Bupati Sobo Deso, Petani Diimbau Daftar Asuransi Usaha Tani Padi

oleh -
Sejumlah warga di beberapa desa Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyampaikan beberapa masalah kepada bupati. Masalah yang disampaikan warga dari pertanian, jalan hingga UMKM disampaikan warga saat Bupati Purworejo menggelar kegiatan Bupati Sobo Deso (BSD).

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah warga di beberapa desa Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyampaikan beberapa masalah kepada bupati. Masalah yang disampaikan warga dari pertanian, jalan hingga UMKM disampaikan warga saat Bupati Purworejo menggelar kegiatan Bupati Sobo Deso (BSD).

Kegiatan BSD adalah progam dari pemerintah daerah Kabupaten Purworejo mengunjungi desa-desa yang ada di kabupaten. Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat seperti yang dilakukan di lima desa di Kecamatan Ngombol yaitu Desa Desa Candi, Kedondong, Kuwukan, Pulutan dan Walikoro pada Selasa 14 Juni 2022.

Didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, Bupati Purworejo Agus Bastian mengunjungi setiap lokasi yang sudah ditentukan dan menyampaikan bantuan BLT DD. selain BLT DD bupati juga secara simbolis menyerahkan bantuan dari BAZNAS kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan keluhannya kepada Bupati. Antara lain tanaman padi ambruk akibat cuaca buruk, sehingga tidak bisa di panen dan harus memulai tanam lagi.

”Warga meminta adanya ketersediaan air,” kata Agus salah satu petani di Kecamatan Ngombol.

Warga lain juga meminta perbaikan jalan ruas Guyangan – Bongkot hingga SMPN 11 Purworejo yang saat ini rusak. Jalan tersebut dinilai dapat memangkas waktu yangg cukup banyak, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

“Ruas jalan itu menghubungkan akses ke kecamatan, pasar, KUA, polsek, koramil dan puskesmas, sehingga sangat penting fungsinya,” kata warga.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melakukan koordinasi terkait langkah-langkah recovery tanaman padi yang rusak akibat hujan angin. Sedangkan terkait kerugian yang dialami petani, Bupati menghimbau agar para petani mendaftarkan diri sebagai peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Bayar preminya murah kok, hanya Rp 144 ribu setiap hektar permusim tanam. Itupun masih ada subsidi dari pemerintah, sehingga petani hanya membayar Rp 36 ribu. Ketika terjadi bencana, akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, bahwa perbaikan jalan kabupaten terus dioptimalkan dan terus didorong, agar semua jalan berstatus jalan kabupaten mulus dan baik. Perbaikan jalan terus dioptimalkan guna mendorok akses UMKM dan percepatan ekonomi di desa-desa yang ada di kabupaten Purworejo.

“Perubahan sudah mulai terlihat, sehingga kalau dulu ada istilah jeglongan sewu, kini sudah mulai berkurang,” ungkapnya.(P24/Bayu)