Desak Bendungan Bener Segera Selesai, Aliansi Rakyat Petani Purworejo Gelar Aksi Demo

oleh -
Aliansi Rakyat Petani Purworejo menggelar aksi damai
Aliansi Rakyat Petani Purworejo menggelar aksi damai

PURWOREJO, purworejo24.com – Ratusan massa dari berbagai daerah di Purworejo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Petani Purworejo menggelar aksi damai dengan cara konvoi dan orasi serta teatrikal, pada Jumat 21 Januari 2022.

<

Konvoi dimulai dari Romansa Kuliner Purworejo, kemudian berjalan kaki dan sebagian lagi menggunakan armada becak menyusururi jalan depan kantor DPRD Purworejo dan berhenti di bundaran patung SD Purworejo.

Di lokasi tersebut masa menggelar aksi orasi dan teatrikal, kemudian dilanjutkan konvoi mengelilingi jalan-jalan protokol dan berakhir di Romansa Kuliner Purworejo.

Baca juga: BPN Akan Cabut Kasasi Bila Ada Dekresi, Masterbend Akan Patok Lahan yang Belum Dibayar

Aksi damai itu dilakukan dengan maksud untuk mendorong agar Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener segera diselesaikan. Pasalnya, kebutuhan air dari Bendungan Bener tersebut sangat dibutuhkan bagi petani di Purworejo.

Dalam aksi tersebut, massa aliansi mendapatkan pendampingan dari organisasi masyarakat Komando Bela Rakyat (KBR). Dalam orasinya, Komandan KBR, R Heri Priantono, S.H., menyampaikan, bahwa kebutuhan air bagi para petani merupakan satu hal yang vital.

Baca juga: Tanyakan Nasib Tanah Warga yang Belum Terbayar, Masterbend Datangi Kementerian ATR BPN

Terlebih, beberapa tahun terakhir aliran irigasi yang bersumber dari Waduk Wadaslintang mengalami penurunan debit.

“Para petani memiliki harapan besar terhadap Bendungan Bener. Kami yakin, jika air dari Bendungan Bener sudah mengalir, petani dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun,” katanya kepada purworejo24.com.

Heri menambahkan, karena debit air irigasi yang terbatas para petani harus menyedot air dari sumur sehingga menambah beban operasional.

“Kabupaten Purworejo sendiri merupakan wilayah penyangga pangan nasional sebagai lumbung padi khususnya Jawa Tengah selatan. Dengan luasan lahan 29.004 hektare areal sawah yang dimiliki, produktifitas padinya tidak perlu diragukan lagi. Asal diurusi dan didukung dengan kebijakan pemerintah yang baik, infrastruktur yang baik, pendampingan, pembinaan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, pasang surut hasil panen padi adalah hal yang wajar dalam dunia pertanian. Kalau lagi bagus karena ditopang dengan aliran air irigasi yang cukup, pupuk yang tersedia, serangan hama minim, hasilnya sangat maksimal.

Baca juga: Tak Terima BPN Lakukan Upaya Kasasi, Masterbend Geruduk DPRD Purworejo

Akan tetapi jika paling tidak satu dari tiga hal tersebut yakni air, pupuk dan hama tidak terkendali hasilnya akan berkurang.

“Berkaitan dengan hal tersebut, kami ingin menyampaikan aspirasi terkait realita yang kami hadapi di lapangan. Terlebih sejak tiga tahun terakhir. Area persawahan yang dialiri dari Waduk Wadaslintang seringkali tidak cukup karena debitnya berkurang.

Hal ini memberikan dampak negatif bagi produktifitas padi di wilayah kecamatan Gebang, Kemiri, Kutoarjo, Bayan, Purworejo, Banyuurip, Ngombol dan sejumlah kecamatan lainnya,” tegasnya.

Disampaikan, hal tersebut juga berpengaruh terhadap bertambahnya biaya produksi perawatan padi karena untuk mencukupi kebutuhan air harus mengambil air dari sumur. Dan dalam situasi tertentu airnya juga tidak mencukupi.

“Karena urgensi ketercukupan air terhadap stabilitas produksi padi di lumbung padi Jateng Selatan ini, kami Aliansi Rakyat Petani Purworejo mendorong pemerintah agar mempercepat Pembangunan Bendungan Bener yang nantinya akan men-supply air ke area pesawahan di Purworejo yang selama ini masih kekurangan air.

Baca juga: Dampak Proyek Bendungan Bener, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih

Dengan harapan tercukupinya kebutuhan air sawah itu nantinya hasil panen akan semakin meningkat yang secara otomatis juga akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” bebernya.

Disampaikan, atas situasi dan kondisi tersebut serta adanya peluang solusi yang sudah ada di depan mata, Aliansi Rakyat Petani Purworejo menyatakan sikap dan tuntutan sebagai berikut, diantaranya normalisasi infrastruktur irigasi secara menyeluruh, percepatan pembangunan Bendungan Bener, mendukung eskavasi material Bendungan Bener di Desa Wadas.

“Dan mendukung penuh pemerintah dan aparat keamanan untuk menegakkan supremasi hukum terhadap oknum perusuh dan penghambat pembangunan Bendungan Bener,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Aliansi Petani Purworejo Marsandi, setidaknya mereka menuntut 4 poin yang kali ini disampaikan pada aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami Aliansi Rakyat Petani Purworejo menyatakan sikap dan tuntutan sebagai berikut:

1. Normalisasi infrastruktur irigasi secara menyeluruh.

2. Percepatan pembangunan Bendungan Bener.

3. Mendukung eskavasi material Bendungan Bener di Desa Wadas.

4. Mendukung penuh pemerintah dan aparat keamanan untuk menegakkan supremasi hukum terhadap oknum perusuh dan penghambat pembangunan bendungan benet,” tandasnya. (P24-bayu/Wid)