BBWS: Pemasangan Patok di Wadas Tunggu Arahan Polres dan Kodim

oleh -
Pertemuan antara BBWSO dengan Pemkab Purworejo serta Forkopimda. di ruang Bagelen Setda Purworejo. Kamis (29/04/2021
Pertemuan antara BBWSO dengan Pemkab Purworejo serta Forkopimda. di ruang Bagelen Setda Purworejo. Kamis (29/04/2021
head banner Universitas Putra Bangsa Kebumen

PURWOREJO,purworejo24.com – Pemasangan patok trace di Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo Jawa tengah menunggu arahan Polres Purworejo dan Kodim 0708 Purworejo untuk alasan keamanan.

Hal itu disampaikan oleh Yosiandi sebagai perwakilan BBWS Serayu-Opak dalam pertemuannya dengan Pemkab Purworejo serta Forkopimda. Menurut Yosiandi, pihaknya sebelumnya telah melakukan sosialisasi yang pertama pada 22 April 2021 di Balai Desa Cacaban dengan pemilik tanah desa Wadas yang tinggal di luar desa Wadas. Namun pada sosialisasi kedua pada 23 April 2021 gagal dilakukan, karena sejumlah warga menutup akses jalan kabupaten.

Saat ini, pihaknya sebenarnya telah siap untuk melaksanakan pemasangan trace. Pemasangan patok trace sendiri direncanakan akan dilakukan mulai tanggal 25 April hingga 11 Mei 2021. Namun untuk alasan keamanan, saat ini pihanya menunggu arahan dari pihak Polres dan Kodim.

“Untuk alasan keamanan kami menunggu arahan dari pak Kapolres dan pak Dandim, kira-kira akan kapan kami menyesuaikan,” katanya kepada purworejo24.com pada Kamis (29/04/2021) di ruang Bagelen Setda Purworejo.

Pertemuan antara BBWSO dengan Pemkab Purworejo serta Forkopimda. di ruang Bagelen Setda Purworejo. Kamis (29/04/2021
Pertemuan antara BBWSO dengan Pemkab Purworejo serta Forkopimda. di ruang Bagelen Setda Purworejo. Kamis (29/04/2021

Yosiandi menambahkan jika dari target 114 Ha yang akan dibebaskan, sebenar

nya hanya 64 Ha saja yang akan dilakukan ekskavasi. 54 Ha lagi tidak digali karena lokasinya dekat dengan pemukiman.

“Rencana penggalian batu jauh dari pemukiman warga, kurang lebih 300m. Jadi sudah ada jarak aman antara lokasi penggalian dengan pemukiman. Antara lokasi penggalian dan pemukiman adalah bukit, sehingga lebih aman,” terang Yosiandi.

Ia mengaku metode yang digunakan untuk menggali juga menggunakan metode yang dapat mencegah terjadinya longsoran. Penggalian tersebut juga tidak akan membentuk lubang, karena metode yang digunakan dengan memotong. Kedalaman maksimal hanya 1-2 meter yang nantinya juga akan dilakukan reklamasi kembali.

“Dengan metode ini, isu permasalahan perusakan lingkungan diharapkan tidak akan terjadi. Jika ditemukan adanya mata air, kami juga akan melakukan penanganan dengan membuatkan jalur pengaliran yang lebih memadai” imbuhnya.

Setelah dilakukan reklamasi, pihaknya akan mencoba untuk mengelola lahan tersebut guna peningkatan potensi wisata. Nantinya lokasi quarry diproyeksikan dapat dijadikan ruang terbuka, seperti pembangunan rest area atau tempat wisata lainnya.

“Jarak 10 km dari Desa Wadas hingga Bendungan Bener juga merupakan wilayah yang nantinya dapat dikembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 0708 Purworejo, Letkol Infanteri Lukman Hakim juga mengungkapkan adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan dibalik kesulitan warga setempat yang kurang paham. Namun dirinya meyakini dan percaya jika warga Wadas mendukung pembangunan waduk bener.

“Kalau masalah pengamanan tidak usah ditanya, 1 x 24 kita ada. Sinergitas TNI Polri tetap terjaga dan sasaran utamanya adalah memberikan perlindungan keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tandanya (P24-Bayu)