Purworejo Langganan Banjir, Perumahan Bebas Banjir Jadi Kebutuhan

oleh -
Perumahan Pesona Arawihang di Desa Borowetan, Banyuurip, Purworejo
Perumahan Pesona Arawihang di Desa Borowetan, Banyuurip, Purworejo

PURWOREJO, purworejo 24.com – Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana alam, berupa banjir, tanah longsor hingga tsunami. Tercatat, hampir setiap tahun terjadi bencana alam terutama banjir dan tanah longsor.

Bencana banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Purworejo ini menjadi perhatian dan pertimbangan masyarakat untuk memilih tempat tinggal. Demikian juga bagi developer (pengembang) perumahan yang harus mempertimbangkan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Salah satunya dilakukan PT Arahiwang Cipta Manunggal, salah satu developer yang membangun kompleks perumahan Pesona Arahiwang di Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip, Purworejo.

Marketing PT Arahiwang Cipta Manunggal Galih W saat ditemui di kantor pemasaran menyatakan, perusahaannya telah melakukan berbagai upaya untuk menjamin banjir maupun genangan air tidak terjadi di perumahan mereka. Upaya tersebut bahkan sudah dilakukan sejak awal, sebelum sebuah kawasan perumahan dibangun.

Galih mengatakan, langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana, tentunya dengan mencari calon lokasi perumahan yang bebas bencana.

“Tim kami melakukan survei, memastikan bahwa sebuah lokasi aman, penelusuran antara lain dengan menggali informasi dari masyarakat, terkait masa lalu calon lokasi, apakah sudah pernah terjadi bencana atau belum,” katanya.

Salah satu sudut di Perumahan Pesona Arahiwang

Apabila mendapat kepastian sebuah lokasi aman dari bencana, maka proses lanjutan terkait perizinan ditempuh perusahaan. Perizinan antara lain menyoal tentang garis sempadan, IMB, pengeringan, izin pemanfaatan tanah, izin lingkungan, amdal, amdalalin, dan perizinan lain yang diperlukan.

“Soal izin juga, kami tidak berani main-main, semua harus prosedural, tidak boleh ada yang dilanggar,” tegasnya.

Setelah proses perizinan selesai, dimulailah pembangunan kawasan. Developer memperhatikan betul soal banjir, yakni dengan membangun drainase yang mumpuni dan cukup.

Kanal-kanal kecil dibangun di sepanjang jalan, menghubungkan tiap-tiap rumah dengan saluran pembuangan air hujan.

“Kanal ini juga dipisah, tidak untuk saluran buang limbah rumah tangga. Drainase jalan ini hanya berfungsi jadi saluran pembuangan air hujan menuju sungai besar,” terangnya.

Galih mengaku, perusahaanya telah berpengalaman dalam mengembangkan komplek hunian. Perumahan Arahiwang ini merupakan komplek perumahan ke 11 yang dibangun oleh perusahaannya.

Kompleks perumahan tersebut memiliki sistem drainase kompleks dan tertata, yang menghubungkan tiap rumah dengan kanal pembuangan menuju sungai.

“Sistem kami buat sedemikian rupa, sehingga meskipun hujan berlangsung lama, tidak akan muncul genangan di jalanan perumahan,” katanya.

Terbukti ketika hujan lebat dalam waktu semalaman terjadi di Purworejo pada Selasa 31 Mei 2022 hingga Rabu 1 Juni 2022.

“Ketika itu, kami dengar kabar bahkan ada perumahan di Purworejo yang kebanjiran, alhamdulillah Pesona Arahiwang tidak,” ucapnya.

Perumahan Pesona Arahiwang terletak sekitar 100 meter dari Sungai Bogowonto.

“Jadi jaraknya jauh dari sungai, kalau di sisi barat, ada saluran irigasi DI Boro, jaraknya juga cukup dan irigasi itu tidak pernah banjir,” ujarnya.

Bahkan, ketika ada yang mengabarkan jalan nasional di depan SPBU Desa Borowetan tergenang air air yang notabene terletak lebih tinggi dibandingkan Perumahan Pesona Arahiwang, pun airnya tidak berimbas ke komplek perumahan.

“Perumahan kami benar-benar aman dari banjir, semua berkat perencanaan matang serta pembangunan yang sesuai prosedur, tanpa melanggar regulasi pemerintah,” tegasnya.

Perumahan Pesona Arahiwang terdiri atas 261 unit rumah. Terdapat 4 tipe bangunan,yakni tipe 82/72, 45/72, 36/72, dan 36/66. Developer membangun fasilitas berupa jalan utama 8 meter, taman, masjid, CCTV 224 jam di 9 titik, one gate system, dan sekuriti 24 jam. Kolam renang dan lapangan olahraga menjadi target pembangunan fasilitas publik selanjutnya di masa yang akan datang.

“Sudah terjual hampir 80 persen, dan 70 persen unit terjual itu, dihuni pemiliknya. Kami berharap kompleks ini bisa menjadi kawasan hunian yang nyaman,” ujarnya.

Penghuni Perumahan Pesona Arahiwang, Eni Suyatmi mengaku nyaman tinggal di kompleks tersebut. Selama setahun menghuni perumahan itu, tidak pernah sekalipun terjadi banjir di dalam perumahan.

“Kalau hujan lebat, biasanya air tidak sampai menggenang, langsung mengalir dan begitu hujan reda, jalanan kembali kering,” tuturnya.

Menurutnya, potensi banjir menjadi salah poin yang diperhatikan ketika ia mencari rumah hunian.

“Saya dikasih tahu saudara, ada perumahan di Desa Borowetan ini, kemudian tanya kiri-kanan, ternyata lokasinya aman, sehingga saya putuskan membeli dan tinggal di sini,” ujarnya.

Selain itu, jarak perumahan dengan jalan nasional Purworejo-Yogyakarta yang kurang dari 100 meter, juga menjadi alasan mengapa ia mau menghuni kompleks itu.

“Jaraknya dekat jalan, mau naik angkutan umum jadi mudah,” tandasnya.(P24/Nuh/Adv)