Prajurit Kostrad Satgas Yonif MR 412 Ajarkan Seni Beladiri dan Kolaborasi Seni di Papua

oleh -
Prajurit Kostrad Satgas Yonif MR 412
Prajurit Kostrad Satgas Yonif MR 412

LANNY JAYA, purworejo24.com – Komunikasi sosial terus dilakukan Prajurit Kostrad Satgas Yonif MR 412 untuk mendapatkan simpati di hati masyarakat yang ada di daerah penugasan Lanny Jaya, Papua. Salah satunya dengan memberikan pengajaran terkait seni bela diri pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) kepada para pemuda di daerah penugasan.

<

Danpos Malagayneri Lettu Inf Satria Buana Bhakti, S.Tr. Han mengatakan komunikasi yang kreatif diperlukan prajurit agar sinergitas dengan masyarakat dapat tercapai. Hal tersebut menjadi kunci suksesnya tugas prajurit di daerah penugasan Papua.

Satria menjelaskan, setelah mengadakan tahapan-tahapan latihan, selanjutnya pelatih beladiri pencak silat PSHT menggelar ujian kenaikan sabuk bagi para siswa PSHT di Distrik Malagayneri. acara ini disaksikan oleh tokoh masyarakat dan seluruh warga yang ada disekitar Pos Malagayneri, bahkan sebagai wujud syukur acara ini juga dirayakan dengan menggelar tradisi bakar batu oleh masyarakat bersama anggota Pos Malagayneri.

“Dalam ujian kenaikan Sabuk, pada tingkatan ini para siswa diharapkan mampu menyerap dan memahami baik makna dari materi pencak silat itu sendiri maupun ajaran budi luhur PSHT,” kata Lettu Satria kepada purworejo24.com pada Rabu 5 Januari 2022.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengkolaborasikan seni tradisi Jawa tarian Kuda Lumping dan seni tradisi khas Papua tarian adat Warok untuk memberikan pertunjukan seni kepada masyarakat. Kolaborasi kedua tradisi seni tari tersebut berhasil membuat suasana tambah meriah dan terjalinnya hubungan emosional antar warga dan prajurit yang ditugaskan.

“Kolaborasi seni budaya ini sengaja kami tampilkan supaya masyarakat melihat bahwa Indonesia mempunyai beragam budaya yang menarik, kemudian untuk menambah kemeriahan acara kami juga mengadakan lomba panah bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Distrik Malagayneri Gudi Kogoya, mengatakan kolaborasi antara masyarakat dan prajurit dalam berbagai hal dapat menahan semangat warga.

“Kenaikan sabuk ini membuat anak anak di desa lebih bersemangat dalam latihan karena mereka sudah disematkan sabuk. Saya mewakili masyarakat Malagayneri mengucapkan terimakasih banyak kepada Satgas 412 yang telah mengajarkan seni bela diri pencak silat,” pungkasnya. (P24-bayu)