Baru Saja Diresmikan, Purworejo Punya Tempat Rehabilitasi Narkoba

oleh -

PURWOREJO, purworejo24.com – Tempat rahabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Purworejo diresmikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat 1 Juli 2022.

Tempat rehabilitasi yang terletak di ruang Edelweis RSUD Dr Tjitrowardojo tersebut kini siap menampung para penyalahguna narkotika yang kasusnya diselesaikan secara restorative justice.

Kajari Purworejo, Eddy Sumarman mengemukakan, sesuai instruksi dari Jaksa Agung bahwa Kejaksaan berusaha untuk menampung para pengguna atau penyalahguna narkotika dan menyelesaikan perkaranya secara Restorative Justice (RJ). Artinya tidak melulu dilakukan penghukuman tetapi melalui syarat-syarat tertentu, penyalahguna narkotika bisa direhabilitasi.

“Kalau narkotika, syaratnya yang jelas dia bukan pengedar, bukan DPO, dan dia bukan residivis, dia hanya korban penyalahgunaan narkotika, artinya ada assesment-nya dulu (tidak semua bisa direhab),” jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, untuk korban penyalahgunaan narkotika di Purworejo masih direhabilitasi ke RSJ di Magelang. Dengan adanya tempat rehabilitasi di Purworejo, maka para korban penyalahguna narkotika bisa direhabilitasi di tempat yang lebih dekat. Untuk perawatan, nanti akan diserahkan kepada RSUD Dr Tjitrowardojo dan Dinas Sosial Purworejo. Untuk pembiayaan rehabilitasi, pihaknya bekerjasama dengan Pemda Purworejo. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perawatan, seluruhnya ditanggung APBD.

“Kapasitas saat ini sementara ini baru dua kamar, namun ke depan apabila diperlukan penambahan akan kami siapkan,” katanya.

Direktur RSUD Dr. Tjitrowardojo, Kuswantoro menjelaskan bahwa dari sisi pelayanan rumah sakit pihaknya sudah siap. Baik dari sisi SDM, konseling, pengobatan, dan yang lainnya.

“Kami sudah tersedia SDM-nya, baik dokter maupun perawat sudah kami beri pelatihan, sudah bersertifikat semua. Nanti akan ada tim sendiri untuk tempat rehabilitasi ini,” katanya.

Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti mengapresiasi adanya tempat rehabilitasi para korban penyalahgunaan narkotika ini. Hal ini merupakan wujud sinergitas antara Kejari Purworejo dengan Pemda Purworejo.

“Jadi untuk mempermudah, dan kita tidak jauh, kalau kemarin di Magelang sekarang bisa di Purworejo, tapi ya harapannya jangan sampai terisi, semoga jangan sampai,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Purworejo, Hendricus Karel mengatakan, sebenarnya di Purworejo sudah ada Perda mengenai Narkotika yakni Perda Nomor 15 tahun 2021. Hanya saja Perbub tentang narkotika belum juga direalisasikan.

“Kita sudah ada Perdanya, tinggal nanti kita juga paling tidak setelah ada Perbubnya kita sudah bisa menyiapkan tempat rehabilitasi, ini kan baru numpang di RSUD, nanti kedepannya paling tidak bisa memberikan motivasi untuk Pemda menyiapkan anggaran, untuk saat ini kita menunggu Perbub, kalau sudah ada Perbubnya (Pemda) bisa mengadakan tempat rehabilitasi (sendiri),” jelasnya.

Namun begitu, pihaknya menyambut baik dengan adanya tempat rehabilitasi ini. Hal ini merupakan salah satu upaya preventif dalam penanganan para korban penyalahgunan narkotika.

“Kita menyambut baik sepanjang untuk tempat rehab ini dilakukan penindakan secara preventif, harapannya ya walaupun sudah disiapkan mudah-mudahan tidak terisi, tapi juga tidak terisi itu bukan berarti tidak tertangkap, tapi memanah Purworejo benar-benar bersih dari Narkoba,” terangnya.(P24/Wid)