6 Kadus Mundur, Kades Guntur Mengaku Tidak Tahu Adanya Pungutan 5 Persen Uang Ganti Rugi PSN Bener

oleh -
Kepala Desa Guntur Nur Kholib menyampaikan klarifikasi terkait pengunduran diri enam orang perangkat desanya
Kepala Desa Guntur Nur Kholib menyampaikan klarifikasi terkait pengunduran diri enam orang perangkat desanya

BENER. purworejo24.com – Kepala Desa Guntur Kecamatan Bener, Nur Kholib didampingi Kasi Pemerintahan Tumin memberikan klarifikasi terkait mundurnya 6 dari 13 orang kepala dusun di Desa Guntur Kecamatan yang kompak mengundurkan diri.  Klarifikasi tersebut di gelar di Aula Kecamatan Bener disaksikan Camat Bener Agus Widiyanto.

<

Kepala Desa Guntur Nur Kholib menyampaikan bahwa pengunduran diri enam orang perangkat desanya itu memiliki motif yang berbeda-beda. Ada yang sakit karena habis operasi, ada yang karena istrinya sakit sehingga butuh perawatan intensif aja juga yang karena faktor usia sehingga keberatan dengan beban tugas mereka.

“Namun dari beberapa Kadus yang mundur itu ada juga yang menyatakan membatalkan pengundurannya setelah saya temui yang bersangkutan. Masih ada dua yang sudah saya datangi untuk berkomunikasi lebih lanjut terkait pengunduran dirinya itu namun memang belum sempat ketemu secara langsung”, kata Nur Kholib.

“Yang pasti secara non formal kami berupaya untuk melakukan pendekatan kepada mereka sesuai dengan petunjuk dari Pak Camat,” katanya”, imbuhnya.

Terkait dengan adanya pengakuan dari perangkat desa yang mundur tentang tarikan sebesar 5 persen, Nur Kholib mengaku tidak mengetahuinya.

“Yang pasti, pemerintah desa sama sekali tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukannya,” katanya.

Baca Juga6 perangkat Desa Guntur ramai-ramai mengundurkan diri, terungkap ada percobaan penarikan 5 persen dari pembayaran UGR Bendung Bener

Hal senada diungkapkan oleh Kasi Pemerintahan Desa Guntur, Tumin. Meski demikian ia mendengar adanya tarikan sebesar 5 persen itu. Tapi bukan kebijakan desa, namun dari paguyuban untuk keperluan pengawalan.

“Karena memang realitasnya pada penilaian awal harga permeter hanya Rp 59 ribu/ permeter. Kemudian oleh paguyuban dilakukan upaya hukum di pengadilan sehingga harganya bisa naik dua kali lipat,” tandasnya.

Turut hadir dalam klasifikasi tersebut Kasubbag Infrasda Pengprov Jateng, Agung Muhammad Pribadi yang diperintahkan oleh Gubernur Jateng untuk turun ke Purworejo mencari tahu lebih dalam terkait adanya pengunduran diri sejumlah Kadus di Desa Guntur Kecamatan Bener serta motif pengunduran diri dari mereka.

“Kebetulan Pak Gubernur membaca berita tentang persoalan itu (pengunduran diri perangkat desa-red) kemudian memerintahkan kami untuk melakukan klarifikasi lebih detail dan mendalam kepada yang bersangkutan,” katanya dihadapan awak media pada Jumat 7 Januari 2022.

Baca Juga: Gubernur Jateng Terjunkan Tim Telusuri Isu Pungutan 5 Persen di PSN Bendung Bener

Seperti diberitakan sebelumnya, pengunduran diri para perangkat desa itu mencuat setelah para kadus itu melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD bersama Forkopimcam Kecamatan Bener pada Kamis (6/1) lalu di Aula Kecamatan Bener.

Dalam keterangannya, pengunduran diri itu dilakukan karena tidak kuat menanggung beban kerja dan tekanan masyarakat terkait adanya iuran 5 persen UGR. (P24-bayu)