Polisi Gelar Rekonstruksi Penganiayaan di Omah Londo

oleh -0 views
Rekonstruksi dugaan kasus penganiayaan dengan tersangka Slamet Anom Susilo di Omah Londo, Rabu (13/1/2021).
Rekonstruksi dugaan kasus penganiayaan dengan tersangka Slamet Anom Susilo di Omah Londo, Rabu (13/1/2021).

PURWOREJO – Jajaran Kepolisian Resor Purworejo menggelar rekonstruksi dugaan kasus penganiayaan dengan tersangka Slamet Anom Susilo di Omah Londo, pada Rabu (13/1/2021) pagi. Rekonstruksi tersebut digelar untuk melengkapi berkas pemeriksaan yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Purworejo beberapa waktu lalu.

Kasubbag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariyah saat dimintai konfirmasi di kantornya membenarkan telah dilakukan rekonstruksi untuk kasus penganiayaan di Kafe Omah Londo guna melengkapi berkas yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Disinggung mengenai adegan dalam rekonstruksi tersebut, Komariyah menjelaskan total ada 12 adegan rekonstruksi dengan menghadirkan tersangka serta saksi-saksi.

“Kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan beberapa waktu lalu dan reka adegan rekonstruksi ini diperlukan untuk melengkapi berkas tersebut,” kata Komariyah.

Rekonstruksi dugaan kasus penganiayaan dengan tersangka Slamet Anom Susilo di Omah Londo, Rabu (13/1/2021).
Rekonstruksi dugaan kasus penganiayaan dengan tersangka Slamet Anom Susilo di Omah Londo, Rabu (13/1/2021).

Sementara itu, ditemui usai reka adegan rekonstruksi, Penasehat Hukum Andri Budiyanto selaku korban, Imam Abu Yusuf beserta tim yang ikut hadir dalam rekonstruksi tersebut mengungkapkan bahwa reka adegan rekonstruksi ini memberikan gambaran kejadian yang sebenarnya.

“Meskipun dalam rekonstruksi tersangka sempat mengelak untuk memperagakan proses penganiayaan dan kemudian diperankan oleh pemeran pengganti, bagi kami tidak masalah. Tidak akan berpengaruh terhadap proses nantinya di pengadilan,” terang Imam.

Menurut Imam, sikap tersebut adalah hak tersangka. Namun demikian, pihaknya memiliki bukti visum yang menjadi fakta hukum serta saksi-saksi.

“Saksi nantinya akan dimintai keterangan di bawah sumpah. Kami yakin hakim akan lebih mempercayai keterangan saksi daripada tersangka yang akan dijadikan sebagai dasar pertimbangan bagi hakim dalam memutus perkara ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (28/11/2020) dinihari lalu, Andri Budiyanto (29), Warga RT 06 RW 05 Kelurahan Baledono, Ngentak, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menjadi korban dengan mengalami luka di bagian tubuh akibat penganiayaan. Usai kejadian, Andri pun telah mengadukan hal tersebut ke Polsek Kota Purworejo.

Kepada wartawan, Andri menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat dirinya bersama istri, serta temannya mampir di sebuah kafe di Purworejo. Disana korban melihat sejumlah orang yang ia kenal sebelumnya, sedang berduduk santai. Tanpa disangka, saat korban menghampirinya, orang tersebut justru mendorong dan memukul korban.(P24-Drt)