Pemkab Purworejo Siap Laksanakan Program Vaksinasi Nasional

oleh -
Critical Voice Point dengan tema Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Purworejo Tahun 2021, Senin (18/01/2020).
Critical Voice Point dengan tema Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Purworejo Tahun 2021, Senin (18/01/2020).

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyatakan siap melaksanakan program vaksinasi nasional untuk Covid-19 yang telah dimulai secara nasional pada 14 Januari 2021 kemarin. Sebanyak 11 rumah sakit, 27 puskesmas dan 2 klinik telah disiapkan guna melaksanakan program vaksinasi itu.

Hal itu terungkap saat digelar Forum Dengar Aspirasi Masyarakat atau Critical Voice Point (CVP) periode Januari dengan tema Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Purworejo Tahun 2021 di Command Center, pada Senin (18/01/2020). Kepala Dinas Kesehatan Purworejo Dr Sudarmi menyampaikan, jika seluruh jajaran di Dinas Kesehatan telah siap melaksanakan program vaksinasi di Kabupaten Purworejo. Saat ini pihaknya masih menunggu vaksin dan logistik yang diperlukan.

Pada tahap awal, SDM kesehatan akan menerima vaksinasi terlebih dahulu disusul kemudian pelayan publik (TNI/Polri/ASN). Bagi masyarakat umum, sesuai roadmap dari pemerintah akan dilakukan vaksinasi pada bulan April 2021 hingga Maret 2022. Dikatakan, jumlah SDM kesehatan baik tenaga kesehatan (Nakes) maupun non Nakes di Kabupaten Purworejo berjumlah 3.823 orang. Minimal sebanyak 70 % SDM kesehatan nantinya akan menerima vaksinasi.

“Sesuai surat terakhir yang kami terima tanggal 8 Januari 2021, Purworejo akan menerima vaksin pada bulan Februari untuk Nakes, itupun tidak semua tetapi bertahap,” terang Sudarmi.

Bupati Purworejo Agus Bastian, beserta Wakil Bupati dan Sekda Purwrjeosaat mengikuti Critical Voice Point, Senin (18/01/2020).
Bupati Purworejo Agus Bastian, beserta Wakil Bupati dan Sekda Purwrjeosaat mengikuti Critical Voice Point, Senin (18/01/2020).

Terkait keamanan vaksin, Sudarmi menekankan jika pada dasarnya vaksinasi Covid-19 telah dinyatakan aman. Adapun efek samping, terdapat dua efek samping yang bisa ditimbulkan dari vaksinasi ini. Yakni efek samping lokal dan efek samping sistemik. Efek samping lokal, seperti ada bekas merah dan pusing yang masih wajar dialami saat menerima vaksinasi. Efek samping sistemiknya yakni tidak enak badan, nyeri otot dan demam sedikit namun dapat segera pulih.

“Masyarakat sasaran, akan mendapatkan SMS dari peduli covid. Setelah mendapatkan sms, kita melakukan verifikasi registrasi ulang. Hal ini untuk memastikan domisili dimana, kapan pelaksanaan vaksinasi dan tempatnya dimana, termasuk kesehatan atau self skrining, Intinya kita siap melaksanakan program vaksinasi Covid-19,” imbuhnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, secara garis besar pandemik Covid-19 di Kabupaten Purworejo belum mengalami penurunan. Untuk itu, dirinya menghimbau agar masyarakat jangan menyepelekan situasi selama pandemi.

“Saya beberapa kali melihat, ada Sebagian masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan terkesan abai dan menyepelekan pandemi ini. Virus ini masih ada dan masih dapat mengancam warga Purworejo,” kata Bupati.

Sejak awal pandemi tahun 2020, Pemkab Purworejo telah siap dalam penanganan Covid-19. Proses Tracing, Testing dan Treatment terus dilakukan jajaran Dinkes. Saat ini, Purworejo termasuk daerah dengan tingkat kesembuhan Covid-19 kategori baik bahkan beberapa kali tertinggi di Jawa Tengah.

“Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu kuatir, panik ataupun takut. Mari kita jaga dan bersama-sama mencegah  dan saling mengingatkan disemua kegiatan keseharian untuk patuh aturan protokol kesehatan agar penularan Covid-19 dapat ditekan,” imbuhnya.

Terkait vaksinasi, Agus Bastian menegaskan jika dirinya beserta seluruh jajaran Pamkab Purworejo siap divaksin dan turut mensukseskan program vaksinasi ini. Melalui arahan pemerintah pusat, nantinya warga masyarakat juga akan diberikan vaksinasi secara bertahap melalui jajaran Dinkes. Menurutnya, perlu adanya gerakan edukasi semua lini untuk memberikan pemahaman yang benar dan melawan berita hoax yang sudah beredar di media. Berdasarkan penelitian para pakar dibidangnya, saat ini vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk penanggulangan pandemi.
Keberhasilan vaksinasi dengan indikator cakupan minimal 70% menentukan selesainya pandemi untuk mencapai herd immunity. Jika cakupan tidak tercapai maka herd immunity tidak tercapai.

“Mari kita sukseskan program ini, karena dengan vaksinasi ini kita akan mendapatkan kekebalan kolektif untuk melawan virus Covid-19. Sosialisasikan program ini dengan narasi yang positif. Kesiapan masyarakat merupakan kunci sukses program ini,” ajaknya.