Scroll untuk baca artikel
EkonomiPemerintahanPendidikanSeni BudayaWisata

Dukung Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo, Dinas Pendidikan Purworejo Ajak Sekolah Kunjungi Wisata Lokal Purworejo

10
×

Dukung Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo, Dinas Pendidikan Purworejo Ajak Sekolah Kunjungi Wisata Lokal Purworejo

Sebarkan artikel ini
Wasit Diono S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo
Wasit Diono S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Untuk meningkatkan kebanggaan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo serta untuk mewujudkan Visi Bupati-Wakil Bupati Purworejo, yakni Purworejo Berdaya Saing Tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo mengajak kepala sekolah di Kabupaten Purworejo untuk bisa membawa anak- anak didiknya berkunjung, mengenal dan mengerti wisata lokal Purworejo.

Ajakan itu dilakukan Dinas menyusul dengan telah dibuatnya gerakan yang diberi nama Tresno Purworejo Larisi Purworejo oleh Bupati Purworejo.

Sebagaimana tertuang dalam surat edaran Bupati Purworejo dengan nomor 512.1/3.751 tentang Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo yang ditandatangani oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian, pada tanggal 4 Mei 2021 lalu, mengajak masyarakat Purworejo untuk melaksanakan kebijakan Bupati meliputi peduli beras petani Purworejo, peduli makanan lokal, peduli batik Purworejo, peduli wisata lokal Purworejo, peduli kerajinan lokal Purworejo, dan peduli pasar Purworejo.

Dalam surat edaran itu juga tercantum semua ASN/CaIon ASN, Karyawan /karyawati BUMD, Kepala Kelurahan/Desa beserta Perangkat, Sekolah dan masyarakat Kabupaten Purworejo agar mensukseskan gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo itu.

Dalam surat edaran Bupati Purworejo yang lain dengan nomor 512.1/7.908/2021 tentang Pelaksanaan Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo, tertanggal 27 Oktober 2021, disebutkan bahwa untuk mengoptimalkan pelaksanaan Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo, yaitu salah satunya berbunyi Perangkat Daerah/Instansi Vertikal/BUMN/BUMD dan Siswa SD/SLTP/SLTA wajib melaksanakan kegiatan minimal 1 (satu) kali setiap tahun di lokasi wisata lokal Purworejo. Perangkat Daerah Instansi Vertikal/ BUMN / BUMD dan SD / SLTP /SLTA untuk memanfaatkan pnoduk kerajinan lokal Purworejo pada kegiatan kantor maupun pribadi.

“SK program Bupati Purworejo itu yaitu pelaksanaan gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo, di mana kita mengajak para kepala sekolah untuk bisa membawa anak- anak didiknya mengenal dan mengerti wisata lokal Purworejo.

Karena kalau sudah tahu dan melihat tentunya mereka jadi tahu tentang wisata Purworejo, berapa jumlah wisata Purworejo, maka menjadi semakin mencintai potensi Purworejo,” kata Wasit Diono, S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, saat ditemui di kantornya pada Senin tanggal 6 Juni 2022.

Menurutnya, jika para siswa sudah mengetahui akan potensi Purworejo, mereka akan tau bahwa potensi di Purworejo tidak kalah dengan daerah lain, tapi dari mana bisa membangun potensi Purworejo itu, tentunya dimulai dari masyarakatnya sendiri.

“Jadi kita bareng- bareng mengenalkan Purworejo ke masyarakat yang lebih luas. Dan ini sudah banyak dari orang- orang luar bahkan perantau yang lama diluar kota untuk masuk purworejo saja sudah pangling, seperti di alun- alun banyak yang datang langsung selfie, lalu Art Center masuk Tosan Aji dan ini juga bisa menjadi wisata edukasi bagi anak- anak. Contoh kita punya bedug terbesar di dunia yang ada di masjid Agung Darul Muttaqin, Tosan Aji juga di sana bisa melihat berbagai kerajinan dan koleksi benda- benda pusaka bersejarah, dan ini perlu dilestarikan, anak- anak kan tidak tau bila tidak diajak melihat ke sana,” jelasnya.

Soal pelaksanaanya, lanjutnya, jangan sampai memberatkan sekolah atau wali murid, maka perlu disiasati dengan cara yang mudah, dimana satu sekolah dengan sekolah lain pasti akan beda kondisi dan keadaannya.

“Bila mudah mungkin dengan pemandu wisata atau datang sendiri ke lokasi wisata, apalagi tiket ke wisata lokal Purworejo seperti di Tosan Aji itu murah, dan biaya transportasi bisa ditanggung oleh pihak sekolah. Maksud kami pak kepala sekolah bisa mendesain, mungkin malah transportasinya sekalian bareng orang tua wali dengan motoran bareng itu juga lebih irit sampai kesana. Malah yang ikut piknik jadi orang tuanya ya juga dengan anaknya. Kulinernya juga ada disini, mau bawa sendiri dari rumah juga boleh dan tidak masalah dan jangan memberatkan tapi yang jelas saya ingin ditanamkan cinta Purworejo mulai dari TK dan SD, itu dimulai dari sini,” ujarnya.

Dikatakan, untuk mensukseskan program Bupati Purworejo dengan gerakan Tresno purworejo arisi Purworejo, salah satunya bukan hanya produk- produk pertanian saja tapi produk Purworejo itu juga termasuk wisata yang perlu dikembangkan bersama.

“Harapan kami ini bisa menjadi sarana belajar diluar kelas, kami menghimbaulah mulai dari kita, dari sekarang sudah saling bau membau membangun Purworejo kedepan bersama- sama. Saya juga berharap atau menghimbau kepada bapak/ ibu guru untuk memilih lokasi yang tingkat kerawanannya bisa diminimalisir lah dan tidak menimbulkan kekhawatiran orang tua. Kita punya icon yaitu alun-alun yang dekat dengan destinasi lain seperti bedug, Art Center, juga kantor dinas bupati, dimana kantor bupati pun boleh untuk dikunjungi hanya saja sebelumnya bisa koordinasi dengan dinas agar bisa diberikan akses atau ijin untuk melakukan kunjungan itu,” harapnya.

Terpisah, Wakil Komisi 4 DPRD Purworejo, Muhammad Abdullah, menyampaikan sepakat terhadap kebijakan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo tentang ajakan ke setiap sekolah untuk melakukan kunjungan di obyek wisata lokal Purworejo.

Kebijakan tentang ajakan itu, lanjutnya, sebenarnya telah menjadi pembahasan dinas bersama DPRD sejak lama, dengan harapan masyarakat Purworejo memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap produk yang ada di Kabupaten Purworejo.

“Itu sebemarnya sudah lama kita bahas, dan saya menghimbau kepada sekolah, sebelum berwisata ke luar daeah, maka untuk mengenal lebih dahulu tempat wisata lokal, agar siswa mengetahui dan mencintai wisata lokal Purworejo, tapi ini sifatnya bukan wajib hanya anjuran atau ajakan, karena untuk membesarkan Purworejo kalau bukan kita siapa lagi,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.