Patung Siswa SD Gantikan Lambang Garuda di Monumen Perjuangan Munculkan Gelombang Penolakan

oleh -0 views
Petisi pemolakan penggantian patung di Monumen Perjuangan Purworejo di laman Change.org
Petisi pemolakan penggantian patung di Monumen Perjuangan Purworejo di laman Change.org

PURWOREJO, purworejo24.com – Renovasi Kawasan Monumen Perjuangan Tentara Pelajar yang mengganti Lambang Garuda dengan patung anak sekolah dasar (SD) dan menghilangkan patung pejuang menuai polemik serta penolakan dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Purworejo. Gelombang penolakan yang sempat ramai bergulir di media sosial sejak awal renovasi beberapa bulan terakhir, kini menguat dengan adanya sikap resmi dari Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo (KMMP) dan didukung oleh beberapa elemen masyarakat lain.

Ada seratusan orang perwakilan elemen masyarakat yang telah menandatangi petisi penolakan renovasi monumen dan menyatu dalam wadah KMPP. Selanjutnya, petisi akan diserahkan kepada bupati Purworejo, Agus Bastian S.E., M,M., dalam waktu dekat.

“Dan nanti akan bikin surat langsung bupati, setelah petisi tersampaikan,” kata Ketua KMPP, Tri Joko Pranoto, kepada purworejo24.com pada Senin (11/01/2020).

Tri Joko Ppranoto yang dikenal dengan sapaan Menot menyebut, penolakan terhadap renovasi monumen sejatinya telah lama bergulir, khususnya melalui media sosial facebook (FB). Namun, aspirasi demi aspirasi tak pernah mendapat respons hinga akhirnya mereka memutuskan untuk membentuk dan bergabung dalam KMPP.

“Ya, sebagai dukungan penyampaian PETISI besuk,” katanya melanjutkan.

Sikap KMMP tersebut memantik dukungan dari elemen masyarakat lain. Dewan Kesenian Purworejo (DKP) menjadi organisasi pertama yang memberikan dukungan tersebut. Secara resmi, DKP mengeluarkan surat perihal Penolakan Renovasi Monumen perjuangan Tentara Pelajar Purworejo tertanggal 9 Januari 2021 dan akan dikirimkan ke Bupati Purworejo. Dalam surat yang ditantandangani Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo, tersebut DKP menyampaikan bahwa ada 5 poin pertimbangan DKP sehingga tegas mendukung KMPP dan elemen masyarakat lain.

Pertama, merobohkan Tugu Perjuangan Tentara Pelajar dan mengganti dengan tugu patung pelajar berseragam SD telah merusak nilai budaya masyarakat Purworejo yang selama ini sangat menghargai semangat juang para pendahulu yang telah berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kedua, Purworejo telah melahirkan banyak tokoh yang berperan aktif di daerah maupun nasional dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam segala bidang mulai dari seni budaya, hingga militer, bahkan diantaranya mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Perobohan patung-patung tersebut mengkhianati perjuangan tentara pelajar dan tokoh-tokoh asal Purworejo tersebut.

“Ketiga, sejumlah patung yang menggambarkan kisah kejuangan para pejuang tentara pelajar yang berada di Monumen Perjuangan Tentara Pelajar merupakan karya seniman Purworejo yang kebetulan juga seorang difabel Penggantian patung-patung tersebut tanpa sepengetahuan seniman, mengusik kebanggaan dan solidaritas seniman di Purworejo,” katanya.

Keempat, menurunkan dan mengecilkan lambang Garuda Pancasila yang merupakan lambang negara, ideologi bangsa dari atas monumen dan mengganti dengan patung pelajar SD merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia. Kemudian yang kelima, Renovasi Tugu Perjuangan Tentara Pelajar oleh Bupati Purworejo terkesan tanpa konsep dan tidak melibatkan unsur masyarakat terkait dan mengabaikan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan.

“Tidak etis karena Garuda kok di ganti Patung SD, juga tidak menghargai dengan seniman pembuat patung, tidak Menghargai Blas (sama sekali),” uangkapnya angko yang juga mantan ketua DPR tersebut.(P24-Bayu)