembaga OSS. Setelah memiliki NIB, maka pelaku usaha bisa mengajukan Izin Usaha dan Izin Komersial atau Operasional sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.

“Semua peserta kita buatan iIzin NIB yang merupakan Izin untuk operasional UMKM nya,” katanya.

Agung mengatakan dalam kegiatan kali ini pihaknya membuktikan bahwa anggapan pembuatan izin untuk UMKM itu rumit, lama, dan membutuhkan biaya banyak itu tidak benar. Hak itu hanya stigma masyarakat yang memang belum tahu terhadap proses dan regulasi.

“Hari ini kita buktikan bahwa Izin itu mudah, tidak berbelit-belit, dan murah dan gampang, 72 peserta kita buatkan semua. Satu orangnya hanya 10 menit jadi,” katanya.

Agung mengatakan, di Kabupaten Purworejo sendiri kesadaran untuk membuat Izin para pelaku UMKM masih sangat minim. Dari jumlah keseluruhan sekitar 48.000 UMKM yang ada, baru sekitar 12.000 UMKM yang sudah mempunyai Izin.

“Selain menjemput bola seperti kegiatan hari ini kita (Pemkab) juga sudah menyediakan Mall Pelayanan Publik untuk masyarakat mengurus segala keperluan termasuk perijinan,” katanya.

Uniknya di Kabupaten Purworejo dalam masa Pandemi Covid-19, UMKM malah naik jumlahnya sekitar 5.000 UMKM dibandingkan sebelum adanya Pandemi. Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM menjadi sektor yang kuat dalam mendukung ekonomi daerah.

“Sebelum pandemi ada sekitar 43.000,” kata Agung.

Sementara itu Camat Butuh, Bangun Erlangga Ibrahim mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya agar para UMKM ini berdaya saing. Pihaknya juga menyebut selain memfasilitasi pembuatan Izin, pihaknya juga sudah menyiapkan wadah UMKM diwilayah.

“Kita juga sudah menyiapkan outlet digital sebagai embrio dari market place yang mengakomodir UMKM di wilayah Kecamatan Butuh,” katanya.

Tidak hanya outlet secara digital, pihak kecamatan juga akan menyiapkan outlet di Kecamatan yang saat ini masih dalam proses penataan.

“Kita buatkan toko di website agar yang bisa beli tidak hanya masyarakat butuh namun jangkauan pasarnya lebih luas lagi, Saya juga akan bikin outlet fisik di ruang pelayanan,” katanya.(P24/Bayu)